Detail Berita
Trenggalek Alokasikan Pinjaman Rp70 Miliar untuk Jalan dan Pariwisata
Pewarta : Evelyne
21 April 2026
16:54
Bupati Trenggalek berikan cidramata ke PT SMI di pendopo setempat (foto : Istimewa)
TRENGGALEK, enewsindo.co.id - Pemerintah Kabupaten Trenggalek mulai merinci pemanfaatan pinjaman sebesar Rp70 miliar sebagai bagian dari strategi mendorong kemandirian ekonomi daerah.
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin mengatakan alokasi anggaran akan difokuskan pada pembangunan infrastruktur jalan serta pengembangan sektor pariwisata dan kawasan perkotaan.
“Kalau pembagiannya sesuai yang kita usulkan, Rp41 miliar untuk infrastruktur jalan, kemudian sekitar Rp29 miliar untuk pariwisata dan perbaikan kota,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sebagian pembiayaan di sektor pariwisata juga diarahkan untuk mengoptimalkan potensi kawasan bendungan dan sekitarnya, termasuk pengembangan wisata berbasis edukasi dan sejarah.
Salah satu proyek yang disiapkan adalah revitalisasi mesin kopi peninggalan Belanda yang diharapkan dapat kembali beroperasi sebagai sarana produksi sekaligus atraksi wisata.
“Target kita mesin kopi peninggalan Belanda itu bisa berfungsi lagi. Jadi selain kopinya bisa dijual, masyarakat juga bisa merasakan pengalaman bagaimana dulu proses roasting kopi dilakukan,” katanya.
Selain pengembangan kopi, kawasan tersebut juga akan diperkuat melalui pengolahan hasil peternakan susu. Pemerintah daerah berencana menghadirkan mesin sterilisasi guna meningkatkan nilai tambah produk lokal.
Menurut Arifin, langkah tersebut sejalan dengan program nasional peningkatan gizi masyarakat, di mana susu hasil produksi peternak lokal dapat diolah dan didistribusikan untuk kebutuhan sekolah.
“Kita siapkan dari pasteurisasi, sterilisasi sampai pengemasan. Harapannya bisa mendukung program makan bergizi gratis sekaligus memperkuat ekonomi peternak lokal,” ujarnya.
Ia menambahkan, skema tersebut bertujuan agar hasil produksi peternak tidak lagi bergantung pada distribusi ke luar daerah. Dengan pengolahan di dalam daerah, nilai ekonomi dapat dinikmati langsung oleh masyarakat Trenggalek.
Lebih lanjut, Arifin menekankan pentingnya pengelolaan aset daerah sebagai sumber pendapatan baru. Pemerintah daerah, kata dia, tidak bisa terus bergantung pada pajak sebagai sumber utama pendapatan asli daerah (PAD).
“Kalau tidak ingin membebani masyarakat dengan kenaikan pajak, maka kita harus kreatif mengelola aset yang kita miliki agar bisa menghasilkan pendapatan,” katanya.
Ia menilai pengembangan sektor usaha berbasis potensi lokal menjadi kunci untuk meningkatkan kemandirian fiskal daerah, sehingga pembiayaan yang dilakukan tidak hanya menjadi beban, tetapi juga mampu menciptakan ekosistem ekonomi baru yang berkelanjutan. (*)
Komentar
Berita Terbaru
Ekonomi & Bisnis
Pemerintah Prioritaskan Pemugaran Rumah Adat Hilinawalo Fau, Dorong Pelestarian Budaya Nias Selatan
5 Juni 2026
19:11
Hukum & Politik
Direktur Baru RSUD dr. Mohammad Zyn Dilantik, Bupati Sampang Tekankan Pelayanan Humanis dan Profesional
5 Juni 2026
19:05
Hukum & Politik
Akses ke Pelabuhan Ketapang Lumpuh, Antrean Truk Mengular Hingga Terminal Sri Tanjung
5 Juni 2026
16:50
Hukum & Politik
Ratusan Warga Geruduk DPRD Magetan, Tuntut Tambang Ditutup dan Alat Berat Ditarik
5 Juni 2026
16:40
Hukum & Politik
Mendaki Lewat Jalur Ilegal, Pendaki Semeru Terjatuh ke Jurang dan Sempat Hilang
5 Juni 2026
16:36