Detail Berita

Ekonomi & Bisnis

Kemnaker Perpanjang Pendaftaran Pelatihan Vokasi 2026

Pewarta : Tamara

09 Maret 2026

10:48

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker, Darmawansyah Konferensi Pers Terkait Perpanjang Pendataran Pelatihan Voskasi 2026 (Istimewa)

JAKARTA, enewsindo.co.id - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperpanjang masa pendaftaran Program Pelatihan Vokasi Nasional Tahun 2026 Batch 1 hingga 24 Maret 2026. Kebijakan ini diambil untuk memperluas kesempatan masyarakat dalam meningkatkan keterampilan kerja sekaligus menyiapkan tenaga kerja yang lebih siap menghadapi kebutuhan dunia industri.

Perpanjangan masa pendaftaran tersebut memberikan waktu tambahan bagi calon peserta yang sebelumnya belum sempat mendaftar. Awalnya, pendaftaran program ini dijadwalkan berakhir pada 6 Maret 2026. Kini, masyarakat masih dapat mendaftar secara daring melalui laman skillhub.kemnaker.go.id.

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker, Darmawansyah, mengatakan kebijakan ini diharapkan mampu menjangkau lebih banyak calon peserta, terutama lulusan SMA/SMK/MA atau sederajat yang ingin meningkatkan kompetensi sebelum memasuki dunia kerja.

“Kami memperpanjang masa pendaftaran agar lebih banyak masyarakat, khususnya para lulusan SMA/SMK/MA atau sederajat, dapat memanfaatkan program ini sebaik-baiknya. Jangan lewatkan kesempatan ini karena pelatihan sepenuhnya gratis dan peserta mendapatkan berbagai fasilitas pendukung,” ujar Darmawansyah dalam keterangan pers di Jakarta, Sabtu (07/03/2026).

Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 1 menyediakan kuota sebanyak 20.000 peserta yang akan mengikuti pelatihan di berbagai balai pelatihan milik pemerintah. Pelatihan tersebut dilaksanakan di 21 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP), 13 Satuan Pelayanan (Satpel) Kemnaker, serta sejumlah Unit Pelaksana Teknis Daerah Balai Latihan Kerja yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Program ini terbuka bagi masyarakat berusia minimal 17 tahun yang telah memiliki akun SIAPkerja. Kendati demikian, pemerintah memberikan prioritas kepada lulusan SMA/SMK/MA atau sederajat tahun 2023 hingga 2025, yang dinilai masih membutuhkan penguatan keterampilan untuk memasuki pasar kerja.

Seiring dengan perpanjangan masa pendaftaran, tahapan seleksi peserta juga disesuaikan. Pendaftaran dan pengisian asesmen Siap Latih dapat dilakukan hingga 24 Maret 2026 pukul 23.59 WIB. Selanjutnya, proses seleksi dan wawancara calon peserta dijadwalkan berlangsung pada 25–28 Maret 2026.

Pengumuman peserta yang dinyatakan lolos seleksi akan dilakukan pada 29 Maret 2026. Sementara itu, pelaksanaan kick off dan orientasi program pelatihan tetap dijadwalkan dimulai pada 1 April 2026.

Untuk mengikuti program ini, calon peserta diwajibkan membuat akun SIAPkerja terlebih dahulu melalui laman skillhub.kemnaker.go.id. Setelah itu, peserta harus mengikuti sejumlah tahapan seleksi yang tersedia di dalam sistem, mulai dari pengisian asesmen kecocokan kerja, asesmen penilaian diri atau Self Potential Inventory (SPI), hingga memilih program pelatihan yang diminati.

Selain mendapatkan pelatihan secara gratis, peserta yang lolos seleksi juga memperoleh sejumlah fasilitas pendukung. Fasilitas tersebut meliputi makan siang selama pelatihan, bantuan uang transportasi, perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) melalui BPJS Ketenagakerjaan, sertifikat pelatihan dari balai pelatihan, serta sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Bagi peserta yang memenuhi kriteria, fasilitas asrama juga disediakan sesuai dengan ketersediaan.

Pada Batch 1 tahun ini, bidang pelatihan yang ditawarkan cukup beragam dan menyesuaikan kebutuhan industri. Bidang tersebut antara lain teknologi informasi dan komunikasi, kewirausahaan, manufaktur, otomotif, pariwisata, serta konstruksi.

Beberapa program pelatihan yang tersedia meliputi Internet of Things (IoT), instalasi panel surya, pengelasan, pengoperasian mesin CNC, otomasi industri, kendaraan listrik, keamanan siber, pemasaran digital, smart farming, hingga pengolahan pangan industri.

Darmawansyah menegaskan bahwa program pelatihan vokasi ini dirancang untuk menjawab kebutuhan dunia industri sehingga peserta tidak hanya memperoleh sertifikat, tetapi juga kompetensi yang dapat langsung digunakan di dunia kerja.

“Program Pelatihan Vokasi Nasional ini dirancang langsung untuk menjawab kebutuhan dunia industri. Lulusannya tidak hanya mendapatkan sertifikat, tetapi juga kompetensi yang siap pakai di dunia kerja. Kami mendorong masyarakat untuk segera mendaftar sebelum batas waktu yang telah ditentukan,” ujarnya.

Ia berharap perpanjangan masa pendaftaran ini dapat memperluas penyebaran informasi mengenai program pelatihan vokasi sehingga target kuota 20.000 peserta pada Batch 1 dapat terpenuhi secara optimal di berbagai daerah di Indonesia.

Tags : #PelatihanVokasi #Kemnaker #Vokasi2026 #SkillHub #SiapKerja #InfoKerja #PelatihanGratis

Ikuti Kami :

Komentar