Detail Berita

Hukum & Politik

Bukan Sekadar Pendataan, Sensus Ekonomi 2026 Jadi Peta Jalan Ekonomi Banyuwangi

Pewarta : Hakim Said

18 Juni 2026

17:50

Upacara HKN di Banyuwangi (foto : Istimewa)

BANYUWANGI enewsindo.co.id - Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyebut Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi pijakan penting dalam menentukan arah kebijakan pembangunan ekonomi daerah dalam satu dekade ke depan.

Pernyataan itu disampaikan Ipuk saat pencanangan Sensus Ekonomi 2026 dalam Apel Siaga Sensus Ekonomi 2026 yang bertepatan dengan Upacara Hari Kesadaran Nasional (HKN) di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Rabu, (17/07/2026).

Menurut Ipuk, sensus ekonomi yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali memiliki posisi strategis karena menyediakan gambaran menyeluruh mengenai perkembangan dunia usaha, sektor ekonomi yang tumbuh, serta potensi yang dapat dikembangkan pemerintah daerah.

"Bagi Banyuwangi, sensus ini memiliki arti yang sangat penting. Melalui sensus ini kita akan mengetahui secara lebih akurat bagaimana perkembangan usaha masyarakat, sektor ekonomi yang tumbuh paling cepat, potensi ekonomi baru yang muncul, tantangan yang dihadapi pelaku usaha, serta peluang-peluang yang dapat kita optimalkan untuk masyarakat," ujar Ipuk.

Ia mengatakan data yang dihasilkan dari sensus ekonomi akan menjadi referensi pemerintah dalam menyusun kebijakan agar lebih tepat sasaran, termasuk dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 bukan hanya kepentingan BPS, tetapi merupakan kepentingan kita semua," kata Ipuk.

Ipuk mengajak masyarakat Banyuwangi ikut menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan informasi yang benar dan sesuai kondisi usaha masing-masing.

Ia juga meminta seluruh perangkat daerah, pemerintah kecamatan, desa, kelurahan, hingga RT/RW membantu kelancaran pendataan di lapangan. "Bangun koordinasi yang baik, fasilitasi pelaksanaan di lapangan, dan memastikan seluruh proses berjalan aman, tertib, serta lancar," ujar Ipuk.

Selain itu, Ipuk meminta aparatur sipil negara (ASN) Banyuwangi menjadi contoh dalam membangun kesadaran pentingnya data. Menurut dia, ASN harus memberikan informasi secara terbuka, lengkap, dan sesuai fakta ketika didatangi petugas sensus.

"Kepada seluruh petugas sensus, kami berikan apresiasi yang sebesar-besarnya. Tugas yang saudara emban bukan sekadar mengumpulkan angka. Saudara sedang membantu menyiapkan fondasi bagi masa depan pembangunan daerah dan bangsa," tutur Ipuk.

Dalam momentum Hari Kesadaran Nasional, Ipuk juga mengingatkan ASN Banyuwangi untuk menjaga integritas, meningkatkan profesionalisme, serta memperkuat budaya kerja yang produktif dan kolaboratif.

"Mari kita satukan langkah, satukan energi, dan satukan tekad. Dengan semangat Banyuwangi ASRI dan spirit Tandang Bareng, kita hadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat," katanya.

Upacara tersebut juga diikuti secara daring oleh kepala desa, Satkorwilkerdik, guru, serta kepala sekolah di seluruh Banyuwangi. Kegiatan itu turut dihadiri Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan dan Kepala BPS Banyuwangi Abdus Salam.

Selain pencanangan Sensus Ekonomi 2026, Pemkab Banyuwangi juga menyerahkan bantuan alat usaha bagi pelaku UMKM serta bantuan dari Baznas Banyuwangi berupa alat bantu gerak kursi roda, biaya pengobatan, modal usaha, dan beasiswa pendidikan. (*)

Tags : #HKN #Banyuwangi #SensusEkonomi #Pembangunan #Enewsindo

Ikuti Kami :

Komentar