Detail Berita

Hukum & Politik

Lansia di Genteng Kulon Banyuwangi Ditemukan Meninggal di Kamar Mandi

Pewarta : Redaksi

08 Mei 2026

13:51

Suasana rumah korban di Desa Genteng Kulon, usai penemuan jenazah Sutrisno pada 7 Mei 2026 (foto: istimewa)

BANYUWANGI enewsindo.co.id - Warga Dusun Kopen, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, digegerkan dengan penemuan seorang pria lanjut usia yang ditemukan meninggal dunia di kamar mandi rumahnya pada Kamis (7/5/2026). Korban diketahui bernama Sutrisno (72), seorang petani yang selama ini tinggal seorang diri di rumahnya di RT 13/RW 02 Desa Genteng Kulon.

Penemuan jasad korban bermula ketika seorang warga bernama Karnoto yang sehari-hari membantu membersihkan halaman rumah korban mencium bau tidak sedap dari dalam rumah. Curiga dengan kondisi tersebut, saksi kemudian mencoba mencari sumber bau dengan masuk ke dalam rumah korban.

Kapolsek Genteng, Kompol Edy Priswanto, menjelaskan bahwa saksi awalnya tidak menaruh curiga karena korban memang dikenal jarang keluar rumah dan hidup sendiri. Namun bau menyengat yang tercium dari area rumah membuat saksi memutuskan untuk melakukan pengecekan.

“Awalnya saksi Kartono yang kesehariannya membersihkan halaman rumah Saudara Sutrisno mendapati adanya bau busuk di area rumah korban. Karena curiga, saksi kemudian masuk ke dalam rumah untuk mencari sumber bau tersebut,” ujar Kompol Edy Priswanto saat dikonfirmasi.

Saksi kemudian memeriksa beberapa ruangan mulai dari kamar tidur hingga ruang tamu. Namun bau semakin menyengat ketika berada di area dapur dan kamar mandi rumah korban.

“Saat saksi menuju kamar mandi tepatnya di WC, korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi duduk dan tubuh bersandar pada tembok,” jelas Kapolsek.

Temuan tersebut langsung membuat warga sekitar geger. Beberapa warga yang mengetahui kejadian itu segera berdatangan ke lokasi sebelum akhirnya pihak kepolisian dari Polsek Genteng tiba untuk melakukan penanganan.

Petugas kemudian memasang garis polisi di sekitar rumah korban dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Tim medis bersama aparat kepolisian selanjutnya mengevakuasi jenazah korban ke RSUD Genteng guna dilakukan pemeriksaan luar.

Saat ditemukan, kondisi tubuh korban disebut sudah membiru dan sebagian tubuh mulai dipenuhi belatung. Polisi memperkirakan korban telah meninggal dunia sekitar empat hari sebelum ditemukan warga.

“Dari kondisi jenazah saat ditemukan, korban diperkirakan meninggal dunia sejak Senin (4/5/2026),” kata Kompol Edy.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis yang dilakukan oleh dokter RSUD Genteng, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dokter memastikan korban meninggal dunia akibat sakit yang selama ini dideritanya.

“Hasil pemeriksaan luar dari tim medis menyatakan tidak ditemukan luka ataupun tanda kekerasan. Korban diduga meninggal karena sakit,” terang Kapolsek Genteng.

Dokter pemeriksa dari RSUD Genteng, dr. Junaedi Malik, juga memastikan bahwa kondisi tubuh korban menunjukkan tanda-tanda kematian alami akibat penyakit yang dialami korban dalam beberapa waktu terakhir.

“Tidak ditemukan adanya unsur kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara korban meninggal karena faktor kesehatan,” ujar dr. Junaedi Malik.

Menurut informasi warga sekitar, Sutrisno dikenal sebagai sosok pendiam yang sehari-hari bekerja sebagai petani. Sejak beberapa tahun terakhir korban tinggal seorang diri di rumahnya setelah anggota keluarganya menetap di luar daerah.

“Beliau memang tinggal sendiri. Kadang tetangga melihat beliau duduk di depan rumah atau pergi ke sawah,” ujar salah satu warga sekitar.

Warga mengaku tidak mengetahui secara pasti kondisi kesehatan korban. Namun dalam beberapa hari terakhir, rumah korban memang terlihat sepi dan tidak ada aktivitas seperti biasanya.

“Karena korban tinggal sendiri, warga juga tidak tahu kalau beliau ternyata sudah meninggal beberapa hari,” tambah warga lainnya.

Pihak keluarga korban yang datang ke lokasi kejadian tampak syok saat mengetahui kondisi Sutrisno. Meski demikian, keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban.

Keponakan korban, R. Erica Anggraini, mengatakan pihak keluarga sudah ikhlas menerima kejadian tersebut dan tidak ingin memperpanjang proses hukum karena korban memang memiliki riwayat sakit.

“Keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan tidak menuntut proses hukum apa pun,” ujar Erica.

Hal senada juga disampaikan sepupu korban, Pak Suryo, yang menyebut keluarga telah sepakat menolak autopsi dan meminta jenazah segera dimakamkan.

“Kami dari keluarga sudah menerima kejadian ini. Korban memang sakit dan tinggal sendirian di rumah,” katanya.

Pernyataan penolakan autopsi tersebut kemudian dituangkan secara tertulis di hadapan petugas kepolisian sebagai syarat administrasi penanganan kasus.

Dalam proses penanganan kejadian ini, Polsek Genteng melakukan sejumlah langkah mulai dari mendatangi lokasi kejadian, mengamankan area rumah korban, meminta keterangan saksi, menghubungi keluarga korban hingga melakukan evakuasi jenazah ke rumah sakit.

Kompol Edy Priswanto memastikan bahwa dari hasil penyelidikan sementara tidak ditemukan unsur tindak pidana dalam kematian Sutrisno.

“Peristiwa ini murni karena faktor kesehatan dan tidak ditemukan indikasi tindak kriminal,” tegasnya.

Usai proses pemeriksaan selesai dilakukan, jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Suasana duka menyelimuti rumah korban saat keluarga dan warga sekitar berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir. (*)


Tags : #PenemuanMayat #Genteng #banyuwangi #beritajember #fyp

Ikuti Kami :

Komentar