Detail Berita
Makam Sutrimo Di Bongkar Di Banyumas, Polisi Dalami Penyebab Kematian
Pewarta : Redaksi
08 Agustus 2026
16:26
Kondisi Sekitar Makam Sutrimo (Foto: Istimewa)
BANYUMAS, enewsindo.co.id – Kematian Sutrimo (42), warga Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, kembali menjadi perhatian setelah polisi melakukan ekshumasi atau pembongkaran makamnya.
Sutrimo sebelumnya ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di depan sebuah klinik di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis (23/7/2026).
Sutrimo kemudian dibawa ke RS Muhammadiyah Taman Puring untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, nyawanya tidak tertolong dan ia dinyatakan meninggal dunia. Jenazah Sutrimo selanjutnya dibawa ke kampung halaman dan dimakamkan di Pemakaman Bantaragung, Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Banyumas.
Kematian Sutrimo kemudian dipertanyakan oleh pihak keluarga. Keluarga membuat laporan ke Polresta Banyumas pada Sabtu (8/8/2026) untuk meminta kepastian mengenai penyebab kematian Sutrimo.
Penanganan perkara selanjutnya dilakukan oleh Polda Metro Jaya dengan memeriksa sejumlah saksi dan menelusuri berbagai informasi terkait kejadian sebelum korban meninggal.
Kuasa hukum keluarga Sutrimo, Aan Rohaeni, mengatakan pihak keluarga hanya ingin mengetahui secara pasti penyebab kematian Sutrimo. “Prinsipnya keluarga cuma minta kepastian hukum terkait meninggalnya saudara Sutrimo. Wajar atau tidak, cuma itu saja,” ujar Aan.
Dalam perkembangan penanganan perkara, polisi kemudian meningkatkan kasus tersebut dari tahap penyelidikan ke penyidikan. Langkah itu dilakukan setelah penyidik menemukan adanya dugaan peristiwa pidana yang masih harus dibuktikan melalui proses penyidikan.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin mengatakan penyidik masih harus membuktikan dugaan tersebut melalui sejumlah proses pemeriksaan. “Dari hasil penyelidikan tersebut ada dugaan peristiwa pidana sehingga harus kami buktikan nanti,” ujar Iman Imanuddin.
Sebagai bagian dari proses penyidikan, Polda Metro Jaya bersama Polda Jawa Tengah dan Polresta Banyumas kemudian melakukan ekshumasi terhadap makam Sutrimo pada Rabu (12/8/2026). Pembongkaran makam dilakukan di Pemakaman Bantaragung, Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Banyumas.
Proses ekshumasi tersebut dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai penyebab kematian Sutrimo. Jenazah selanjutnya menjalani pemeriksaan forensik untuk mengetahui kondisi tubuh serta mencari kemungkinan adanya tanda-tanda kekerasan atau faktor lain yang berkaitan dengan kematiannya.
Polisi belum menyimpulkan bahwa Sutrimo merupakan korban pembunuhan. Hasil pemeriksaan forensik dan autopsi nantinya akan menjadi salah satu dasar bagi penyidik untuk mengetahui penyebab kematian serta menentukan langkah hukum selanjutnya.
Hingga kini, proses penyidikan masih berlangsung. Polisi juga masih mengumpulkan keterangan saksi dan bukti lainnya untuk mengungkap secara menyeluruh peristiwa yang terjadi sebelum Sutrimo ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri hingga akhirnya meninggal dunia.
Komentar
Berita Terbaru
Ekonomi & Bisnis
Laba BRI Tembus Rp31,2 Triliun pada Triwulan II 2026, Kredit UMKM Capai Rp1.235 Triliun
31 Agustus 2026
17:08
Pendidikan & Teknologi
Piala Kemerdekaan Askab PSSI Nias Selatan Berakhir, Perjuangan FC Keluar sebagai Juara
31 Agustus 2026
10:53
Ekonomi & Bisnis
PTPN I Dorong Transformasi Bisnis Berbasis Nilai Tambah
31 Agustus 2026
09:51
Hukum & Politik
Ina Ani Dakhi Tutup Usia, Keluarga Besar DPRD Sumut Thomas Dakhi Berduka
30 Agustus 2026
07:40
Hukum & Politik
Karnaval Wringinagung Jadi Panggung Kreativitas Warga, Budaya Nusantara Diarak 4 Kilometer
29 Agustus 2026
17:06