Detail Berita

Hukum & Politik

Jember Jadi Percontohan Nasional Program Pertanian Terintegrasi, Gus Fawait Targetkan Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Pewarta : Evelyne

21 Juli 2026

15:39

Gus Fawait di desa Jatisari Kecamatan Jem

JEMBER, enewsindo.co.id - Bupati Jember Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., atau yang akrab disapa Gus Fawait, menyatakan Kabupaten Jember akan menjadi daerah percontohan nasional dalam pelaksanaan program pertanian terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Program itu merupakan hasil kolaborasi pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Jember, sektor perbankan, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani.

Gus Fawait mengatakan, program tersebut disusun sesuai arahan pemerintah pusat agar seluruh rantai pertanian, mulai dari pembiayaan, pendampingan budidaya, hingga hilirisasi hasil panen, dapat berjalan terpadu.

"Jember ditargetkan menjadi percontohan nasional program pertanian terintegrasi. Semua pemangku kepentingan akan bekerja bersama agar petani memperoleh pendampingan sejak awal tanam hingga pascapanen," kata Gus Fawait di Desa Jatisari, Kecamatan Jenggawah, Selasa (21/7/2026).

Sebagai langkah awal, kata Gus Fawait, pemerintah bersama mitra akan melaksanakan tanam perdana sekitar 20.000 bibit jagung pada musim tanam kali ini. Program tersebut melibatkan sejumlah pihak, di antaranya BRI, Syngenta, penyuluh pertanian lapangan (PPL), Mawe Spora, TNI, serta tim pendamping dari Mabes.

Selain penanaman, seluruh tim juga akan melakukan sosialisasi bertahap ke desa-desa mengenai konsep pertanian terintegrasi. Materi yang disampaikan mencakup literasi keuangan bagi petani, teknik budidaya yang baik, hingga pengembangan produk turunan jagung agar memiliki nilai tambah.

Menurut Gus Fawait, panen jagung yang ditanam pada Juni, Juli, dan Agustus diproyeksikan berlangsung pada Oktober hingga November mendatang. Ia berharap panen raya itu dapat dihadiri Presiden Prabowo Subianto sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ketahanan pangan nasional.

Ia menjelaskan, peningkatan kesejahteraan petani tidak hanya bergantung pada hasil panen, tetapi juga pada kemampuan mengelola keuangan dan memanfaatkan hasil samping pertanian, termasuk limbah jagung yang dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi.

Sementara itu, Syngenta melalui Syngenta Learning Center (SLC) di Jenggawah dan Wuluhan terus memberikan edukasi kepada petani mengenai teknologi budidaya dan peningkatan produktivitas. Jember dinilai memiliki peran strategis sebagai salah satu daerah penyangga produksi jagung di Jawa Timur.

Pemerintah Kabupaten Jember juga memperkuat sektor pertanian melalui dukungan anggaran yang dalam dua tahun terakhir mencapai sekitar Rp312 miliar. Selain itu, pemerintah berkomitmen mengoptimalkan hampir 12.000 hektare lahan pertanian pada periode 2025-2026 dengan melibatkan camat, kepala desa, serta seluruh perangkat daerah.

Gus Fawait menegaskan, pemerintah daerah akan terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Bank Jatim, BRI, UKRI, Syngenta, dan mitra internasional, guna memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan buruh tani.

"Kami ingin seluruh pihak bergotong royong menyukseskan program ini sehingga produktivitas pertanian meningkat, kesejahteraan petani semakin baik, dan Jember mampu menjadi model pengembangan pertanian terintegrasi di Indonesia," ujar Gus Fawait. (*)

Tags : #GusFawait #BupatiJember #DesaJatisari #Jenggawah #Jember #enewsindoJember

Ikuti Kami :

Komentar