Detail Berita
SMPN 3 Jember Gandeng Palang Merah Jepang-PMI Perkuat Kesiapsiagaan Bencana
Pewarta : Evelyne
14 Februari 2026
15:48
Heru Kepala SMPN 3 Jember memberikan keterangan kepada salah satu siswa terkait pelaksanaan Program SPAB Youth Fest 2026, 14 Februari 2026 (Evelyne)
JEMBER, enewsindo.co.id - SMP Negeri 3 Jember menggelar SPAB Youth Fest 2026, Sabtu (14/02/2026) sebagai upaya konkret memperkuat kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama bilateral antara Palang Merah Jepang dan Palang Merah Indonesia (PMI) untuk meningkatkan disaster preparedness sejak usia dini.
SPAB Youth Fest dirancang bukan sekadar menambah pengetahuan teoritis, melainkan menekankan kemampuan bertindak saat kondisi darurat. Para siswa SMPN 3 Jember dibekali pengalaman langsung melalui simulasi dan drill kebencanaan, agar sigap, tidak panik, dan tahu langkah penyelamatan diri ketika bencana terjadi.
Perwakilan Palang Merah Jepang, Nodoka Arai, menegaskan bahwa Jepang dan Indonesia sama-sama negara kepulauan yang memiliki kerawanan bencana tinggi. Karena itu, kedua negara dinilai dapat saling belajar dan berbagi pengalaman dalam penguatan mitigasi serta kesiapsiagaan bencana berbasis komunitas, termasuk di satuan pendidikan.

Sementara itu, Yana, perwakilan PMI Jember, berharap pendekatan edukasi yang inovatif dan dikemas dengan berbagai lomba dalam SPAB Youth Fest mampu menumbuhkan karakter kepemimpinan siswa. “Kami berharap siswa SMPN 3 Jember tumbuh menjadi pemimpin masa depan yang tangguh dan cerdas dalam mengambil kebijakan terkait keselamatan masyarakat,” ujarnya.
Tak hanya fokus pada SPAB Youth Fest, SMP Negeri 3 Jember juga terus berbenah di bidang pendidikan media. Sekolah yang dikenal aktif dalam kegiatan kesiswaan ini sekaligus melaunching website sekolah sebagai bagian dari penguatan literasi digital dan transparansi informasi.
Kepala SMP Negeri 3 Jember, Heru, menjelaskan bahwa Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) telah berjalan sekitar delapan bulan. Dalam proses tersebut, sekolah telah melalui sejumlah tahapan, mulai dari edukasi, simulasi bencana, hingga pembiasaan prosedur keselamatan.
“Melalui simulasi, peserta didik dilatih agar tidak panik saat situasi darurat dan memahami langkah-langkah penyelamatan diri,” terangnya.

Tahap lanjutan dari program SPAB lanjut Heru yakni pembentukan Duta SPAB. Para duta ini diproyeksikan menjadi pionir dan penggerak di lingkungan sekolah dalam menjaga budaya aman bencana. Mereka juga berperan mengampanyekan mitigasi bencana serta membantu menenangkan dan mengarahkan teman-teman jika terjadi keadaan darurat.
Para calon Duta SPAB telah melalui proses pelatihan dan seleksi ketat. Dari sejumlah peserta, terpilih 10 besar yang mengikuti berbagai workshop, mulai di PMI, BPBD, hingga pelatihan lanjutan di sekolah. Dengan bekal tersebut, mereka dinilai siap mengemban peran strategis sebagai Duta SPAB.
Pada puncak kegiatan SPAB Youth Fest 2026 ini, akan ditentukan siapa saja yang resmi terpilih menjadi Duta SPAB SMP Negeri 3 Jember. Mereka diharapkan menjadi ujung tombak terwujudnya sekolah yang aman, tangguh, dan siaga bencana.
Komentar
Berita Terbaru
SMPN 3 Jember Gandeng Palang Merah Jepang-PMI Perkuat Kesiapsiagaan Bencana
14 Februari 2026
15:48
Ponpes Al-Islah Bondowoso, Tetapkan Awal Ramadan 18 Februari 2026
13 Februari 2026
17:38
PTPN I Regional 5 Latih 52 Petugas Keamanan Gandeng Rindam V/Brawijaya
13 Februari 2026
13:58
Perhutani KPH Bondowoso Raih Zero Accident Award 2025 Tingkat Provinsi
12 Februari 2026
19:14
Kronologi Penembakan Pesawat Cessna PK-SNR di Papua Selatan
12 Februari 2026
16:28
Berita Terpopuler