Detail Berita

Hukum & Politik

Pencarian Warga Hilang di Sungai Bedadung, Fuji Jember Turun Tangan

Pewarta : Evelyne

16 Maret 2026

20:26

Tim Fuji Jember melakukan pencairan di sungai Bedadung (Evelyne)

JEMBER, enewsindo.co.id - Peristiwa hilangnya seorang warga di aliran tidak hanya memantik kepedulian warga setempat, tetapi juga menggerakkan berbagai unsur relawan dan organisasi olahraga air untuk turun membantu proses pencarian. Salah satunya adalah (FAJI) Kabupaten Jember yang turut bergabung dalam tim pencarian korban.

Korban diketahui bernama M. Misno (71), warga Dusun Curah Ancar RT 003 RW 012, Desa Rambipuji, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember. Ia dilaporkan hilang pada Sabtu 14 Maret 2026 sekitar pukul 15.30 WIB setelah diduga terseret arus sungai yang berada di belakang rumahnya.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, sekitar pukul 14.00 WIB korban meninggalkan rumah untuk mandi di sungai. Dalam perjalanan menuju lokasi, korban sempat bertemu seorang saksi bernama Dava (15). Namun hingga sekitar pukul 15.00 WIB, korban tak kunjung kembali ke rumah.

Khawatir terjadi sesuatu, saksi bersama anak korban kemudian melakukan pencarian di sekitar lokasi sungai. Dalam pencarian tersebut mereka hanya menemukan sepasang sandal milik korban di tepi sungai. Temuan itu memperkuat dugaan bahwa korban terjatuh dan hanyut terbawa arus Sungai Bedadung.

Kejadian tersebut selanjutnya dilaporkan kepada Ketua RT setempat dan diteruskan kepada tim Destana Desa Rambipuji untuk dilakukan penanganan awal sebelum akhirnya melibatkan tim gabungan.

Ketua Harian FAJI Jember, menjelaskan bahwa organisasinya menurunkan tujuh personel yang telah memiliki kemampuan teknis pencarian di sungai menggunakan perahu karet.

Menurutnya, keterlibatan FAJI bukan hanya bentuk solidaritas kemanusiaan, tetapi juga bagian dari pengabdian organisasi olahraga air yang memiliki kompetensi di medan sungai.

“Sudah tiga hari kami melakukan pencarian bersama tim gabungan. Hari ini pencarian dimulai dari Sungai Dam Rowotamtu hingga ke wilayah Balung,” ujarnya (16/3/2026) saat dikonfirmasi awak media. 

Erwin menambahkan, hingga hari ketiga proses penyisiran, korban masih belum ditemukan. Tim gabungan harus menghentikan pencarian sementara karena kondisi mulai gelap dan cuaca yang berangsur mendung.

“Pencarian dihentikan sementara dan akan dilanjutkan kembali besok dengan memperluas area penyisiran di sepanjang aliran sungai,” katanya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa sungai yang selama ini menjadi bagian dari aktivitas harian masyarakat juga menyimpan potensi bahaya, terutama bagi warga lanjut usia yang beraktivitas seorang diri.

Tim gabungan berharap korban dapat segera ditemukan sehingga memberikan kepastian bagi keluarga yang hingga kini masih menunggu kabar dari proses pencarian di sepanjang aliran Sungai Bedadung. (*)

Tags : #FAJIJember #SungaiBedadung #PencarianKorban #Jember #RelawanJember

Ikuti Kami :

Komentar