Detail Berita

Hukum & Politik

Ramadan 2026, Perhutani KPH Bondowoso Gelar Siraman Rohani dan Santuni Anak Yatim

Pewarta : Eko

13 Maret 2026

18:21

Administratur KPH Misbakhul Munir menyerahkan santunan kepada anak yatim dalam kegiatan pembinaan karyawan dan buka bersama keluarga besar Perhutani KPH Bondowoso (Eko)

BONDOWOSO, enewsindo.co.id - Nuansa religius terasa kental di lingkungan Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bondowoso ketika ratusan karyawan, karyawati, dan keluarga besar perusahaan berkumpul dalam kegiatan pembinaan karyawan dan siraman rohani di Masjid Al-Istiqomah, kantor Perhutani KPH Bondowoso, Kamis (12/3/2026). Kegiatan yang digelar dalam momentum tersebut tidak hanya menjadi agenda rutin spiritual perusahaan, tetapi juga ruang refleksi bersama untuk memperkuat nilai moral, etika kerja, serta kepedulian sosial.

Kegiatan yang berlangsung di kawasan kantor Perhutani KPH di itu dihadiri oleh Administratur Perhutani KPH Bondowoso, jajaran manajemen, praktisi hukum dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Abu Nawas , para Asisten Perhutani (Asper), perwakilan Kepala Resort Pemangkuan Hutan (KRPH), pengurus Ikatan Istri Karyawan Perhutani (IIK-P), serta seluruh karyawan dan karyawati.

Sejak pagi, suasana di masjid perusahaan tersebut sudah dipenuhi jamaah yang datang bersama keluarga. Mereka duduk bersila di atas karpet, sebagian membawa kitab kecil atau tasbih. Kegiatan dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menambah kekhusyukan suasana. Ramadhan, bagi sebagian besar peserta, menjadi momen yang tepat untuk sejenak melepaskan diri dari rutinitas pekerjaan lapangan yang padat dan kembali menata niat serta tujuan hidup.

Administratur Perhutani KPH Bondowoso, dalam sambutannya menegaskan bahwa pembinaan spiritual merupakan bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia di lingkungan perusahaan. Menurutnya, profesionalisme kerja tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh integritas moral serta kekuatan spiritual individu.

“Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh karyawan dan keluarga besar Perhutani KPH Bondowoso dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, terlebih di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa perusahaan memandang keseimbangan antara kemampuan profesional dan nilai spiritual sebagai fondasi penting bagi keberlangsungan organisasi. Dalam konteks pengelolaan hutan yang menuntut tanggung jawab besar terhadap lingkungan dan masyarakat, nilai-nilai moral menjadi faktor penting dalam setiap keputusan yang diambil.

“Semoga nilai-nilai kebaikan yang diperoleh dari kegiatan ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam lingkungan keluarga maupun saat menjalankan tugas dan tanggung jawab pekerjaan,” tambahnya.

Pernyataan tersebut mencerminkan pendekatan manajemen modern yang semakin menempatkan aspek karakter dan etika sebagai bagian dari pengembangan organisasi. Di tengah tantangan pengelolaan sumber daya alam yang kompleks, integritas karyawan menjadi salah satu faktor utama keberhasilan.

Puncak kegiatan diisi dengan mauidoh hasanah bertema Hikmah Ramadhan yang disampaikan oleh ulama kharismatik . Dalam tausiyahnya, ia mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan bulan Ramadhan sebagai momentum perubahan diri.

Menurutnya, Ramadhan bukan sekadar ritual ibadah tahunan, melainkan kesempatan untuk melakukan evaluasi diri secara mendalam.

“Ramadhan adalah bulan pendidikan bagi umat Islam. Di bulan ini kita dilatih menahan diri, memperkuat keikhlasan, serta memperbanyak amal kebaikan,” tuturnya.

Ia menekankan bahwa nilai utama dari ibadah puasa adalah kemampuan mengendalikan diri dari hal-hal yang tidak baik, baik dalam perkataan maupun perbuatan. Dalam konteks kehidupan sosial maupun pekerjaan, pengendalian diri tersebut menjadi dasar terciptanya hubungan yang harmonis.

Selain itu, KH Muhammad Yusuf juga mengingatkan pentingnya memperkuat kepedulian sosial terhadap sesama. Menurutnya, salah satu esensi Ramadhan adalah membangun empati kepada mereka yang kurang beruntung.

