Detail Berita
Reformasi PDAM Trenggalek, Mas Ipin Tekankan Perubahan Sistem Layanan
Pewarta : Evelyne
02 April 2026
17:29
Bupati Trenggalek MasIpin Ipin memberikan keterangan kepada awak media (Istimewa)
TRENGGALEK, enewsindo.co.id - Upaya reformasi layanan air bersih di Kabupaten Trenggalek memasuki babak baru. Bupati Trenggalek, menegaskan bahwa pembenahan Perumda Tirta Wening (PDAM) tidak lagi sebatas pergantian figur, melainkan perubahan sistem yang menyentuh akar persoalan layanan publik.
Penunjukan sebagai direktur baru menjadi simbol dari arah kebijakan tersebut. Ia dipilih melalui proses seleksi terbuka yang, menurut Bupati yang akrab disapa Mas Ipin, menitikberatkan pada kompetensi dan rekam jejak, bukan kedekatan personal. Pendekatan ini menandai upaya menghadirkan tata kelola yang lebih transparan dan profesional di tubuh perusahaan daerah.
Pelantikan direktur baru itu berlangsung bersamaan dengan pengukuhan delapan pejabat Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Trenggalek. Namun, sorotan utama justru mengarah pada mandat yang diemban pimpinan baru PDAM mempercepat transformasi layanan air bersih yang selama ini masih dihadapkan pada berbagai kendala klasik.
Mas Ipin secara terbuka mengakui adanya persoalan mendasar, mulai dari kebocoran jaringan, efisiensi operasional yang belum optimal, hingga pemanfaatan sumber air yang belum maksimal. Dalam perspektifnya, persoalan tersebut bukan hanya isu teknis, melainkan cerminan dari sistem yang perlu dibenahi secara menyeluruh.
Karena itu, ia meminta direktur baru segera melakukan asesmen komprehensif. Langkah ini dinilai penting untuk memetakan masalah secara akurat sekaligus menyusun strategi perbaikan yang terukur dan berkelanjutan. “Saya ingin pelayanan PDAM bisa lebih progresif,” ujarnya, menegaskan ekspektasi terhadap perubahan kinerja layanan.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga mulai mendorong diversifikasi usaha sebagai bagian dari strategi penguatan keuangan perusahaan. Pengembangan lini Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Tirta Pure diproyeksikan menjadi sumber pendapatan alternatif. Skema “cross cutting” yang dirancang diharapkan mampu menciptakan siklus pembiayaan mandiri, di mana keuntungan usaha dapat dikembalikan untuk meningkatkan kualitas layanan air bersih.
Pendekatan ini memperlihatkan pergeseran paradigma pengelolaan PDAM, dari sekadar penyedia layanan dasar menjadi entitas yang adaptif dan inovatif. Dalam jangka panjang, keberhasilan strategi ini akan sangat bergantung pada konsistensi implementasi serta kemampuan manajemen dalam menjaga keseimbangan antara orientasi bisnis dan pelayanan publik.
Bagi Pemerintah Kabupaten Trenggalek, pembenahan PDAM merupakan bagian dari tanggung jawab memenuhi hak dasar masyarakat atas akses air bersih. Dengan kepemimpinan baru dan arah kebijakan yang lebih terbuka, harapan pun disematkan pada terwujudnya layanan yang lebih andal, terutama dalam menjawab keluhan warga terkait gangguan distribusi yang kerap terjadi, termasuk saat musim hujan.
Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menempatkan pelayanan publik sebagai prioritas, melalui tata kelola yang transparan, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (*)
Komentar
Berita Terbaru
Hukum & Politik
Polres Sampang Resmikan Jembatan Gantung Presisi Merah Putih di Tambengan
21 Mei 2026
02:08
Pendidikan & Teknologi
Bunda PAUD Nias Selatan Lepas Karnaval TKK Pembina Baluse Terpadu
20 Mei 2026
21:42
Hukum & Politik
Polisi Gagalkan Aksi Curanmor di Alfamart Gumukmas
20 Mei 2026
15:28
Hukum & Politik
Nasib 4.591 PPPK Paruh Waktu Nias Selatan Masih Menggantung, Tunggu Keputusan Tiga Kementerian
20 Mei 2026
15:23
Hukum & Politik
Sengketa Tanah Labuan Bajo Memanas, PTUN Kupang Nyatakan SHM Tumpang Tindih Batal Demi Hukum
20 Mei 2026
15:11