Detail Berita

Hukum & Politik

DPRD Jember Desak Pembenahan Sistem Keselamatan Pantai Selatan

Pewarta : Redaksi

08 Juni 2026

11:25

Nilam Noor Fadhilah soroti keselamatan wisata pantai selatan. (Foto: Istimewa)

JEMBER, enewsindo.co.id- Komisi B DPRD Jember meminta Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) untuk segera melakukan evaluasi dan pembenahan menyeluruh terhadap sistem keselamatan di kawasan wisata pantai selatan.

Desakan tersebut muncul setelah sejumlah peristiwa kecelakaan laut yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir dan menyebabkan korban jiwa. Menurut dewan, aspek keamanan pengunjung harus menjadi prioritas utama dalam pengelolaan destinasi wisata bahari.

Anggota Komisi B DPRD Jember, Nilam Noor Fadhilah, menilai langkah konkret perlu segera dilakukan agar potensi risiko di kawasan pantai dapat diminimalkan.

Ia menegaskan bahwa fungsi pengawasan yang dijalankan DPRD akan diperkuat untuk memastikan seluruh pihak terkait benar-benar menjalankan tanggung jawabnya dalam menjaga keselamatan masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke pantai selatan Jember.

Dalam keterangannya kepada radarjember.jawapos.com, Nilam menegaskan bahwa keselamatan manusia tidak boleh diabaikan.

“Pengawasan akan kami perketat. Kami ingin memastikan pemkab juga harus segera berbenah. Karena ini menyangkut nyawa manusia,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa upaya perbaikan tidak boleh berhenti pada wacana, melainkan harus diwujudkan melalui tindakan nyata di lapangan.

Komisi B juga mendorong penerapan standar keselamatan yang berlaku bagi seluruh pengelola destinasi pantai, baik yang berada di bawah pengelolaan pemerintah daerah, Perhutani, maupun kelompok sadar wisata (Pokdarwis).

Keberadaan pos pantau, petugas penyelamat yang terlatih, serta peralatan evakuasi darurat dinilai sebagai kebutuhan mendasar yang harus tersedia di setiap lokasi wisata yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Selain itu, sinergi antarinstansi dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan kawasan wisata yang aman. Disporabudpar diharapkan terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk melakukan pemetaan wilayah rawan kecelakaan serta memperkuat penyampaian informasi kepada pengunjung melalui papan peringatan dan regulasi yang jelas.

Edukasi kepada nelayan dan komunitas pemancing juga perlu dilakukan secara berkala agar mereka memahami karakteristik ombak pantai selatan yang dikenal cukup ekstrem.

DPRD Jember menilai pembenahan sistem keselamatan tidak hanya bertujuan mengurangi angka kecelakaan, tetapi juga menjaga citra sektor pariwisata daerah. Keindahan destinasi wisata pantai harus diimbangi dengan jaminan keamanan yang memadai sehingga masyarakat dapat berwisata dengan rasa nyaman.

Menjelang periode libur panjang, seluruh pengelola pantai diharapkan melakukan audit kesiapan fasilitas penyelamatan sebagai langkah antisipasi untuk mencegah terjadinya korban di masa mendatang. (*)


Tags : #fyp #beritajember #dprd #infojember

Ikuti Kami :

Komentar