“Ketika kita merasakan lapar dan dahaga saat berpuasa, di situlah kita belajar memahami kondisi saudara-saudara kita yang hidup dalam keterbatasan,” ujarnya.

Pesan tersebut mendapat perhatian serius dari para peserta yang mengikuti tausiyah dengan khidmat. Beberapa terlihat mengangguk pelan, sementara yang lain mencatat poin-poin penting dari ceramah yang disampaikan.

Selain siraman rohani, kegiatan juga diisi dengan pemberian santunan kepada anak-anak yatim piatu di sekitar wilayah Bondowoso. Santunan tersebut diberikan secara simbolis oleh manajemen Perhutani bersama pengurus IIK-P.

Anak-anak yang hadir tampak antusias menerima bantuan yang diberikan. Mereka datang bersama pendamping dari lingkungan sekitar, sebagian mengenakan pakaian muslim sederhana namun rapi. Momen tersebut menjadi salah satu bagian paling menyentuh dalam rangkaian acara.

Bagi Perhutani KPH Bondowoso, kegiatan sosial seperti ini merupakan bentuk nyata kepedulian perusahaan terhadap masyarakat sekitar. Santunan kepada anak yatim tidak hanya menjadi simbol berbagi, tetapi juga pengingat bahwa keberadaan perusahaan harus memberi manfaat bagi lingkungan sosialnya.

Di tengah suasana Ramadhan, kegiatan berbagi tersebut terasa lebih bermakna. Para karyawan yang hadir pun turut merasakan kebahagiaan ketika melihat senyum anak-anak yang menerima santunan.

Sepanjang kegiatan, suasana kekeluargaan terlihat jelas di antara para peserta. Karyawan yang biasanya sibuk dengan tugas masing-masing di lapangan atau kantor kini memiliki kesempatan untuk berkumpul dan berinteraksi dalam suasana yang lebih santai namun penuh makna.

Bagi sebagian karyawan, kegiatan seperti ini menjadi sarana mempererat hubungan antarpegawai yang mungkin jarang bertemu karena perbedaan wilayah kerja. Interaksi informal yang tercipta dalam kegiatan keagamaan sering kali mampu memperkuat rasa kebersamaan di dalam organisasi.

Peran Ikatan Istri Karyawan Perhutani (IIK-P) juga terlihat aktif dalam menyukseskan acara tersebut. Para anggota IIK-P membantu menyiapkan berbagai kebutuhan kegiatan, mulai dari konsumsi hingga pengaturan peserta.

Kehadiran keluarga dalam kegiatan ini turut menciptakan atmosfer yang lebih hangat. Tidak sedikit karyawan yang datang bersama pasangan dan anak-anak mereka, menjadikan acara tersebut sebagai momen kebersamaan keluarga besar Perhutani.

Melalui kegiatan pembinaan spiritual ini, Perhutani KPH Bondowoso berharap dapat menumbuhkan semangat baru dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab perusahaan. Nilai-nilai spiritual yang diperoleh selama Ramadhan diharapkan mampu memperkuat integritas serta komitmen para karyawan.

Dalam konteks yang lebih luas, kegiatan semacam ini juga mencerminkan pendekatan perusahaan yang menempatkan keseimbangan antara aspek profesional, spiritual, dan sosial. Pendekatan tersebut diyakini mampu menciptakan lingkungan kerja yang sehat sekaligus produktif.

Menjelang berakhirnya acara, para peserta saling bersalaman dan berbincang hangat. Sebagian masih duduk di dalam masjid untuk melanjutkan diskusi ringan, sementara yang lain membantu merapikan perlengkapan kegiatan.

Kehangatan kebersamaan yang tercipta pada hari itu menjadi gambaran bahwa Ramadhan tidak hanya membawa nilai ibadah, tetapi juga memperkuat hubungan antarmanusia. Bagi keluarga besar Perhutani KPH Bondowoso, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kekuatan organisasi tidak hanya terletak pada struktur dan sistem kerja, tetapi juga pada nilai-nilai spiritual serta kebersamaan yang tumbuh di dalamnya. (*)


Tags : #Perhutani #PerhutaniBondowoso #RamadhanBerkah #SiramanRohani #SantunanAnakYatim #BukaBersama #Bondowoso #enewsindo

Ikuti Kami :

Komentar