Detail Berita
Mahasiswa Cipayung Plus Jatim menyuarakan kritik terhadap pelemahan rupiah di depan Kantor BI Jatim.
Pewarta : Redaksi
12 Juni 2026
15:34
Mahasiswa Cipayung Plus Jawa Timur menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Perwakilan BI Jatim, Surabaya, menyoroti pelemahan rupiah dan kondisi ekonomi nasional (Foto : Istimewa)
SURABAYA, enewsindo.co.id - Gelombang protes terhadap kondisi ekonomi nasional kembali mencuat di Jawa Timur. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Jawa Timur menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Timur, Surabaya, Rabu (10/6/2026).
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan berbagai kritik terhadap kebijakan moneter yang dinilai belum mampu menjaga stabilitas ekonomi, khususnya terkait pelemahan nilai tukar rupiah.
Aksi yang awalnya berlangsung tertib sempat memanas ketika massa menuntut Kepala Kantor Perwakilan BI Jawa Timur turun langsung untuk menemui para demonstran.
Karena tuntutan tersebut tidak segera mendapat respons, massa kemudian melakukan aksi pembakaran ban di depan gerbang kantor sebagai bentuk kekecewaan terhadap sikap otoritas yang dianggap tidak segera memberikan penjelasan kepada publik.
Petugas kepolisian yang berjaga di lokasi segera memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan guna mencegah situasi berkembang lebih jauh.
Koordinator Lapangan aksi, Muhammad Ivan Akiedozawa, menilai kondisi ekonomi nasional saat ini perlu mendapatkan perhatian serius dari seluruh pemangku kebijakan.
"Kami melihat ancaman krisis moneter sudah ada di depan mata. Jangan sampai bangsa ini kembali mengalami krisis seperti yang pernah terjadi sebelumnya. Karena itu kami turun untuk mengingatkan dan mengawal kondisi ekonomi nasional." Katanya saat menyampaikan aspirasi.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu sorotan utama dalam aksi yang berlangsung di pusat Kota Surabaya tersebut, sebagaimana dikutip dari jatim.suara.com.
Selain menyoroti kondisi perekonomian, massa aksi juga mengkritisi pelemahan nilai tukar rupiah yang dianggap sebagai indikator belum optimalnya pelaksanaan tugas Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas mata uang nasional.
Para mahasiswa menegaskan bahwa rupiah bukan hanya alat transaksi, tetapi juga simbol kedaulatan negara yang harus dijaga kekuatannya di tengah berbagai tantangan ekonomi global maupun domestik.
Tak hanya menyampaikan kritik, demonstran juga mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Bank Indonesia. Mereka meminta DPR RI melakukan pengawasan lebih ketat terhadap lembaga tersebut serta mendorong pemerintah pusat untuk meninjau kembali jajaran pimpinan BI.
Dalam aksi itu, mahasiswa bahkan mengajukan tuntutan agar Kepala Kantor Perwakilan BI Jawa Timur melakukan sumpah mubahalah sebagai bentuk komitmen terhadap integritas selama menjalankan tugas.
Menjelang berakhirnya aksi, perwakilan Bank Indonesia akhirnya menemui massa dan menerima aspirasi yang disampaikan. Tiga orang perwakilan BI turut membacakan sumpah mubahalah di hadapan peserta aksi.
Namun, suasana kembali memanas ketika salah satu perwakilan BI meminta mahasiswa melakukan hal serupa. Massa menolak permintaan tersebut dan kembali mendesak agar Kepala Kantor Perwakilan BI Jawa Timur hadir secara langsung untuk memberikan penjelasan kepada para demonstran.(*)
Komentar
Berita Terbaru
Hukum & Politik
MADAS Sedarah Sampang Resmi Dipimpin H. Abd. Muis, Siap Perkuat Persaudaraan dan Layani Masyarakat
27 Juli 2026
14:06
Ekonomi & Bisnis
Harga Beras Melambung, Pemkab Nias Selatan Gelar GPM di Lahusa, SPHP Ludes Diserbu Warga
27 Juli 2026
13:07
Hukum & Politik
Klinik Utama Mulia Diresmikan, Bupati Nias Selatan Dorong Layanan Kesehatan Humanis dan Berkualitas
27 Juli 2026
12:58
Ekonomi & Bisnis
JFC 2026 Jember Jadi Panggung Ekspor, Tamu Asal Jepang Kepincut Edamame Mitratani Dua Tujuh
27 Juli 2026
01:09
Ekonomi & Bisnis
Tamu Jepang Tinjau Mitra Tani Jember, Target Ekspor Naik Jadi 12.000 Ton Tahun Depan
26 Juli 2026
21:11