Detail Berita

Pendidikan & Teknologi

TKA Trenggalek Minim Gangguan, Partisipasi Tinggi Cerminkan Adaptasi Digital Sekolah

Pewarta : Redaksi

29 April 2026

15:15

Siswa SD mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) berbasis daring dengan pendampingan guru di ruang kelas (foto : Redaksi)

TRENGGALEK, enewsindo.co.id Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD dan SMP di Kabupaten Trenggalek berlangsung nyaris tanpa kendala berarti. Tingkat partisipasi siswa yang mendekati 100 persen dinilai mencerminkan kesiapan sekolah dalam mengadopsi sistem ujian berbasis digital.

Sejak dimulai pada 20 April 2026, gangguan yang muncul di awal pelaksanaan relatif kecil dan dapat segera diatasi. Kondisi ini menunjukkan respons cepat dari sekolah, terutama dalam menangani kendala teknis di lapangan.

Kepala Dinas Pendidikan Trenggalek, Agus Dwi Karyanto, mengatakan stabilitas pelaksanaan TKA tidak terlepas dari kesiapan satuan pendidikan dan peran aktif guru. “Sejak hari pertama pelaksanaan berjalan lancar. Di awal memang ada kendala, tetapi hingga saat ini semua dapat teratasi dan siswa dapat mengikuti dengan baik,” ujarnya.

Menurut dia, tidak adanya kendala signifikan selama pelaksanaan juga menunjukkan kesiapan infrastruktur dan mekanisme pendampingan di sekolah. “Jika ada gangguan internet, guru langsung membantu. Sampai sekarang tidak ada kendala berarti,” katanya.

Partisipasi siswa yang hampir menyentuh 100 persen juga menjadi indikator lain keberhasilan pelaksanaan TKA tahun ini. Ketidakhadiran peserta, kata Agus, umumnya disebabkan faktor non-teknis. “Keikutsertaan hampir 100 persen. Kalau ada yang tidak ikut biasanya karena sakit atau izin,” ucapnya.

Di tingkat sekolah, strategi teknis turut berperan menjaga kelancaran ujian. Kepala SDN 2 Surodakan, Fajjariatul Khatimah, menjelaskan pelaksanaan TKA di sekolahnya diikuti 89 siswa kelas 6 yang dibagi dalam beberapa sesi.

“Pelaksanaan dibagi menjadi dua gelombang dengan tiga sesi setiap hari, masing-masing diikuti 14 hingga 15 siswa,” ujarnya.

Pembagian ini, menurut dia, menjadi cara untuk menyesuaikan kapasitas perangkat dan menjaga stabilitas jaringan selama ujian berlangsung. Ujian dilaksanakan pukul 07.00 hingga 13.00 WIB menggunakan Chromebook, dengan materi literasi, numerasi, dan karakter.

Fajjariatul menambahkan, hingga hari kedua pelaksanaan tidak ditemukan kendala berarti. Sekolah juga memberikan tambahan jam belajar bagi siswa sebagai bentuk penguatan kesiapan akademik. “Sejauh ini tidak ada kendala berarti,” katanya.

Pelaksanaan yang relatif lancar ini tidak hanya menjadi indikator kesiapan teknis, tetapi juga menunjukkan pergeseran peran guru sebagai pendamping dalam ekosistem pembelajaran digital. Selain itu, hasil TKA diharapkan menjadi dasar evaluasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Nilai TKA juga mulai berperan dalam sistem seleksi pendidikan lanjutan. Hasil ujian tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam penerimaan peserta didik baru jenjang SMP melalui jalur prestasi.

Dengan pelaksanaan yang stabil hingga mendekati akhir jadwal pada 30 April 2026, TKA di Trenggalek memberi gambaran bahwa transformasi digital di pendidikan dasar mulai berjalan lebih matang, tidak hanya pada aspek teknologi, tetapi juga pada kesiapan sumber daya manusia di sekolah. (*)

Tags : #TKA2026 #PendidikanTrenggalek #UjianDaring #SekolahDasar #LiterasiNumerasi #enewsindo

Ikuti Kami :

Komentar