Detail Berita
Pemulangan Jenazah PMI Asal Jember, Cermin Tanggung Jawab Pemerintah hingga Akhir
Pewarta : Evelyne
22 April 2026
14:21
Janazah Malyono PMI Desa Paleran, Kecamatan Umbulsari, Kabupaten Jember sampai dirumah duka (foto : Istimewa)
JEMBER, enewsindo.co.id - Kepulangan jenazah Malyono, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Paleran, Kecamatan Umbulsari, Kabupaten Jember, pada Selasa (21/4/2026), menghadirkan lebih dari sekadar kabar duka.
Peristiwa ini menjadi potret bagaimana perlindungan terhadap pekerja migran diuji, sekaligus bagaimana negara berupaya hadir hingga ke titik paling akhir kehidupan warganya di perantauan.
Malyono meninggal dunia di Malaysia karena sakit. Proses pemulangannya ke tanah air berlangsung melalui tahapan panjang yang melibatkan koordinasi lintas pihak.
Di tingkat daerah, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Jember melakukan monitoring sejak kedatangan jenazah hingga penyerahan kepada keluarga di rumah duka.
Kehadiran pemerintah daerah dalam proses ini tidak hanya dimaknai sebagai tugas administratif, tetapi juga bentuk tanggung jawab moral. Di tengah suasana duka, keluarga tidak dibiarkan menghadapi proses pemulangan sendirian.
Staf pelaksana Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Jember, Maspurwadi, mengatakan bahwa monitoring tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan menyeluruh kepada PMI.
“Monitoring pemulangan jenazah ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada PMI asal Kabupaten Jember. Kami memastikan proses pemulangan berjalan dengan baik hingga sampai di rumah duka, sekaligus menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan,” ujar Maspurwadi.
Ia menambahkan, perlindungan terhadap PMI tidak berhenti pada saat penempatan kerja di luar negeri, tetapi juga mencakup kondisi darurat, termasuk ketika pekerja migran meninggal dunia.
“Kami berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, dan semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Pemerintah akan terus hadir dalam memberikan pendampingan dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya bagi PMI dan keluarganya,” katanya.
Dalam perspektif yang lebih luas, peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya tata kelola penempatan pekerja migran yang aman dan sesuai prosedur. Jalur resmi tidak hanya menjadi syarat administratif, tetapi juga pintu masuk bagi perlindungan negara, mulai dari keberangkatan, masa kerja, hingga penanganan ketika terjadi musibah.
Pemulangan jenazah Malyono menjadi cermin bahwa sistem perlindungan PMI tidak hanya diukur dari kebijakan di atas kertas, tetapi dari kehadiran nyata negara di lapangan. Di tengah kompleksitas persoalan pekerja migran, kecepatan, kepastian, dan empati dalam penanganan kasus menjadi indikator penting kepercayaan publik.
Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Jember menegaskan akan terus memperkuat pelayanan dan perlindungan bagi PMI. Upaya ini diarahkan untuk membangun sistem ketenagakerjaan yang lebih aman, tertib, dan berkelanjutan, agar setiap warga yang bekerja ke luar negeri tetap berada dalam jangkauan perlindungan negara, bahkan dalam situasi paling genting sekalipun.
Komentar
Berita Terbaru
Hukum & Politik
Koperasi Merah Putih Banyuwangi Terima 18 Armada Truk, Siap Genjot Ekonomi
22 April 2026
16:11
Hukum & Politik
Kasus Pencurian Meteran Air di Banyuwangi Terbongkar, Pelaku Menyamar Petugas
22 April 2026
15:24
Hukum & Politik
Pemulangan Jenazah PMI Asal Jember, Cermin Tanggung Jawab Pemerintah hingga Akhir
22 April 2026
14:21
Hukum & Politik
ASN Jember Turun Langsung Verifikasi Data Kemiskinan
22 April 2026
11:11
Pendidikan & Teknologi
Perempuan Harus Memilih, Punya Pilihan
22 April 2026
08:47