Detail Berita

Ekonomi & Bisnis

KPI Jember Perkuat UMKM, Sabun dari Limbah Jadi Produk Unggulan

Pewarta : Evelyne

29 April 2026

13:55

Valeria Grosi menunjukkan produk sabun hasil olahan limbah rumah tangga dalam kegiatan peringatan Hari Kartini oleh KPI Jember (foto : Evelyne)

JEMBER, enewsindo.co.id - Kepedulian terhadap lingkungan mengantarkan Valeria Grosi, Kelompok Kepentingan Lansia di Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Kabupaten Jember, menekuni usaha pengolahan limbah rumah tangga menjadi produk bernilai guna. Salah satu inovasinya adalah pembuatan sabun dari minyak jelantah dan bahan organik yang selama ini kerap terbuang.

Valeria mengungkapkan, sebagian besar sampah rumah tangga, terutama sampah organik yang jumlahnya bisa mencapai sekitar 80 persen, sejatinya masih dapat dimanfaatkan kembali. Berangkat dari kesadaran tersebut, ia mulai mengolah limbah dapur, khususnya minyak goreng bekas, menjadi sabun ramah lingkungan.

“Dari minyak jelantah itu kami olah menjadi sabun yang aman digunakan. Selain itu, kami juga memanfaatkan bahan alami seperti bunga kenanga yang disuling, hingga ampas kopi untuk dijadikan sabun kopi,” ujarnya, saat acara peringatan Hari Kartini yang digelar Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Cabang Jember, Rabu (29/4/2026).

Usaha ini telah dirintis selama kurang lebih empat tahun, dengan produksi sabun berjalan intensif dalam tiga tahun terakhir. Produk yang dihasilkan hadir dalam berbagai bentuk, seperti bulat dan kotak, dengan fungsi yang sama untuk kebutuhan mandi maupun perawatan wajah. Valeria menegaskan, seluruh proses produksi dilakukan tanpa menggunakan bahan berbahaya.

 “Kami tidak memakai zat kimia berisiko seperti alkohol tertentu. Semua bahan berasal dari sumber yang ramah lingkungan, sehingga aman dipakai,” jelasnya.

Tak hanya fokus pada produksi, Valeria juga aktif melakukan pendampingan pengelolaan limbah di lembaga pendidikan. Dalam setahun terakhir, ia bersama tim KPI mulai masuk ke pondok pesantren untuk mengedukasi pemanfaatan sampah menjadi produk bernilai ekonomi.

“Harapannya, masyarakat tidak lagi melihat limbah sebagai sesuatu yang harus dibuang, tetapi bisa diolah menjadi sumber penghasilan tambahan,” tambahnya.

Sementara itu, KPI Jember juga mendorong penguatan ekonomi melalui program bazar UMKM yang dikoordinasikan oleh Parmeswari. Program ini bertujuan mewadahi para pelaku usaha, khususnya perempuan, untuk memasarkan produknya.

“Bazar ini sudah berjalan sejak sebelum Ramadan. Awalnya pagi hari, lalu sempat berubah ke sore hari. Setelah libur Lebaran, dalam waktu dekat akan kami buka kembali,” kata Maislari.

Dalam bazar tersebut, berbagai produk UMKM ditawarkan, mulai dari makanan tahan lama, kue basah, roti, camilan kering, hingga minuman herbal. Produk ramah lingkungan seperti sabun, ekoenzim, dan pestisida alami juga turut meramaikan.

Saat ini, lebih dari 20 pelaku UMKM tergabung dalam KPI Jember. Mayoritas merupakan ibu rumah tangga, single parent, hingga pensiunan yang berupaya bangkit secara ekonomi melalui usaha mandiri.

“Produk unggulan kami di antaranya jamu herbal, hasil pelatihan roti, serta aneka produk kering. Ke depan, kami juga akan memperluas pemasaran produk kerajinan seperti anyaman dan bunga kering,” ujarnya.

Melalui sinergi antara kepedulian lingkungan dan pemberdayaan ekonomi, KPI Jember berharap dapat mendorong UMKM lokal semakin berkembang sekaligus menciptakan solusi berkelanjutan bagi persoalan sampah rumah tangga. (*)

Tags : #KPIJember #PerempuanLansia #UMKMNaikKelas #OlahanLimbah #SabunLimbah #EkonomiKreatif #HariKartini #PerempuanBerdaya #enewsindo

Ikuti Kami :

Komentar