Detail Berita
Pemkab Trenggalek Dorong Kopdes Berbasis Potensi Lokal untuk Perkuat Ekonomi Desa
Pewarta : Evelyne
20 April 2026
18:11
Kepala Dinas Komindag Trenggalek Saniran saat memberikan keterangan (foto : Redaksi)
TRENGGALEK, enewsindo.co.id - Pemerintah Kabupaten Trenggalek melalui Dinas Komunikasi, Informatika, dan Perdagangan (Komindag) mendorong pengembangan Koperasi Desa (Kopdes) berbasis potensi lokal sebagai strategi penguatan ekonomi masyarakat desa.
Kepala Dinas Komindag Trenggalek, Saniran, mengatakan setiap desa didorong mengembangkan unit usaha yang sesuai dengan karakter dan kebutuhan wilayah masing-masing, bukan mengikuti pola usaha seragam.
“Bidangnya banyak, ada gerai sembako, pergudangan, apotek, simpan pinjam, dan gerai lainnya sesuai potensi daerah,” ujar Saniran, Senin (20/4/2026).
Ia menegaskan pemerintah daerah tidak membatasi jenis usaha yang dijalankan Kopdes. Desa diberi keleluasaan menentukan sektor usaha paling relevan, dengan syarat didukung analisis bisnis yang matang.
“Silakan sesuai potensi masing-masing desa. Tapi harus diawali dengan analisis bisnis yang tepat untuk koperasinya,” katanya.
Menurut Saniran, tidak semua jenis usaha harus dijalankan oleh setiap Kopdes. Penentuan sektor usaha perlu mempertimbangkan tingkat kebutuhan dan urgensi masyarakat setempat.
“Tidak wajib semua. Dilihat mana yang paling urgent sesuai kondisi desa,” ujarnya.
Berdasarkan evaluasi sementara, sektor sembako menjadi salah satu usaha paling potensial karena berkaitan langsung dengan kebutuhan pokok masyarakat. Selain itu, sektor pertanian juga dinilai memiliki prospek baik di sejumlah wilayah.
Sementara di daerah terpencil, layanan kesehatan seperti klinik dan apotek dinilai penting untuk meningkatkan akses pelayanan masyarakat.
Pengembangan Kopdes di Trenggalek saat ini telah memasuki tahap kedua. Jika tahap awal difokuskan pada pendirian dan legalitas, kini program berlanjut ke pembangunan sarana dan prasarana serta operasional.
Hingga Maret 2026, sebanyak 14 Kopdes telah menyelesaikan pembangunan. Jumlah tersebut kini bertambah menjadi 15 unit yang siap beroperasi.
“Yang sudah selesai 100 persen sebelumnya 14, sekarang sudah bertambah jadi 15,” kata Saniran.
Kopdes yang telah rampung juga mulai mendapatkan dukungan operasional, termasuk fasilitas kendaraan untuk menunjang kegiatan usaha.
Pemerintah berharap pengembangan Kopdes berbasis potensi lokal ini mampu menjadi penggerak ekonomi desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (*)
Komentar
Berita Terbaru
Hukum & Politik
500 Mahasiswa Gelar Aksi #IndonesiaCemas di DPRD Jember, Soroti BBM hingga Program MBG
15 Juni 2026
16:59
Hukum & Politik
Percobaan Curanmor di Randuagung Gagal, Pelaku Diamankan Warga
15 Juni 2026
16:01
Hukum & Politik
Mengaku Teman Anak, Pria Diduga Lecehkan Lansia di Bondowoso
15 Juni 2026
15:57
Hukum & Politik
Air Laut Meluap ke Daratan, Banjir Rob Rendam Wilayah Pesisir Pasuruan
15 Juni 2026
15:54
Hukum & Politik
Bupati Indah Amperawati Tegaskan Penindakan terhadap Penjual Miras Ilegal
15 Juni 2026
15:47