Detail Berita
Bupati Fawait Rangkul Kiai, Santri Jember Disiapkan Beasiswa hingga Timur Tengah
Pewarta : Evelyne
20 Juli 2026
21:14
Bupati Jember Gus Fawait bertemu dengan para Kiai di Pakusari (foto: Evelyne)
JEMBER, enewsindo.co.id - Bupati Jember Muhammad Fawait, S.E., M.Sc memperkuat sinergi dengan kalangan pondok pesantren melalui pembentukan Forum Komunikasi Pondok Pesantren.
Forum ini menjadi jembatan komunikasi langsung antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember dan para kiai agar berbagai program pemerintah maupun aspirasi pesantren dapat tersampaikan tanpa hambatan.
Dalam pertemuan di Camping Farm Desa Jatian Kecamatan Pakusari bersama para pengasuh pondok pesantren, Fawait menginstruksikan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) segera membentuk grup komunikasi yang melibatkan para kiai atau perwakilannya dari seluruh Kabupaten Jember.
"Forum Komunikasi Pondok Pesantren ini murni untuk menjembatani antara Pemerintah Kabupaten Jember dengan pondok pesantren se-Kabupaten Jember," ujar Fawait, Senin malam (20/7/2026).
Pada kesempatan itu, ia juga memaparkan sejumlah program prioritas yang telah berjalan. Salah satunya adalah layanan berobat gratis bagi seluruh warga ber-KTP Jember di rumah sakit seluruh Indonesia.
"Kami memastikan seluruh warga Jember yang memiliki KTP Jember sekarang sudah bisa berobat gratis di rumah sakit di seluruh Indonesia. Ini menjadi salah satu terobosan pertama kami," katanya.
Tak hanya itu, mulai 24 Juli mendatang Pemkab Jember akan meluncurkan program Home Care atau dokter pribadi bagi masyarakat kurang mampu. Melalui program tersebut, tenaga kesehatan akan mendatangi pasien langsung ke rumah untuk melakukan pemeriksaan dan pendampingan.
"Masyarakat akan kami datangi satu per satu ke rumahnya. Kalau membutuhkan perawatan di rumah sakit, kami akan mengantarkan secara langsung," tutur Fawait.
Di bidang pendidikan, Pemkab Jember juga memberikan perhatian khusus kepada pondok pesantren melalui bantuan dan program beasiswa. Menurutnya, meski nilai bantuan tahun ini belum besar, kebijakan tersebut merupakan bentuk penghargaan atas kontribusi pesantren dalam membangun sumber daya manusia.
"Tahun ini memang masih kecil, tetapi ini bentuk apresiasi kami kepada seluruh pondok pesantren yang ada di Kabupaten Jember," ucapnya.
Fawait menjelaskan, Pemkab Jember membuka program beasiswa untuk enam kategori, termasuk kategori khusus bagi santri. Santri yang mengajukan beasiswa wajib menyertakan surat keterangan dari pondok pesantren sebagai bukti statusnya.
Selain bantuan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT), para penerima juga memperoleh bantuan biaya hidup dengan nilai maksimal sekitar Rp11 juta per tahun dan dapat digunakan untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi mana pun di Indonesia.
"Harapan kami, ke depan beasiswa untuk santri tidak hanya bisa dimanfaatkan di kampus-kampus dalam negeri, tetapi juga sampai ke Universitas Al-Azhar di Mesir maupun perguruan tinggi di China," katanya.
Mengakhiri sambutannya, Fawait meminta doa dan dukungan para kiai agar dapat menjalankan amanah sebagai Bupati Jember dengan baik.
"Saya mohon doa dari para kiai agar diberikan keselamatan dan kekuatan untuk menjalankan amanah ini demi kemajuan Kabupaten Jember," ujar Fawait. (*)
Komentar
Berita Terbaru
Hukum & Politik
Kapolres Nias Selatan Sambangi Kejari, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum
20 Juli 2026
21:28
Hukum & Politik
Bupati Fawait Rangkul Kiai, Santri Jember Disiapkan Beasiswa hingga Timur Tengah
20 Juli 2026
21:14
Hukum & Politik
Polres Sampang Amankan 17 Tersangka Kasus Persetubuhan Anak, 10 Orang Masih Diburu
20 Juli 2026
18:48
Hukum & Politik
Bupati Fawait Perkuat Program Pro-Rakyat, Home Care 50 Armada Meluncur 24 Juli
20 Juli 2026
18:41
Hukum & Politik
Ketua DPC PJS Nias Selatan Sambut Kapolres Baru, Harap Perkuat Sinergi dengan Insan Pers
20 Juli 2026
18:17