Detail Berita
Perhutani KPH Bondowoso Raih Zero Accident Award 2025 Tingkat Provinsi
Pewarta : Eko
12 Februari 2026
19:14
Pengawas K3 Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jatim Surya Hadi Saputra (tengah) serahkan piagam Zero Accident Award Tingkat Provinsi Tahun 2025 dari Gubernur Jatim kepada Adm Perhutani KPH Bondowoso, Misbakhul Munir (kedua kiri) pada 12 Februari 2026 (Istimewa)
BONDOWOSO, enewsindo.co.id – Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bondowoso menerima penghargaan Zero Accident Award Tingkat Provinsi Tahun 2025 dari Gubernur Jawa Timur. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Pengawas K3 Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Timur, Surya Hadi Saputra, Kamis (12/2/2026).
Penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan atas efektivitas implementasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) yang dijalankan secara sistematis, terukur, dan berkelanjutan di lingkungan Perhutani KPH Bondowoso.
Dalam kesempatan itu, Surya Hadi Saputra menyampaikan pesan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang mengapresiasi komitmen Perhutani Bondowoso dalam menjaga standar keselamatan kerja.
“Pencapaian Zero Accident menunjukkan bahwa budaya K3 dapat berjalan seiring dengan produktivitas dan keberlanjutan operasional. Perhutani Bondowoso juga berpeluang meraih penghargaan K3 Tingkat Nasional,” ungkapnya.
Sementara itu, Administratur KPH Bondowoso Misbakhul Munir menyatakan capaian tersebut merupakan hasil kolektif dari konsistensi seluruh jajaran dalam menginternalisasikan nilai-nilai K3 ke dalam setiap proses kerja.
“Syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, selama periode 1 November 2019 hingga 31 Oktober 2025 atau 2.998.366 jam kerja, tidak terjadi kecelakaan kerja. Ini menjadi capaian strategis sekaligus kado berharga dalam momentum Bulan K3 Nasional Tahun 2026 yang mengusung tema ‘Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif’,” ujarnya.
Secara konseptual, capaian zero accident tidak hanya mencerminkan kepatuhan terhadap regulasi ketenagakerjaan, tetapi juga menunjukkan tingkat kematangan organisasi dalam pengelolaan risiko operasional. Penerapan prinsip risk assessment, pengendalian bahaya, serta penguatan budaya keselamatan (safety culture) menjadi fondasi utama dalam membangun lingkungan kerja yang aman, adaptif, dan produktif.
Capaian ini semakin menegaskan bahwa Perhutani KPH Bondowoso tidak hanya berorientasi pada optimalisasi pengelolaan sumber daya hutan, tetapi juga pada penguatan tata kelola keselamatan kerja sebagai bagian integral dari prinsip keberlanjutan perusahaan.
Komentar
Berita Terbaru
Perhutani KPH Bondowoso Raih Zero Accident Award 2025 Tingkat Provinsi
12 Februari 2026
19:14
Penumpang Keluhkan Keterlambatan KMP Munggiyango Hulalo di Kalianget Sumenep
12 Februari 2026
14:26
PTPN I Regional 5 Gandeng KLHK Perkuat Tata Lingkungan
12 Februari 2026
14:11
Janji Ngopi Berbuah WBBM, Polresta Banyuwangi Torehkan Sejarah
11 Februari 2026
17:23
Optimalkan ZIS, BAZNAS Bondowoso Bidik Rp 3,2 Miliar
11 Februari 2026
16:55
Berita Terpopuler