Detail Berita
Diskusi Publik Rumah Kebangsaan Banyuwangi Bahas Kondusivitas Demokrasi
Pewarta : Hakim Said
12 Mei 2026
12:12
Diskusi Publik di Rumah Kebangsaan Banyuwangi (foto : Hakim Said )
BANYUWANGI, enewsindo.co.id - Diskusi publik bertema “Menjaga Kondusivitas Banyuwangi di Tengah Dinamika Demokrasi dan Kebebasan Berpendapat” yang digelar Rumah Kebangsaan Banyuwangi, Senin malam (11/5/2026, berlangsung hangat dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Kegiatan yang digelar di Rumah Kebangsaan Banyuwangi, Jalan Kapten Piere Tendean Gang Rumah Kebangsaan Nomor 1–3 Karangrejo, Banyuwangi, itu dihadiri tokoh agama, aktivis sosial, akademisi, mahasiswa, hingga unsur lintas sektoral.
Salah satu tokoh yang hadir dalam forum tersebut adalah Ketua MKKS SMP Swasta Kabupaten Banyuwangi Ainul Yakin atau yang akrab disapa Gus Inul.
Dalam keterangannya, Gus Inul menilai ruang diskusi publik seperti yang digelar Rumah Kebangsaan Banyuwangi penting untuk menjaga komunikasi antar elemen masyarakat agar tetap harmonis dan produktif.
“Demokrasi harus dijaga dengan kedewasaan berpikir dan sikap saling menghormati. Perbedaan pendapat adalah hal biasa, tetapi persatuan dan kondusivitas Banyuwangi harus tetap menjadi prioritas bersama,” ujar Gus Inul.
Ia juga menilai keterlibatan tokoh pendidikan dalam forum kebangsaan diperlukan untuk memberikan teladan kepada generasi muda tentang pentingnya dialog yang santun dan beretika.
“Dunia pendidikan memiliki tanggung jawab moral membangun karakter generasi muda agar tidak mudah terprovokasi, tetapi mampu menjadi bagian dari solusi sosial,” katanya.
Sementara itu, Ketua Rumah Kebangsaan Banyuwangi Hakim Said mengapresiasi kehadiran berbagai tokoh masyarakat dalam kegiatan tersebut, termasuk Gus Inul yang dinilai konsisten mendukung penguatan nilai persatuan dan kebangsaan.
“Rumah Kebangsaan Banyuwangi hadir sebagai ruang komunikasi bersama. Kami ingin seluruh elemen masyarakat duduk bersama, berdiskusi, dan menjaga Banyuwangi tetap damai serta harmonis,” kata Hakim Said.
Menurut dia, situasi demokrasi yang sehat harus dibangun melalui komunikasi terbuka, bukan konflik maupun saling menjatuhkan di ruang publik dan media sosial.
“Kondusivitas daerah adalah tanggung jawab bersama. Karena itu sinergi tokoh agama, pendidikan, pemuda, dan masyarakat sangat penting agar Banyuwangi tetap menjadi daerah yang aman, nyaman, dan penuh toleransi,” ujarnya.
Diskusi publik tersebut berlangsung interaktif dengan berbagai pandangan dan masukan peserta terkait pentingnya menjaga stabilitas sosial, memperkuat budaya gotong royong, serta membangun komunikasi sehat di tengah kebebasan berpendapat. (*)
Komentar
Berita Terbaru
Hukum & Politik
Cegah Warga Jadi Korban TPPO, Imigrasi Jember Perkuat Edukasi hingga Pelosok Desa
10 Agustus 2026
15:48
Hukum & Politik
Upacara Senin Jadi Momentum, Pj Sekda Tagih Penyelesaian Temuan BPK
10 Agustus 2026
13:48
Pendidikan & Teknologi
Berangkat ke Jambore Nasional, Kontingen Pramuka Jember Diminta Jaga Akhlak dan Nama Baik Daerah
10 Agustus 2026
13:37
Pendidikan & Teknologi
Kadisdik Kediri Dorong MKKS-MGMP Jadi Motor Pendidikan Bermutu
10 Agustus 2026
10:33
Hukum & Politik
Bedah Rumah di Jember Tak Hanya Soal Hunian, Pemkab Siapkan Integrasi dengan Layanan Kesehatan
10 Agustus 2026
07:41