Detail Berita
Nyepi 2026, Layanan Penyeberangan Ketapang–Gilimanuk Ditutup Sementara
Pewarta : Imam
13 Maret 2026
18:40
Situasi pelabuhan Ketapang jelang nyapi dan lebaran (Istimewa).
BANYUWANGI, enewsindo.co.id - Layanan penyeberangan di lintasan Jawa-Bali akan dihentikan sementara selama perayaan 2026. Penutupan operasional ini merupakan bentuk penghormatan terhadap tradisi keagamaan masyarakat Bali sekaligus upaya menjaga kekhidmatan perayaan yang dikenal sebagai hari penyucian diri dan alam semesta.
Kebijakan tersebut berdampak pada sejumlah pelabuhan utama yang menghubungkan Pulau Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara Barat. Penutupan layanan paling terasa terjadi di lintasan strategis antara dan yang selama ini menjadi jalur utama mobilitas kendaraan dan logistik antara Jawa dan Bali.
Berdasarkan keterangan resmi dari , penutupan layanan penyeberangan akan berlangsung selama tiga hari, mulai 18 hingga 20 Maret 2026.
Di sisi Jawa, operasional di Pelabuhan Ketapang akan dihentikan mulai 18 Maret pukul 17.00 WIB hingga 20 Maret pukul 06.00 WIB. Sementara itu di sisi Bali, aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk dihentikan mulai 19 Maret pukul 05.00 WITA hingga 20 Maret pukul 06.00 WITA.
Selain lintasan utama Jawa–Bali, penghentian sementara juga dilakukan pada beberapa pelabuhan lain yang terhubung dengan Bali dan Nusa Tenggara Barat. Operasional di akan ditutup mulai 18 Maret pukul 21.00 WITA hingga 20 Maret pukul 01.30 WITA.
Sedangkan layanan di dihentikan mulai 19 Maret pukul 04.00 WITA hingga 20 Maret pukul 11.30 WITA.
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menjelaskan bahwa penghentian operasional penyeberangan tersebut merupakan kebijakan nasional yang diatur oleh pemerintah. Penyesuaian layanan dilakukan berdasarkan surat pengaturan operasional dari Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.
Menurutnya, kebijakan tersebut mencerminkan prinsip transportasi nasional yang tidak semata berfungsi sebagai sarana mobilitas, tetapi juga harus menghormati nilai-nilai sosial, budaya, dan keagamaan masyarakat setempat.
“Transportasi nasional tidak hanya menghubungkan wilayah, tetapi juga berjalan selaras dengan nilai religi, budaya, dan kearifan lokal masyarakat,” kata Windy dalam keterangan resminya.
Tahun ini, pengaturan layanan penyeberangan menjadi perhatian khusus pemerintah karena perayaan Nyepi berdekatan dengan periode Angkutan Lebaran 2026. Kondisi tersebut diperkirakan akan meningkatkan mobilitas masyarakat secara signifikan, baik wisatawan, pekerja, maupun pemudik yang melintas di jalur Jawa-Bali.
Lintasan Ketapang-Gilimanuk selama ini dikenal sebagai salah satu jalur transportasi tersibuk di Indonesia, dengan ribuan kendaraan melintas setiap harinya. Ketika operasional dihentikan selama Nyepi, arus kendaraan yang tertunda berpotensi menimbulkan kepadatan sebelum dan sesudah periode penutupan.
Karena itu, pemerintah bersama operator pelabuhan dan aparat terkait telah menyiapkan berbagai skema pengaturan lalu lintas untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas.
Melalui koordinasi antara pemerintah pusat, operator transportasi, serta aparat keamanan, diharapkan pengaturan layanan penyeberangan selama Nyepi 2026 dapat berjalan lancar tanpa mengganggu mobilitas masyarakat secara signifikan.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan lintas Jawa–Bali agar menyesuaikan jadwal keberangkatan serta memantau informasi resmi dari operator pelabuhan untuk menghindari keterlambatan perjalanan. (*)
Komentar
Berita Terbaru
Hukum & Politik
Operasi Pekat 2026, Polresta Banyuwangi Ungkap 59 Kasus
13 Maret 2026
21:00
Hukum & Politik
Pasca Ditutup, SPPG Rowotamtu Rambipuji Diperiksa Tim Monitoring Kecamatan
13 Maret 2026
19:43
Ekonomi & Bisnis
RAT 2025, KKMP Patrang Jember Bahas Program Pengembangan Koperasi
13 Maret 2026
19:28
Hukum & Politik
Nyepi 2026, Layanan Penyeberangan Ketapang–Gilimanuk Ditutup Sementara
13 Maret 2026
18:40
Hukum & Politik
Ramadan 2026, Perhutani KPH Bondowoso Gelar Siraman Rohani dan Santuni Anak Yatim
13 Maret 2026
18:21