Detail Berita

Ekonomi & Bisnis

Tamu Jepang Tinjau Mitra Tani Jember, Target Ekspor Naik Jadi 12.000 Ton Tahun Depan

Pewarta : Evelyne

26 Juli 2026

21:11

Direktur Mitra Tani 27 Jember Yogi Subaktiana (foto : Evelyne)

JEMBER, enewsindo.co.id - Kunjungan delegasi Jepang ke PT Mitra Tani Dua Tujuh menjadi momentum strategis untuk memperkuat kepercayaan pasar internasional terhadap produk hortikultura unggulan asal Jember.

Melalui kunjungan langsung ke kebun edamame, fasilitas produksi, hingga pengolahan hasil panen, perusahaan berharap para mitra dari Negeri Sakura semakin yakin terhadap kualitas produk yang dihasilkan.

Direktur PT Mitra Tani Dua Tujuh Yogi Subaktiana mengatakan, kunjungan tersebut bukan sekadar agenda silaturahmi, melainkan upaya memperlihatkan secara langsung proses budidaya dan pengolahan yang selama ini menjadi kekuatan perusahaan dalam menjaga kualitas produk ekspor.

"Harapan kami, tamu dari Jepang bisa melihat sendiri bagaimana proses produksi kami. Mereka bisa mengetahui bahwa kualitas edamame dan okra yang dihasilkan Mitra Tani benar-benar terjaga dari hulu hingga hilir," ujarnya.


Ia menjelaskan, persaingan di pasar ekspor saat ini semakin ketat. Produk edamame dan okra Indonesia harus bersaing dengan komoditas sejenis dari China, Taiwan, Thailand, hingga Vietnam. Karena itu, menjaga kepercayaan pembeli menjadi kunci utama.

"Kompetitor kami banyak. Ada China, Taiwan, Thailand, Vietnam, dan negara lainnya. Karena itu kami harus terus menjaga kualitas sesuai standar yang diminta negara tujuan ekspor, terutama terkait residu pestisida dan keamanan pangan," katanya.

Saat ini sekitar 70 hingga 75 persen ekspor Mitra Tani masih ditujukan ke Jepang. Sisanya dipasarkan ke berbagai negara di lima benua. Tahun ini perusahaan menargetkan ekspor mencapai 10.000 ton, sedangkan pada tahun depan ditingkatkan menjadi 12.000 ton.

"Kami optimistis target itu bisa tercapai. Dengan kualitas yang terus dijaga dan dukungan para petani serta pemerintah daerah, kami yakin volume ekspor dapat meningkat menjadi 12 ribu ton tahun depan," ungkapnya.


Selain edamame dan okra, Mitra Tani juga mengekspor berbagai komoditas hortikultura lain, seperti buncis, terong, pare, hingga brokoli yang mulai diterima pasar internasional.

Kunjungan tersebut juga meninggalkan kesan positif bagi para peserta asal Jepang. Mereka mengaku terkesan melihat kondisi kebun edamame yang tertata rapi, tanaman yang tumbuh subur, serta kualitas hasil panen yang dinilai sangat baik.

"Mereka sangat antusias. Saat melihat langsung kebun, mereka mengatakan tanamannya luar biasa. Setelah mencicipi produknya, mereka juga menilai rasa dan tampilannya sangat bagus," jelasnya Yogi.


Selain produk segar, rombongan juga diperkenalkan dengan inovasi olahan berupa jus edamame dan jus okra. Minuman tersebut mendapat respons positif dari para tamu.

"Jus edamame dan jus okra ternyata disukai. Produknya sudah kami buat, tetapi memang belum kami komersialkan karena masih perlu kajian mengenai kemasan tetrapack dan biaya produksinya agar nantinya benar-benar layak dipasarkan," terangnya.

Di sisi lain, dukungan Pemerintah Kabupaten Jember dinilai menjadi modal penting dalam memperluas pasar domestik. Bupati Jember Dr.Muhammad Fawait terus mendorong edamame dan okra sebagai produk unggulan daerah, bahkan mengusulkan agar edamame dijadikan welcome snack di hotel-hotel.

"Pak Bupati sangat mendukung. Beliau bahkan mengusulkan agar edamame menjadi suguhan penyambutan di hotel-hotel sebagai identitas produk unggulan Jember," katanya.

Tags : #BupatiJember #GusFawait #Edamame #MitraTani27 #TamuJepang #enewsindoJember

Ikuti Kami :

Komentar