Detail Berita

Pendidikan & Teknologi

96 Peserta Pelatda Magang Jepang Kediri Lulus, 41 Kantongi Kontrak Kerja

Pewarta : Siddik

23 April 2026

20:44

Peserta Pelatda Magang Jepang Kabupaten Kediri bersama jajaran pejabat berdiri saat acara penutupan di Convention Hall SLG Kediri (foto : Siddik)

KEDIRI, enewsindo.co.id – Program Pelatihan Daerah (Pelatda) Magang Jepang hasil kerja sama Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kediri dengan Kementerian Ketenagakerjaan RI dan IM Japan resmi ditutup, Rabu (22/4/2026).

Penutupan berlangsung di Convention Hall Simpang Lima Gumul (SLG) Kediri dan dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri, Dr. M. Solikin, M.A.P, sebagai tanda peserta melanjutkan ke tahap Pelatihan Nasional (Pelatnas).

Pelatda yang digelar secara boarding sejak 18 Februari hingga 24 April 2026 ini diikuti 104 peserta. Dari jumlah tersebut, sebanyak 96 peserta dinyatakan lulus tahap akhir. Bahkan, 41 peserta di antaranya telah mengantongi kontrak kerja di Jepang.

Program ini menjadi bagian dari seleksi ketat untuk mencetak tenaga kerja yang disiplin, tangguh, serta siap secara fisik dan mental menghadapi budaya kerja di Negeri Sakura.


Sekda Kabupaten Kediri, Dr. M. Solikin, M.A.P menegaskan bahwa capaian tersebut harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.

“Reputasi tenaga kerja Indonesia sudah baik. Ini harus dipertahankan, bahkan ditingkatkan. Kuncinya ada pada kesiapan mental, fisik, dan kemampuan beradaptasi,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kediri, Ibnu Imad, S.Sos, menekankan bahwa program magang Jepang bukan sekadar pelatihan kerja, melainkan pembentukan karakter.

“Disiplin, etos kerja, dan kemampuan adaptasi budaya menjadi kunci utama agar mereka bisa bertahan dan sukses di Jepang,” ujarnya.

Seluruh peserta harus melewati serangkaian evaluasi ketat, mulai dari tes bahasa Jepang, kemampuan fisik, hingga medical check-up. Hasilnya, hanya 96 peserta yang mampu bertahan hingga tahap akhir dari total 104 peserta awal.

Dari peserta yang lulus, 41 orang telah memastikan keberangkatan melalui kontrak kerja di Jepang. Sementara sisanya masih menunggu proses penempatan di berbagai sektor industri, yang mencakup sedikitnya 25 bidang pekerjaan.

Perwakilan IM Japan menyebutkan, Indonesia masih menjadi tulang punggung dalam program magang di Jepang. Saat ini, sekitar 6.800 peserta asal Indonesia tercatat aktif bekerja di berbagai perusahaan di negara tersebut.

“Sekitar 70 persen peserta program ini berasal dari Indonesia. Ini menunjukkan kepercayaan besar Jepang terhadap kualitas tenaga kerja kita,” ungkapnya.

Pemerintah Kabupaten Kediri juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari Kementerian Ketenagakerjaan, IM Japan, lembaga pelatihan, hingga orang tua peserta.

Secara terpisah, Direktur PT Kazoku Indonesia Center, Moh Doni Irwanto, menilai program ini menjadi peluang besar bagi generasi muda Kediri untuk meraih pengalaman kerja internasional.

“Program magang Jepang ini diharapkan menjadi pintu pembuka bagi generasi muda Kediri untuk mendapatkan pengalaman kerja global sekaligus membawa dampak ekonomi nyata saat kembali ke tanah air,” pungkasnya. (*)

Tags : #MagangJepang #Kediri #Disnaker #IMJapan Pelatda #TenagaKerja SDMunggul #enewsindo

Ikuti Kami :

Komentar