Detail Berita
Geger Penemuan Mayat Lansia di Halaman Belakang Kantor MUI Banyuwangi
Pewarta : Redaksi
08 Mei 2026
13:47
Petugas kepolisian saat melakukan evakuasi jenazah lansia yang ditemukan meninggal di belakang Kantor MUI Banyuwangi, Kamis 7 Mei 2026 (foto: istimewa)
BANYUWANGI enewsindo.co.id - Warga Lingkungan Karangente, Kelurahan Sobo, Kecamatan Banyuwangi, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria di halaman belakang Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banyuwangi pada Kamis pagi (7/5/2026).
Korban diketahui bernama Sulamto HS (67), seorang buruh harian lepas asal Jalan Banterang, Kelurahan Kampung melayu, yang selama ini tinggal di lingkungan kantor tersebut.
Penemuan jenazah korban sontak membuat warga sekitar berdatangan ke lokasi. Aparat kepolisian dari Polsek Banyuwangi bersama Unit Identifikasi Polresta Banyuwangi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) setelah menerima laporan dari masyarakat.
Kapolsek Banyuwangi, AKP Hendry Christianto, menjelaskan bahwa korban pertama kali ditemukan oleh adik kandungnya sendiri, Suyono (66), sekitar pukul 07.30 WIB. Menurut Hendry, saksi awalnya datang ke kantor sejak pagi untuk melakukan aktivitas rutin membersihkan area kantor.
“Sekitar pukul 05.30 WIB saksi datang ke Kantor MUI Banyuwangi untuk menyapu halaman seperti biasanya. Saat itu saksi tidak melihat sandal korban di tempat biasa sehingga mengira korban sedang berada di kamar mandi,” ujar AKP Hendry Christianto saat dikonfirmasi wartawan.
Namun hingga dua jam kemudian, korban tak kunjung terlihat. Hal itu membuat saksi mulai merasa curiga dan berusaha mencari keberadaan kakaknya di sekitar area kantor.
“Karena korban tidak muncul-muncul hingga pukul 07.30 WIB, saksi kemudian mencari ke belakang gedung. Saat itulah korban ditemukan sudah dalam keadaan tergeletak di semak-semak rerumputan dan dipastikan sudah meninggal dunia,” jelasnya.
Temuan tersebut langsung dilaporkan kepada warga sekitar dan diteruskan ke pihak kepolisian. Petugas yang datang ke lokasi segera memasang garis polisi dan melakukan pemeriksaan awal terhadap tubuh korban maupun kondisi di sekitar lokasi penemuan.
AKP Hendry menambahkan, berdasarkan hasil pemeriksaan luar oleh tim medis RSUD Blambangan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. Polisi menduga Sulamto meninggal dunia akibat komplikasi penyakit diabetes kronis yang selama ini dideritanya.
“Hasil pemeriksaan luar dari tim medis tidak ditemukan luka ataupun tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara korban meninggal karena sakit yang dideritanya,” terang Hendry.
Menurutnya, korban diperkirakan baru meninggal beberapa jam sebelum ditemukan. Hal itu diperkuat dari kondisi tubuh korban saat dilakukan pemeriksaan awal di lokasi kejadian.
“Korban diperkirakan meninggal dunia beberapa jam sebelum ditemukan oleh saksi. Tidak ada indikasi tindak pidana dalam peristiwa ini,” imbuhnya.
Dari informasi yang dihimpun petugas, Sulamto diketahui hidup seorang diri di lingkungan Kantor MUI Banyuwangi. Untuk kebutuhan makan sehari-hari, korban biasanya dibantu oleh saudaranya bernama Sumilah yang rutin mengantarkan makanan.
Namun dalam beberapa hari terakhir, kondisi korban disebut mulai menurun. Di saat yang sama, Sumilah juga dikabarkan sedang sakit sehingga tidak bisa mengirim makanan kepada korban seperti biasanya.
“Dari keterangan keluarga, adik korban yang biasanya mengantar makanan sedang sakit selama empat hari terakhir. Kondisi itu diduga membuat korban semakin lemah karena faktor usia dan penyakit diabetes yang dideritanya,” kata Kapolsek.
Sejumlah warga sekitar mengaku mengenal korban sebagai sosok pendiam dan jarang berinteraksi dengan banyak orang. Meski tinggal di area kantor, Sulamto disebut sering membantu pekerjaan ringan di sekitar lingkungan tersebut.
“Saya sering lihat beliau duduk di depan kantor atau bersih-bersih halaman. Orangnya pendiam dan tidak pernah membuat masalah,” ujar salah seorang warga sekitar yang enggan disebut namanya.
Sementara itu, suasana duka menyelimuti keluarga korban saat proses evakuasi berlangsung. Pihak keluarga terlihat pasrah menerima kejadian tersebut dan memilih tidak melanjutkan pemeriksaan autopsi.
“Keluarga korban sudah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Penolakan tersebut juga sudah dituangkan dalam surat pernyataan resmi,” ungkap Hendry.
Surat penolakan autopsi tersebut dibuat di hadapan petugas kepolisian dan perangkat kelurahan setempat sebagai bentuk persetujuan keluarga atas hasil pemeriksaan medis awal.
Usai proses identifikasi dan visum luar selesai dilakukan, jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Polisi memastikan penanganan kasus telah selesai karena tidak ditemukan unsur pidana dalam kematian korban. (*)
Komentar
Berita Terbaru
Ekonomi & Bisnis
Peternak Unggas Bergerak, Pemerintah Siapkan 20 Triliun untuk Bangun Ekosistem Ayam Nasional
8 Mei 2026
17:48
Hukum & Politik
Pemkot Kediri Gelar Gerakan Indonesia ASRI di Kawasan Sumber Jiput
8 Mei 2026
17:33
Hukum & Politik
Pemkot Kediri Serahkan Kendaraan Operasional Untuk KKMP Ngronggo dan Tosaren
8 Mei 2026
17:18
Hukum & Politik
Pick up Melebar ke Kanan, Truk Pengangkut Udara di Kencong Jember Terguling
8 Mei 2026
16:49
Hukum & Politik
Pria Berprofesi Badut di Mojokerto Bunuh Mertua dan Aniaya Istri, Dipicu Penolakan Hubungan Suami Istri
8 Mei 2026
16:25