Detail Berita
Pengadaan Motor Listrik BGN Dinilai Berpotensi Pemborosan
Pewarta : Redaksi
08 April 2026
15:13
Kritik DPR atas pengadaan motor listrik oleh Badan Gizi Nasional dinilai berpotensi boros dan tidak sesuai prioritas program gizi. (Foto: Istimewa)
JAKARTA, enewsindo.co.id - Wakil Ketua Komisi IX DPR, Charles Honoris, mengkritik pengadaan puluhan ribu motor listrik oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Ia menilai kebijakan tersebut berpotensi melanggar tata kelola anggaran apabila benar tidak mendapat persetujuan dari Kementerian Keuangan.
“Tidak boleh ada lembaga yang berjalan di luar mekanisme anggaran yang sah,” tegas Charles.
Ia juga menyoroti potensi pemborosan dalam program tersebut di tengah kondisi fiskal yang menuntut efisiensi. Menurutnya, program Makan Bergizi Gratis (MBG) seharusnya difokuskan pada pemenuhan gizi, bukan pengadaan yang dinilai tidak memiliki urgensi jelas.
“Program gizi bukan program bagi-bagi proyek,” ujarnya.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa pengadaan motor listrik merupakan bagian dari rencana anggaran tahun 2025 untuk mendukung operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ia memastikan jumlah unit tidak sebesar yang beredar dan masih dalam proses administrasi sebelum digunakan.
“Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG,” kata Dadan.
Sementara itu, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan bahwa usulan pengadaan tersebut sebelumnya sempat ditolak. Ia menilai anggaran MBG seharusnya diprioritaskan untuk kebutuhan utama. “Tahun lalu sempat kita tolak pengadaan motor,” ujarnya. (*)
Komentar
Berita Terbaru
Hukum & Politik
Sinergi Aparat, Barang Bukti Inkrah Dimusnahkan
8 April 2026
17:20
Hukum & Politik
Warga Kapuran Puger Turun Jalan Tolak Jam Truk ODOL
8 April 2026
15:51
Hukum & Politik
Mbak Wali Rangkul Muhammadiyah, Perkuat Karakter dan Arah Pembangunan Kota Kediri
8 April 2026
15:46
Hukum & Politik
Mbak Wali Lantik Pengurus Gerkatin Kediri, Dorong Kota Inklusif untuk Tunarungu
8 April 2026
15:31
Hukum & Politik
Pengadaan Motor Listrik BGN Dinilai Berpotensi Pemborosan
8 April 2026
15:13