Detail Berita
Petani Suco Lor Terima Bantuan Alat Pengolahan Kopi dari Perhutani KPH Bondowoso
Pewarta : Evelyne
05 Desember 2025
22:36
Penyerahan Bantuan Alat Pengelolaan Kopi oleh Perhutani KPH Bondowoso bersama Wakil Bupati Bondowoso 5 Desember 2025 (Foto : Istimewa)
BONDOWOSO, enewsindo.co.id - Kelompok Tani Kopi Sumbu Latin 10, Desa Suco Lor, Kecamatan Maesan, menerima bantuan sarana pengolahan kopi dari Perum Perhutani KPH Bondowoso, Jumat (5/12/2025).
Bantuan berupa mesin roasting kapasitas 15 kilogram, mesin grinding, dan mesin packing ini bukan sekadar tambahan alat produksi, melainkan bagian dari strategi jangka panjang penguatan agroforestry di tingkat tapak.
Penyerahan bantuan yang berlangsung di rumah Ketua Kelompok Tani Sumbu Latin 10 itu dihadiri Wakil Bupati Bondowoso As’ad Yahya Syafi’i, jajaran Perhutani, pemerintah daerah, Forkopimcam Maesan, perangkat Desa Suco Lor, serta pengurus LMDH Sumber Makmur.
Kehadiran para pemangku kepentingan ini menjadi simbol bahwa pengelolaan hutan, terlebih yang melibatkan masyarakat, kini bergerak menuju pola yang lebih kolaboratif, terukur, dan mengedepankan prinsip keberlanjutan.
Wakil Bupati As’ad Yahya Syafi’i dalam sambutannya menegaskan bahwa praktik pengelolaan hutan harus berlandaskan hukum dan tata kelola yang benar melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) Agroforestry.
Pandangan ini menggambarkan bahwa akses masyarakat terhadap lahan hutan kini tidak hanya dilihat dari sisi sosial, tetapi juga penting untuk dibingkai dalam aturan yang jelas demi kepastian usaha.
“Dengan adanya PKS, pengelolaan lahan menjadi legal dan terstruktur. Petani bisa memperoleh manfaat seperti pupuk bersubsidi, pendampingan, dan dukungan teknis,” ujar As’ad.
Ia menekankan bahwa agroforestry bukan sekadar pola tanam, melainkan sistem yang menjaga keseimbangan antara produktivitas ekonomi dan fungsi ekologis hutan, termasuk tutupan vegetasi dan serapan karbon.
Senada dengan itu, Administratur Perhutani KPH Bondowoso, Misbakhul Munir, menyampaikan bahwa bantuan alat pengolahan kopi merupakan bagian dari penguatan rantai nilai hasil hutan bukan kayu (HHBK).
Menurutnya, peningkatan kapasitas pascapanen akan menentukan kemampuan petani menembus standar mutu internasional yang kini menjadi tuntutan pasar.
“Sistem agroforestry yang kami terapkan didesain berbasis multi usaha kehutanan. Tidak hanya ekonomi, tetapi juga fungsi ekologi dan sosial,” jelas Munir.
Ia menegaskan bahwa Perhutani terus memperkuat posisi LMDH agar produktivitas lahan meningkat tanpa mengorbankan fungsi lindung kawasan.
Sementara itu, Ketua LMDH Sumber Makmur, Lisem, menyampaikan bahwa selama ini pengolahan kopi masih dilakukan secara manual. Dengan hadirnya mesin roasting, grinding, dan packing, petani akan mampu menghasilkan kopi dengan kualitas lebih stabil dan efisien.
"Agroforestry di bawah tegakan membantu mengendalikan erosi, meningkatkan kesuburan tanah dari serasah, dan menjaga keberagaman hayati pada tingkat semak dan understory,” jelasnya.
Bantuan sarana pengolahan kopi ini bukan hanya meningkatkan kapasitas produksi kelompok, tetapi juga mempertegas arah kebijakan pemerintah dan Perhutani dalam mendorong pemanfaatan HHBK secara berkelanjutan.
Komentar
Berita Terbaru
Diduga Kuras Tabungan Mertua 60 Juta, Pria di Deli Serdang Menghilang
3 Februari 2026
21:53
Panen Perdana Hidroponik di LPKA Pekanbaru, Bekali ABP Keterampilan Mandiri
3 Februari 2026
18:12
Polres Pamekasan Sita Ratusan Botol Miras Ilegal Jelang Ramadhan
3 Februari 2026
17:45
Polantas Menyapa di SMKN 2 Bondowoso, Pelajar Diingatkan Bahaya Ugal-ugalan di Jalan
3 Februari 2026
16:53
Listrik Bermasalah, Telekomunikasi Kolaps, DPRD Seolah Tak Merasa Bertanggung Jawab
1 Februari 2026
19:46
Berita Terpopuler