Detail Berita

Hukum & Politik

Kronologi Penembakan Pesawat Cessna PK-SNR di Papua Selatan

Pewarta : Redaksi

12 Februari 2026

16:28

Pesawat Cessna Grand Caravan PK-SNR terlihat berada di Bandara Koroway Batu pada 12 Februari 2026 (Foto: Istimewa)

JAKARTA,   enewsindo.co.id   -   Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan menerima laporan resmi dari Kepala Satuan Pelayanan Bandar Udara Koroway Batu, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, terkait insiden penembakan terhadap pesawat Cessna Grand Caravan PK-SNR milik PT Smart Cakrawala Aviation yang melayani rute Tanah Merah (TMH) menuju Danawage/Koroway Batu (DNW).

Berdasarkan informasi awal, pesawat perintis tersebut membawa 13 penumpang terdiri dari 12 orang dewasa dan satu bayi. Pesawat tipe C208B Ex itu lepas landas dari Bandara Tanah Merah pada pukul 10.38 WIT dan tiba di Bandara Koroway Batu pada pukul 11.05 WIT. Namun, tak lama setelah roda pesawat menyentuh landasan, terjadi aksi penembakan yang mengakibatkan pilot dan kopilot dilaporkan meninggal dunia.

Kementerian Perhubungan menyatakan terus berkoordinasi dengan Otoritas Bandar Udara Wilayah X Merauke serta petugas di Bandara Koroway Batu untuk penanganan lebih lanjut. Informasi terakhir yang diterima pada pukul 13.26 WIT menyebutkan kedua awak pesawat menjadi korban jiwa, sementara seluruh penumpang, termasuk bayi, dinyatakan selamat.

Menanggapi insiden tersebut, Ditjen Perhubungan Udara menegaskan bahwa keselamatan dan keamanan penerbangan menjadi prioritas utama pemerintah, khususnya pada layanan penerbangan perintis yang menjadi urat nadi konektivitas di wilayah pedalaman Papua. Tim koordinasi darurat segera diaktifkan untuk memastikan proses evakuasi berjalan aman dan lancar, serta memberikan pendampingan kepada para penumpang yang selamat. Aparat keamanan setempat juga dikerahkan untuk mengamankan area bandara dan melakukan sterilisasi lokasi kejadian guna mencegah potensi gangguan lanjutan.

Selain itu, investigasi awal tengah dilakukan untuk mengumpulkan keterangan dari saksi, petugas bandara, serta pihak maskapai guna mengungkap secara rinci kronologi peristiwa. Kementerian Perhubungan menyatakan akan terus memperbarui informasi kepada publik secara berkala seiring perkembangan situasi di lapangan. Pemerintah juga memastikan koordinasi lintas instansi berjalan intensif demi menjaga keamanan operasional penerbangan di wilayah Papua, khususnya pada rute-rute perintis yang melayani masyarakat di daerah terpencil.

Di sisi lain, pihak maskapai PT Smart Cakrawala Aviation menyampaikan duka mendalam atas gugurnya pilot dan kopilot dalam insiden tersebut. Manajemen memastikan akan memberikan pendampingan penuh kepada keluarga korban, termasuk dukungan administratif dan hak-hak normatif sesuai ketentuan yang berlaku. Maskapai juga menyatakan siap bekerja sama dengan otoritas terkait dalam proses investigasi guna memastikan seluruh aspek keselamatan penerbangan dievaluasi secara menyeluruh.

Tags : ##indonesia #papua #kecelakaanpesawat'

Ikuti Kami :

Komentar