Detail Berita

Hukum & Politik

Pick up Melebar ke Kanan, Truk Pengangkut Udara di Kencong Jember Terguling

Pewarta : Redaksi

08 Mei 2026

16:49

Warga membantu proses evakuasi kendaraan usai kecelakaan lalu lintas di jalan Kencong pada 8 Mei 2026 (foto: istimewa)

JEMBER, enewsindo.co.id - Kecelakaan lalu lintas terjadi di ruas jalan penghubung Kencong–Tanggul, tepatnya di Dusun Pondok Waluh, Desa Kencong, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, Jumat pagi (8/5/2026). Insiden tersebut melibatkan sebuah mobil pick up dan truk pengangkut udara hingga menyebabkan truk terguling di sisi kiri jalan.

Peristiwa itu sontak mengundang perhatian warga sekitar karena suara benturan terdengar cukup keras. Sejumlah pengendara yang melintas bahkan sempat menghentikan kendaraan untuk melihat kondisi korban dan membantu proses evakuasi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, kecelakaan bermula saat mobil pick up yang dikemudikan Muhammad Agus Priyanto melaju dari arah selatan menuju utara. Di dalam kendaraan tersebut turut terdapat seorang penumpang bernama Siti Aminah.

Diduga pengemudi pick up kehilangan konsentrasi saat berkendara sehingga kendaraan melebar ke kanan hingga melintasi garis marka jalan. Pada waktu bersamaan, dari arah berlawanan melaju sebuah truk pengangkut udara yang dikemudikan Fatur Rosy, warga Kecamatan Tanggul.

Karena jarak kedua kendaraan yang sudah terlalu dekat, tabrakan tidak dapat dihindari. Benturan keras terjadi di bagian depan kendaraan hingga membuat truk kehilangan kendali dan akhirnya terguling di tepi jalan.

Kanit Lalu Polsek Kencong, Aipda Benny Angga Setiawan SH, mengatakan pihaknya menerima laporan dari masyarakat tidak lama setelah kejadian berlangsung. Petugas kemudian langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan dan pengamanan arus lalu lintas.

“Begitu menerima laporan dari warga, kami langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP sekaligus mengatur arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan,” ujar Aipda Benny saat ditemui di lokasi kejadian, Jumat pagi.

Menurut Benny, dugaan sementara penyebab kecelakaan berasal dari faktor human error atau kelalaian pengemudi pick up yang diduga kehilangan fokus saat berkendara.

“Pengemudi pick up diduga kurang konsentrasi sehingga kendaraan melebar ke kanan dan melewati marka jalan. Dari arah berlawanan ada truk yang melaju normal. Sopir truk sebenarnya sudah berusaha menghindar dengan membanting setir ke kiri, tetapi karena kondisi jalan dan jarak terlalu dekat, truk justru terperosok lalu terguling,” jelasnya.

Akibat kecelakaan tersebut, bagian depan mobil pick up mengalami kerusakan cukup parah. Sementara truk pengangkut udara terlihat terguling dengan posisi roda berada di atas. Muatan di dalam truk juga sempat berserakan di sekitar lokasi kejadian.

Warga sekitar yang mengetahui kejadian langsung berdatangan untuk memberikan pertolongan kepada korban. Beberapa warga membantu mengeluarkan penumpang dari dalam kendaraan sebelum petugas datang ke lokasi.

Salah seorang warga setempat, Hadi (45), mengaku mendengar suara benturan keras dari arah jalan raya. Saat keluar rumah, dirinya melihat truk sudah dalam kondisi terguling di pinggir jalan.

“Tadi suaranya keras sekali. Warga langsung keluar rumah dan membantu korban. Untungnya semua selamat meski kendaraan rusak cukup parah,” kata Hadi.

Beruntung dalam peristiwa tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Penumpang mobil pick up, Siti Aminah, mengalami luka ringan dan langsung mendapat penanganan medis. Sementara kedua sopir dilaporkan selamat tanpa luka serius.

Petugas kepolisian kemudian melakukan evakuasi kendaraan dengan bantuan warga dan kendaraan derek agar jalur Kencong–Tanggul kembali normal. Selama proses evakuasi berlangsung, arus lalu lintas sempat mengalami perlambatan karena banyak pengendara mengurangi kecepatan saat melintas di lokasi kejadian.

Benny mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat berkendara, terutama pada pagi hari ketika kondisi tubuh belum sepenuhnya prima. Ia menegaskan bahwa faktor kelelahan dan kurang konsentrasi masih menjadi penyebab dominan kecelakaan lalu lintas.

“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Kalau kondisi tubuh lelah, mengantuk, atau tidak fokus, sebaiknya berhenti dulu untuk beristirahat. Jangan memaksakan diri karena bisa membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” tegasnya.

Hingga saat ini, Satlantas Polsek Kencong masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kecelakaan dan menghitung total kerugian akibat insiden tersebut. (*)

Tags : #fyp #beritajember #kecelakaan #infojember

Ikuti Kami :

Komentar