Detail Berita
Ratusan Warga Pasuruan Gelar Aksi Protes dan Tahlilan di JLS
Pewarta : Redaksi
17 Juni 2026
15:12
Ratusan warga menggelar aksi tahlilan dan protes di Jalur Lingkar Selatan (JLS) Kota Pasuruan, Rabu (17/6/2026), (Foto: Istimewa)
PASURUAN, enewsindo.co.id - Gelombang protes masyarakat mewarnai Jalur Lingkar Selatan (JLS) Kota Pasuruan pada Rabu (17/6/2026). Ratusan warga berkumpul di kawasan Pertigaan Bukir, Kelurahan Randusari, Kecamatan Gadingrejo, untuk menyampaikan aspirasi terkait tingginya angka kecelakaan yang terjadi di jalur tersebut dalam beberapa bulan terakhir.
Aksi dilakukan sebagai bentuk keprihatinan sekaligus desakan kepada pemerintah agar segera mengambil langkah konkret demi meningkatkan keselamatan pengguna jalan. Dalam aksi tersebut, warga membawa berbagai poster dan spanduk yang berisi kritik terhadap penanganan persoalan keselamatan di JLS.
Sejumlah peserta juga menggelar doa bersama dan tahlilan sebagai ungkapan belasungkawa bagi para korban yang meninggal dunia akibat kecelakaan. Suasana berlangsung khidmat, namun tetap diwarnai tuntutan agar pemerintah lebih serius memberikan perhatian terhadap kondisi jalur yang dinilai rawan kecelakaan.
Koordinator aksi, Ayi Suhaya, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan suara masyarakat yang selama ini merasa keresahannya belum mendapatkan respons memadai.
“Aksi damai ini merupakan bentuk protes atas kejadian yang terus berulang selama beberapa bulan terakhir. Kami menyuarakan jeritan keluarga korban. Sudah sembilan orang meninggal dunia. Pemerintah jangan pura-pura tidak mendengar dan jangan pura-pura tidak melihat,” ujar Ayi Suhaya.
Penutupan ruas jalan selama aksi berlangsung berdampak pada arus lalu lintas di kawasan JLS. Kendaraan dari berbagai arah mengalami antrean panjang karena jalur tersebut merupakan salah satu akses penting yang dilalui kendaraan logistik, bus antarkota, hingga kendaraan pribadi.
Kondisi itu semakin terasa karena JLS juga menjadi jalur alternatif bagi kendaraan berat selama proses perbaikan infrastruktur di wilayah Pasuruan.
Melalui aksi tersebut, masyarakat berharap pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi JLS, termasuk penambahan fasilitas keselamatan, penguatan pengawasan lalu lintas, serta perbaikan aspek teknis jalan yang dianggap berpotensi memicu kecelakaan.
Warga menilai persoalan di JLS tidak lagi sekadar berkaitan dengan kelancaran transportasi, melainkan telah menjadi isu keselamatan yang menyangkut nyawa masyarakat. (*)
Komentar
Berita Terbaru
Hiburan
Semboro Bergetar ! 36 Truk Sound Horeg dan Ratusan Dancer Bikin Karnaval Membahana
31 Oktober 2026
21:27
Hukum & Politik
Bunga Desaku di Jelbuk, Gus Fawait Sosialisasikan Layanan Kesehatan Gratis
31 Oktober 2026
19:58
Hukum & Politik
Gus Fawait Blusukan ke Jelbuk, Serap Aspirasi UMKM hingga Petani
31 Oktober 2026
17:37
Hukum & Politik
Dana Desa Hilimaera Tak Cair, Pj Kades dan BPD Keberatan, DPMD Sebut Imbas Kelalaian Mantan Kades
31 Oktober 2026
14:14
Hukum & Politik
Ratusan Anggota PMR Ikuti Amerta 2 Jember, PMI Dorong Relawan Muda Peduli Lingkungan
31 Oktober 2026
13:51