Detail Berita

Hukum & Politik

Ratusan Warga Geruduk DPRD Magetan, Tuntut Tambang Ditutup dan Alat Berat Ditarik

Pewarta : Redaksi

05 Juni 2026

16:40

Ratusan warga mendatangi kantor DPRD Magetan untuk menyampaikan penolakan terhadap aktivitas tambang galian C (Foto: Istimewa)

MAGETAN, enewsindo.co.id - Kekecewaan warga Desa Sayutan, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, semakin memuncak setelah rapat dengar pendapat (RDP) terkait aktivitas tambang galian C belum menghasilkan keputusan penghentian operasional tambang.

Ratusan warga yang mendatangi DPRD Magetan berharap ada langkah tegas untuk menghentikan aktivitas pertambangan yang dinilai berpotensi merusak lingkungan.

Perwakilan warga, Dakun, mengatakan masyarakat merasa kecewa karena tuntutan utama mereka belum mendapatkan kepastian. Menurutnya, aktivitas tambang dikhawatirkan berdampak pada sumber mata air, aliran sungai, hingga kawasan makam leluhur di sekitar lokasi.

"Yang jelas masyarakat kecewa dengan hasil RDP ini. Tambang itu sudah merusak lingkungan dan harus ditutup. Warga hanya ingin lingkungan tetap lestari dan tidak rusak," ujar Dakun.

Selain persoalan lingkungan, warga juga menyoroti potensi kerusakan jalan desa yang selama ini dibangun secara swadaya oleh masyarakat. Jalan tersebut kini menjadi akses kendaraan pengangkut material tambang sehingga dikhawatirkan mengalami kerusakan.

Warga menilai aktivitas pertambangan tidak sebanding dengan dampak yang harus ditanggung masyarakat, terutama jika nantinya infrastruktur desa mengalami kerusakan akibat lalu lintas kendaraan berat yang melintas setiap hari.

Menanggapi tuntutan warga, Wakil Ketua DPRD Magetan, Puthut Pujiono, menjelaskan bahwa hasil RDP menyepakati pembentukan tim verifikasi yang terdiri dari DPRD, pemerintah daerah, dan Inspektur Tambang Jawa Timur.

Tim tersebut akan melakukan peninjauan langsung ke lokasi guna memastikan kondisi lapangan sesuai dengan dokumen perizinan yang dimiliki perusahaan.

"Hasil pertemuan hari ini disepakati pembentukan tim yang akan turun ke lapangan. Tim ini nantinya akan melihat secara detail kondisi di lokasi dan mencocokkannya dengan perizinan yang dimiliki perusahaan," kata Puthut.

Meski telah disepakati pembentukan tim verifikasi, langkah tersebut belum mampu meredam kekecewaan warga. Sebagian masyarakat tetap mendesak agar aktivitas tambang segera dihentikan dan alat berat ditarik dari lokasi.

Warga bahkan memberikan ultimatum agar tuntutan mereka segera ditindaklanjuti demi mencegah dampak lingkungan yang lebih luas. (*)

Tags : #Demo #Penolakan #DPRDMagetan #TolakTambang #TambangGalianC

Ikuti Kami :

Komentar