Detail Berita
Korban Kebakaran Saat Berusia 10 Bulan, Firdaus Butuh Perhatian Pemerintah
Pewarta : Adil
04 Juni 2026
20:43
Firdauz korban kebakaran sejak berusia 10 bulan pakai Baju Biru Batik ( foto : Adil)
NIAS SELATAN, enewsind.co.id - Nasib pilu masih membayangi kehidupan Firdaus Laia. Remaja yang kini duduk di bangku kelas VIII SMP Negeri 1 Aramo itu harus menjalani hari-harinya dengan keterbatasan fisik akibat luka bakar parah yang dialaminya sejak bayi.
Tragedi itu terjadi pada 10 Oktober 2013 sekitar pukul 04.00 WIB. Saat usia Firdaus baru 10 bulan, rumah yang ditempatinya di Kecamatan Aramo, Kabupaten Nias Selatan, dilalap si jago merah. Kebakaran yang diduga dipicu ledakan kompor gas tersebut merenggut nyawa kedua orang tuanya.
Di tengah kobaran api yang menghanguskan rumah dan merenggut orang-orang terkasihnya, Firdaus menjadi satu-satunya anggota keluarga yang berhasil selamat. Namun, keselamatan itu harus dibayar mahal. Luka bakar serius yang dideritanya menyebabkan kedua tangan dan kakinya mengalami cacat permanen.
Hingga kini, Firdaus masih harus berjuang menjalani aktivitas sehari-hari. Kedua tangannya tidak dapat berfungsi secara normal sehingga hampir seluruh kebutuhan dasarnya masih bergantung pada bantuan orang lain.
Kondisi tersebut mengundang keprihatinan berbagai pihak. Meski telah berlalu lebih dari satu dekade sejak musibah itu terjadi, Firdaus dinilai belum mendapatkan penanganan maupun perhatian maksimal yang dapat membantunya memperoleh kehidupan yang lebih layak.
Ketua DPC Pro Jurnalmedia Siber (PJS) Kabupaten Nias Selatan, Pidar Ndruru, bersama pengurus PJS AFS Buulolo, turun mengunjungi Firdaus. Mereka melihat kondisi remaja tersebut sekaligus mendengarkan berbagai kebutuhan yang masih belum terpenuhi.
"Kami berharap pemerintah hadir dan memberikan perhatian nyata kepada Firdaus, baik dalam bentuk bantuan sosial, layanan kesehatan, maupun fasilitas penunjang agar ia dapat menjalani kehidupan dengan lebih layak," ujar Pidar, Kamis (4/6/2026) kepada enewsindo.
Menurutnya, Firdaus membutuhkan dukungan berkelanjutan agar dapat memperoleh akses kesehatan yang memadai serta kesempatan untuk menjalani kehidupan yang lebih mandiri.
Sementara itu, Sokhizatulo Laia selaku orang tua angkat Firdaus mengaku berharap adanya perhatian dari pemerintah, khususnya melalui Dinas Sosial dan instansi terkait lainnya.
"Kami sangat berharap ada perhatian dari pemerintah. Firdaus membutuhkan bantuan, baik dari segi kesehatan maupun kebutuhan sehari-hari," katanya.
Kisah Firdaus menjadi potret nyata bagaimana dampak sebuah musibah dapat berlangsung hingga bertahun-tahun setelah kejadian. Di tengah keterbatasan yang dialaminya, ia tetap berusaha menempuh pendidikan dan menjalani kehidupan seperti anak-anak seusianya.
Selain itu, peristiwa tersebut juga menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya kewaspadaan dalam penggunaan peralatan rumah tangga, terutama kompor gas, guna menghindari risiko kebakaran yang dapat menimbulkan korban jiwa.
Kini, harapan besar tertuju pada kepedulian pemerintah dan berbagai pihak agar Firdaus Laia dapat memperoleh bantuan yang dibutuhkan, sehingga masa depannya tetap terbuka meski harus hidup dengan keterbatasan fisik akibat tragedi yang merenggut kedua orang tuanya. (*)
Komentar
Berita Terbaru
Ekonomi & Bisnis
Nias Selatan Siap Pamerkan Warisan Leluhur Lewat Maniamolo Fest 2026
4 Juni 2026
21:30
Hukum & Politik
Korban Kebakaran Saat Berusia 10 Bulan, Firdaus Butuh Perhatian Pemerintah
4 Juni 2026
20:43
Hukum & Politik
Evaluasi Pj Kepala Desa Jember Perkuat Tata Kelola Pemerintahan Desa
4 Juni 2026
17:40
Hukum & Politik
Polresta Banyuwangi Gelar Bakti Kesehatan Sambut Hari Bhayangkara ke-80
4 Juni 2026
17:39
Hukum & Politik
Nanik Sudaryati Deyang Pimpin BGN, Gerindra Bondowoso Beri Dukungan dan Harapan Baru
4 Juni 2026
17:32