Detail Berita
Lagundry Bersih, Penyu Terlindungi
Pewarta : Adil
16 Juni 2026
17:17
STT bersihkan pantai Lagundry di hari Penyu Sedunia (foto : Adil)
NIAS SELATAN, enewsindo.co.id - Menyambut Hari Penyu Sedunia yang diperingati setiap 16 Juni, Yayasan Penyu Indonesia Perwakilan Nias Selatan menggelar aksi bersih-bersih pantai di kawasan Pantai Lagundry, Kecamatan Luahagundre - Maenamolo, Selasa (16/6/2026).
Kegiatan yang melibatkan sejumlah mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi (STT) setempat itu menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap pelestarian lingkungan pesisir sekaligus perlindungan habitat penyu yang ada di wilayah Nias Selatan.
Sejak pagi, para peserta menyusuri bibir pantai untuk mengumpulkan berbagai jenis sampah yang berpotensi mencemari lingkungan laut. Selain aksi bersih pantai, kegiatan juga diisi dengan edukasi kepada masyarakat dan pengunjung mengenai pentingnya menjaga ekosistem pesisir serta melindungi penyu yang merupakan satwa dilindungi.
Ketua Yayasan Penyu Indonesia Perwakilan Nias Selatan, Aro Halawa, mengatakan Pantai Lagundry dan kawasan Sorake memiliki peran penting sebagai lokasi pendaratan dan tempat bertelurnya penyu.
Menurutnya, kebersihan pantai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan hidup satwa tersebut.
"Pantai Lagundry dan sekitarnya, termasuk kawasan Sorake, merupakan salah satu lokasi pendaratan dan bertelur penyu di wilayah ini. Menjaga kebersihannya berarti ikut melindungi kelestarian satwa yang dilindungi undang-undang ini," ujar Aro Halawa.
Dia menambahkan, peringatan Hari Penyu Sedunia tidak hanya menjadi momentum seremonial, tetapi juga sarana untuk mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan pesisir.
"Penyu sangat bergantung pada kondisi pantai yang bersih dan aman untuk berkembang biak. Karena itu, keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan menjadi kunci keberhasilan upaya konservasi," tambahnya.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Camat Luahagundre-Maenamolo yang hadir didampingi Kepala Desa Lagundry dan Kepala Desa Sorake. Kehadiran unsur pemerintah daerah menunjukkan dukungan terhadap berbagai program pelestarian lingkungan dan perlindungan satwa langka di kawasan pesisir.
Dalam sesi penyuluhan, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem pantai, termasuk larangan mengambil telur penyu, merusak sarang, maupun mengganggu penyu yang sedang bertelur.
Pemerintah dan Yayasan Penyu Indonesia berharap kegiatan tersebut mampu menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga kebersihan pantai secara berkelanjutan.
Dengan kondisi pantai yang terjaga, kawasan Lagundry dan Sorake diharapkan tetap menjadi habitat yang aman bagi penyu untuk berkembang biak sekaligus menjadi aset lingkungan yang bernilai bagi generasi mendatang.
"Pelestarian penyu bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau lembaga konservasi, melainkan tanggung jawab bersama. Semakin banyak pihak yang terlibat, semakin besar peluang kita menjaga keberadaan penyu di Nias Selatan," pungkas Aro. (*)
Komentar
Berita Terbaru
Hukum & Politik
Dies Maulidiyah Ke-5, AWAS Sampang Gelar Santunan Yatim dan Layanan Kesehatan Gratis
16 Juni 2026
18:16
Hukum & Politik
Bupati Banyuwangi Ipuk Ajak ASN Tebar Kepedulian pada Sesama
16 Juni 2026
17:57
Hukum & Politik
Lagundry Bersih, Penyu Terlindungi
16 Juni 2026
17:17
Hukum & Politik
Disambut Prosesi Adat di Bawomataluo, Wabup Mentawai Dikenakan Pakaian Khas Nias Selatan
16 Juni 2026
11:12
Hukum & Politik
500 Mahasiswa Gelar Aksi #IndonesiaCemas di DPRD Jember, Soroti BBM hingga Program MBG
15 Juni 2026
16:59