Detail Berita

Hukum & Politik

Relokasi Gerbong Wanita Dinilai Belum Jadi Solusi Keselamatan Kereta

Pewarta : Redaksi

29 April 2026

13:53

Menteri PPPA Arifah Fauzi saat memberikan pernyataan terkait usulan penempatan gerbong wanita di tengah rangkaian KRL. (Foto: Istimewa)

BEKASI, enewsindo.co.id - Anggota DPR RI dari Fraksi PDIP, Selly Andriany Gantina, menanggapi usulan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, terkait penempatan gerbong khusus perempuan di tengah rangkaian KRL pascakecelakaan di Bekasi Timur.

Ia menilai gagasan tersebut dapat dipahami sebagai langkah cepat untuk mengurangi risiko, namun belum bisa dianggap sebagai solusi menyeluruh atas persoalan keselamatan transportasi publik.

Selly menekankan bahwa fokus utama seharusnya tidak berhenti pada pengaturan posisi gerbong, melainkan pada pembenahan sistem keselamatan perkeretaapian secara menyeluruh.

Ia mengingatkan pentingnya memastikan seluruh penumpang mendapatkan perlindungan yang setara tanpa memindahkan potensi risiko ke kelompok lain.

“Usulan itu bisa dibaca sebagai langkah mitigasi sementara, tetapi belum cukup disebut solusi komprehensif. Solusi yang benar adalah memperbaiki sistem, bukan sekadar memindahkan posisi penumpang,” ujarnya seperti dikutip dari detik.com.

Lebih lanjut, ia juga mendorong evaluasi total terhadap berbagai aspek keselamatan, mulai dari sistem persinyalan, prosedur darurat, hingga desain perlindungan penumpang saat terjadi kecelakaan.

Menurutnya, keberadaan gerbong khusus perempuan harus tetap dimaknai sebagai bentuk perlindungan dari kekerasan di ruang publik, bukan sekadar pengaturan posisi fisik dalam rangkaian kereta. “Keselamatan publik tidak boleh berbasis siapa yang ditempatkan sebagai tameng risiko,” tegasnya. (*)


Tags : #fyp #beritajember #keretaapi #bekasi

Ikuti Kami :

Komentar