Detail Berita

Hukum & Politik

Aksi Unjuk Rasa Menggema di Jakarta, Mahasiswa Desak Evaluasi Kebijakan Pemerintah

Pewarta : Redaksi

12 Juni 2026

15:47

Aksi demonstrasi mahasiswa di Jakarta berlangsung di sejumlah titik strategis (Foto : Istimewa)

JAKARTA, enewsindo.co.id - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) memicu gelombang aksi unjuk rasa di berbagai daerah. Pada Jumat (12/6/2026), demonstrasi berlangsung di sejumlah titik strategis di Jakarta, termasuk kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) dan sekitar Monumen Nasional (Monas).

Aksi tersebut diikuti oleh mahasiswa dan elemen masyarakat yang menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai berdampak pada kondisi ekonomi nasional.

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia menjadi salah satu kelompok yang menggelar aksi di Bundaran HI dengan membawa sejumlah tuntutan terkait pengelolaan anggaran negara, harga kebutuhan pokok, hingga evaluasi berbagai program pemerintah.

Massa yang hadir menyuarakan aspirasi mereka sebagai bentuk respons terhadap situasi ekonomi yang dinilai semakin membebani masyarakat.

"Jadi ada lima pokok tuntutan kami besok. Sudah dirangkum berdasarkan konsolidasi BEM seluruh fakultas di UI," ujar Dimas, Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Indonesia,

Ia menjelaskan bahwa tuntutan tersebut mencakup penghentian pemborosan APBN, penurunan harga pokok dan BBM, evaluasi sejumlah program pemerintah, penolakan militerisme di ranah sipil, serta desakan agar pemerintah mengakui kesalahan dan tidak menghindari kritik publik.

Dimas juga menegaskan bahwa aksi tersebut terbuka bagi masyarakat yang memiliki aspirasi serupa dan tidak terafiliasi dengan kelompok tertentu.

Gelombang protes serupa juga muncul di Bandung. Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi menggelar aksi di depan Gedung DPRD Jawa Barat dengan membawa isu kenaikan harga BBM, kondisi perekonomian nasional, hingga pengesahan Undang-Undang Polri.

Para peserta aksi menilai sejumlah kebijakan yang diambil pemerintah berpotensi memberikan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

"Itu yang kemudian kami soroti karena itu akan berdampak kepada sektoral-sektoral kehidupan yang ada di masyarakat sehari-hari begitu," kata Khalid Syaiful, Presiden Mahasiswa UPI Bandung,

Menurutnya, pelemahan nilai tukar rupiah dan berbagai persoalan ekonomi lainnya perlu menjadi perhatian karena berpengaruh terhadap stabilitas kehidupan masyarakat. Selain itu, ia juga menyoroti pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai masih menyisakan berbagai persoalan.

Sementara itu, aksi demonstrasi di Makassar, Sulawesi Selatan, berlangsung di depan Gedung DPRD Kota Makassar dan diwarnai aksi pembakaran ban. Massa yang tergabung dalam Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) menyampaikan tuntutan terkait stabilitas nilai tukar rupiah, penolakan kenaikan harga Pertamax, serta pencabutan UU Polri yang baru disahkan.

"Melemahnya rupiah berpotensi meningkatkan harga berbagai barang dan jasa. Ini kemudian mendorong kenaikan harga di tingkat konsumen," ujar Fajar Wasis, Panglima GAM,

Ia menilai pemerintah perlu segera mengambil langkah konkret untuk menjaga kestabilan nilai rupiah agar dampaknya tidak semakin dirasakan oleh masyarakat luas. (*)



Tags : #AksiMahasiswa #JakartaHariIni #UI #BundaranHI #DemoMahasiswa

Ikuti Kami :

Komentar