Detail Berita
Perhutani Bondowoso Perkuat Kemitraan Agroforestry dengan Enam Desa
Pewarta : Eko
03 November 2026
13:36
Administratur Perhutani KPH Bondowoso Misbakhul Munir menandatangani PKS di Kecamatan Sempol (foto : Eko)
BONDOWOSO, enewsindo.co.id - Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bondowoso terus memperkuat kemitraan dengan masyarakat desa hutan. Salah satunya melalui pengembangan agroforestry yang dipadukan dengan sosialisasi pupuk bersubsidi.
Upaya tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Perhutani, Koperasi Istana Sayur Ijen, dan enam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).
Kegiatan berlangsung di Pendopo Kantor Kecamatan Sempol, Kabupaten Bondowoso, dan diikuti 391 peserta dari enam desa, yakni Kaligedang, Kalianyar, Kalisat, Sumberejo, Sempol, dan Jampit.
Bupati Bondowoso Dr. H. Abdul Hamid Wahid mengatakan, program pupuk bersubsidi menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah untuk mendukung produktivitas pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani, khususnya masyarakat di sekitar kawasan hutan.
"Petani di sekitar kawasan hutan diharapkan dapat memanfaatkan fasilitas pupuk bersubsidi ini secara optimal dan tepat sasaran sesuai ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah," ujarnya, Selasa 3 November 2026.
Sementara itu, Ketua DPRD Bondowoso H. Ahmad Dhafir menyoroti pentingnya legalitas kerja sama antara masyarakat desa hutan dan Perhutani. Menurut dia, keberadaan PKS menjadi salah satu persyaratan untuk mendukung akses petani terhadap program pupuk bersubsidi.
"Melalui kerja sama yang memiliki legalitas jelas dan didukung kelembagaan kelompok, masyarakat desa hutan dapat mengakses program pemerintah sesuai ketentuan. Dengan begitu, penyalurannya bisa lebih tertib dan tepat sasaran," tegasnya.
Di sisi lain, Administratur Perhutani KPH Bondowoso H. Misbakhul Munir menjelaskan, agroforestry merupakan pola pengelolaan kawasan hutan dengan memadukan tanaman kehutanan dan tanaman pertanian.
"Melalui program agroforestry, kami ingin membuka ruang kolaborasi dengan masyarakat desa hutan agar lahan dapat dimanfaatkan secara produktif. Namun, pelaksanaannya tetap harus memperhatikan aturan dan prinsip kelestarian hutan," jelasnya.
Menurut Misbakhul, pengembangan agroforestry tidak hanya berorientasi pada peningkatan produktivitas lahan, tetapi juga mendukung ketahanan pangan dan membuka peluang tambahan pendapatan bagi masyarakat.
Sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut, Perhutani menyerahkan bibit alpukat dan kopi secara simbolis kepada sejumlah perwakilan kelompok masyarakat. Di antaranya Koperasi Istana Sayur Desa Kaligedang, LMDH Sumber Rejeki Desa Sumberejo, LMDH Gunung Hijau Desa Kalianyar, dan LMDH Spirit Ijen Desa Jampit.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Bondowoso Ahmad Dhafir, Kepala Kejaksaan Negeri Bondowoso David Palapa Duarsa, Dandim 0822 Bondowoso Letkol Inf. Prawito, Kapolres Bondowoso AKBP Aryo Dwi Wibowo, jajaran pemerintah daerah, Forkopimcam Sempol, serta para kepala desa.
Melalui penandatanganan PKS dan pengembangan agroforestry tersebut, Perhutani berharap kemitraan dengan masyarakat semakin kuat. Selain membuka peluang peningkatan kesejahteraan petani, program ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara pemanfaatan kawasan hutan dan kelestarian lingkungan. (*)
Komentar
Berita Terbaru
Hukum & Politik
Bupati Nias Selatan Bawa 13 OPD ke Kepulauan Batu, Pastikan Layanan Publik Merata
3 November 2026
19:06
Hukum & Politik
Gus Fawait : Pendidikan dan Agama Jadi Fondasi Atasi Persoalan Masyarakat
3 November 2026
17:22
Hukum & Politik
Operasi Patuh Semeru, Polres Sampang Hadirkan Layanan SIM di Pesantren
3 November 2026
15:45
Pendidikan & Teknologi
Belasan Tahun Tak Tersentuh Rehab, Ruang Kelas SDN 078141 Tetezou Memprihatinkan
3 November 2026
15:23
Hukum & Politik
Bupati Bondowoso dan BAZNAS Salurkan Bantuan Alat Produksi untuk 144 UMKM
3 November 2026
13:49