Detail Berita

Ekonomi & Bisnis

Tanam Perdana Tembakau 2026, PTPN I Regional 5 Bidik Mutu Top Grade dan Perluas Areal Klaten

Pewarta : Evelyne

04 Juni 2026

10:43

Tanam Perdana Tembakau 2026 di Klaten ( foto : Evelyne )

KLATEN, enewsindo.co.id - PTPN I Regional 5 resmi memulai musim tanam tembakau tahun 2026 di Kabupaten Klaten. Kegiatan tanam perdana tersebut sekaligus ditandai dengan penyerahan bantuan pompa air kepada kelompok tani sebagai dukungan menghadapi musim kemarau dan upaya peningkatan kualitas hasil panen.

Region Head PTPN I Regional 5 Subagiyo mengatakan, luas areal tanam tembakau di Klaten tahun ini meningkat dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya, dari 25 hektare menjadi 50 hektare. Peningkatan tersebut tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan petani mitra.

“Ini merupakan tanam perdana tembakau tahun 2026 yang juga disertai penyerahan bantuan pompa air sebagai bentuk kepedulian perusahaan kepada masyarakat dan kelompok tani,” ujarnya, Kamis (4/6/2026).


Menurut Subagiyo, Klaten memiliki sejarah panjang sebagai daerah penghasil tembakau. Karena itu, perusahaan berharap kejayaan tembakau di wilayah tersebut dapat kembali terwujud melalui pengembangan areal tanam secara bertahap.

“Kami berharap ke depan luas tanam bisa berkembang hingga 300 sampai 400 hektare seperti masa lalu. Jika itu tercapai, dampaknya akan sangat besar terhadap pemberdayaan masyarakat karena sektor ini menyerap banyak tenaga kerja,” katanya.

Sementara itu, General Manager Kebun Tembakau PTPN I Regional 5, Syaifuddin Zuhri, SP, menjelaskan target produksi tembakau di Klaten tahun ini disamakan dengan standar yang diterapkan di Jember. Produksi ditargetkan mencapai 700 kilogram tembakau kering per hektare dengan komposisi 30 persen mutu A atau top grade, serta total produksi kering sekitar 1.700 kilogram.

“Tahun lalu target produksi sudah tercapai. Tantangan kami sekarang adalah meningkatkan kualitas karena nilai ekonomi tertinggi ada pada tembakau top grade,” ujarnya.

Untuk mencapai target tersebut, perusahaan fokus pada pemenuhan kebutuhan air dan perlindungan tanaman dari serangan hama selama musim kemarau. Menurutnya, kondisi cuaca kering di Klaten justru menjadi faktor pendukung untuk menghasilkan mutu tembakau yang lebih baik.

Syaifuddin menjelaskan, varietas yang dikembangkan di Klaten mengadopsi tembakau asal Jember karena memiliki karakter yang sesuai dengan kebutuhan pasar cerutu. Namun, karena masih tergolong komoditas baru di daerah tersebut, kualitas tembakau Klaten masih terus disempurnakan.

“Fokus utama kami tahun ini adalah mutu. Jika target 30 persen mutu A tercapai, maka pendapatan petani dan perusahaan juga akan meningkat karena harga jualnya jauh lebih tinggi,” tegasnya.

Selain berkontribusi pada sektor ekonomi, pengembangan tembakau juga memberikan dampak sosial yang signifikan. Satu kali penanaman dapat menyerap sekitar 75 tenaga kerja. Dengan rencana 10 kali penanaman selama musim berlangsung, sedikitnya 750 orang terlibat langsung. Secara keseluruhan, areal seluas 50 hektare diperkirakan mampu memberdayakan 1.000 hingga 1.200 tenaga kerja dalam satu musim.

Di sisi pemasaran, perusahaan juga terus membuka peluang ekspor dengan menjajaki pasar baru di Rusia dan China, serta melakukan komunikasi dengan mitra di Jerman untuk mendukung perluasan areal tembakau Klaten.

Dalam kesempatan itu, Subagiyo juga mengajak seluruh pihak untuk mengawali musim tanam dengan semangat kebersamaan dan doa. Menurutnya, ikhtiar usaha harus dibarengi ketakwaan kepada Tuhan sebagai landasan utama dalam menjalankan setiap kegiatan. (*)

Tags : #TanamPerdana2026 #TembakauKlaten #PTPN1Regional5 #PetaniSejahtera #TembakauCerutu #KlatenBangkit #TopGrade30Persen #PanenBerkualitas #EksporTembakau #enewsindo

Ikuti Kami :

Komentar