Detail Berita
Lubang Sampah Bekas Sumur Menjadi Perangkap, Kisah Evakuasi Busani
Pewarta : Eko
16 Februari 2026
20:01
Tim Damkar, BPBD, TNI-Polri, Pemerintah Desa dan Kecamatan dan warga sekitar evakuasi Busani dari Sumur, 16 Februari 2026 (Eko)
BONDOWOSO, enewsindo.co.id - Jerit minta tolong terdengar lirih dari dasar sumur kering sedalam 27 meter. Awalnya dianggap bukan suara manusia. Namun, jerit itulah yang akhirnya menyelamatkan nyawa Busani (49), warga Desa Taman, Kecamatan Tamankrocok, Kabupaten Bondowoso, Senin (16/2/2026) sore.
Sumur tersebut sudah lama tak digunakan, tak lagi menjadi sumber air, ia berubah fungsi menjadi lubang pembuangan sampah rumah tangga. Di sanalah Busani terperosok, terjebak di ruang sempit dan gelap, dengan udara yang kian menipis.
Peristiwa itu pertama kali diketahui Burasmi (70), tetangga korban. Saat hendak membuang sampah, ia mendengar suara minta tolong dari dalam sumur. Suara yang datang dari kedalaman itu sempat membuatnya gentar. Dalam keterbatasan penglihatan, Burasmi memilih pulang untuk mengambil senter keputusan sederhana yang kemudian menentukan nasib Busani.
Ketika cahaya senter diarahkan ke dalam sumur, rasa takut berubah menjadi keterkejutan. Bukan makhluk halus, melainkan seorang manusia bernama Busani yang terperangkap di dalam. “Lalu saya panggil keluarganya Busani,” tutur Burasmi.
Tak lama berselang, kabar itu menyebar. Warga berdatangan, disusul tim gabungan dari pemadam kebakaran, BPBD, TNI-Polri, serta aparat desa dan kecamatan. Sebuah operasi penyelamatan pun dimulai. Seorang petugas harus turun langsung ke dalam sumur sempit, mengandalkan tali dan keberanian.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Bondowoso, Vara Tedi, mengatakan evakuasi berjalan dengan berbagai keterbatasan. “Kedalaman sumur sekitar 27 meter. Alhamdulillah, korban berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat,” ujarnya.
Busani segera dilarikan ke Puskesmas Taman Krocok. Tubuhnya melemah, dengan sejumlah luka akibat benturan. “Luka di betis kaki, tangan, dan pipi,” kata Tedi.
Evakuasi sempat terkendala oleh kerumunan warga yang ingin menyaksikan langsung proses penyelamatan. Kondisi tersebut mempersempit ruang gerak petugas dan memengaruhi ketersediaan oksigen di dalam sumur.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan bahaya yang kerap tersembunyi di lingkungan sekitar. Sumur kering yang dibiarkan terbuka, tanpa penutup dan pengamanan, dapat berubah menjadi perangkap mematikan.
Komentar
Berita Terbaru
Hukum & Politik
Polres Sampang Resmikan Jembatan Gantung Presisi Merah Putih di Tambengan
21 Mei 2026
02:08
Pendidikan & Teknologi
Bunda PAUD Nias Selatan Lepas Karnaval TKK Pembina Baluse Terpadu
20 Mei 2026
21:42
Hukum & Politik
Polisi Gagalkan Aksi Curanmor di Alfamart Gumukmas
20 Mei 2026
15:28
Hukum & Politik
Nasib 4.591 PPPK Paruh Waktu Nias Selatan Masih Menggantung, Tunggu Keputusan Tiga Kementerian
20 Mei 2026
15:23
Hukum & Politik
Sengketa Tanah Labuan Bajo Memanas, PTUN Kupang Nyatakan SHM Tumpang Tindih Batal Demi Hukum
20 Mei 2026
15:11