Detail Berita

Hukum & Politik

Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Kalimantan, Presiden Prabowo Minta Penanganan Segera

Pewarta : Redaksi

04 Agustus 2026

15:42

Bahlil Lahadalia saat memberikan keterangan (Foto: Istimewa)

JAKARTA, enewsindo.co.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkap penyebab pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Kalimantan Tengah (Kalteng).

Bahlil memastikan pemadaman tersebut bukan disebabkan krisis energi. Berdasarkan informasi dari PT PLN (Persero), ketersediaan energi masih dalam kondisi aman. Gangguan terjadi karena proses pemeliharaan serta kendala pada jaringan dan sejumlah pembangkit listrik.

Hal itu disampaikan Bahlil seusai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa 4 Agustus 2026


“Menurut informasi dari PLN, itu terkait dengan pemeliharaan. Bukan persoalan energinya. Energinya enggak ada masalah,” ujar Bahlil.

Menurut Bahlil, pemerintah terus berkoordinasi dengan PLN untuk mempercepat pemulihan sistem kelistrikan di wilayah yang terdampak. Penanganan dilakukan agar pasokan listrik kepada masyarakat dapat kembali normal.

Presiden Prabowo, kata Bahlil, juga telah meminta agar proses penanganan dilakukan secara terukur. Pemerintah memastikan pemulihan kelistrikan menjadi perhatian untuk mengurangi dampak gangguan terhadap aktivitas masyarakat.

Pemadaman listrik bergilir sebelumnya terjadi di sejumlah wilayah Kalsel dan Kalteng. Kondisi tersebut bahkan memicu aksi demonstrasi di Kantor PLN UP3 Palangka Raya pada 28 dan 29 Juli 2026.

PLN sebelumnya menjelaskan gangguan terjadi setelah kemampuan pasokan daya pada sistem interkoneksi Kalimantan mengalami penurunan. Kondisi tersebut dipengaruhi gangguan operasional pada tiga unit pembangkit.

Tiga pembangkit yang mengalami gangguan tersebut yakni generator PLTU Asam-Asam, salah satu unit IPP PLTU di Gunung Mas akibat kebocoran pipa boiler, serta gangguan sistem pelumasan turbin di PLTU IPP PT Tanjung Power Indonesia di Tabalong.

Gangguan pada sejumlah pembangkit tersebut berdampak terhadap kemampuan sistem dalam memenuhi kebutuhan listrik di wilayah Kalsel dan Kalteng. Akibatnya, PLN melakukan pengaturan pasokan listrik untuk menjaga keandalan sistem.

Meski demikian, proses pemulihan terus dilakukan. Salah satu unit pembangkit di Tabalong dengan kapasitas pasok 100 megawatt (MW) telah kembali beroperasi lebih cepat dari jadwal yang direncanakan.

Kembalinya unit tersebut diharapkan dapat menambah pasokan daya sekaligus membantu mempercepat normalisasi sistem kelistrikan di Kalimantan.

Pemerintah bersama PLN terus melakukan pemantauan terhadap kondisi sistem. Pemulihan pasokan listrik ditargetkan dapat berlangsung secepat mungkin sehingga masyarakat di wilayah terdampak kembali mendapatkan layanan kelistrikan secara normal.

Tags : ##BahlilLahadalia ##PrabowoSubianto ##PLN ##ListrikKalimantan

Ikuti Kami :

Komentar