Detail Berita

Pendidikan & Teknologi

Pawai Hari Santri, Pemkab Situbondo Perkuat Pendidikan Madrasah Diniyah

Pewarta : Hamzah

01 November 2026

12:57

Pawai Santri di Alun alun Situbondo memperingati HSN (foto : Hamzah)

SITUBONDO, enewsindo.co.id - Penguatan pendidikan agama menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kabupaten Situbondo dalam membentuk karakter generasi muda.

Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah saat melepas Pawai Santri dalam rangka memperingati Hari Santri 2026 di kawasan Alun-Alun Situbondo, Minggu 1 November 2026.

Kegiatan bertema "Santri Situbondo Ngaji, Mengabdi, Menginspirasi" itu diikuti ratusan siswa Madrasah Diniyah (Madin). Sebanyak 17 santri yang mewakili 17 kecamatan juga turut memeriahkan kegiatan tersebut.

Wakil Bupati yang akrab disapa Mbak Ulfi itu menegaskan, keberadaan lebih dari 700 lembaga madrasah di Situbondo merupakan potensi besar yang harus dijaga dan dikembangkan.

Menurutnya, pendidikan madrasah tidak hanya menjadi sarana memperdalam ilmu agama, tetapi juga berperan penting dalam membentuk karakter dan moral generasi penerus.

"Ini adalah bentuk komitmen kita bersama untuk memajukan pendidikan di Kabupaten Situbondo," ujarnya.

Pemkab Situbondo, lanjut Mbak Ulfi, juga berupaya memperkuat implementasi Peraturan Daerah (Perda) tentang Madrasah Diniyah Takmiliyah. Melalui kebijakan tersebut, pendidikan diniyah diharapkan semakin tertata dan mendapat pengakuan secara formal.

Dia menekankan pentingnya kepemilikan surat keterangan atau ijazah pendidikan madrasah yang diterbitkan Kementerian Agama bagi santri yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP atau MTs.

"Adik-adik santri yang melanjutkan sekolah ke jenjang SMP atau MTs harus memiliki surat keterangan atau ijazah yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama bahwa mereka telah melaksanakan pendidikan madrasah. Ini bagian dari komitmen kami," tegasnya.

Mbak Ulfi juga mengingatkan bahwa pendidikan agama dan pendidikan umum harus berjalan beriringan. Pengalaman pribadinya menempuh pendidikan madrasah setelah sekolah formal menjadi bukti pentingnya keseimbangan tersebut.

"Pendidikan agama dan umum harus seimbang sebagai bekal kehidupan kita di dunia dan di akhirat," tuturnya.

Dia turut mengapresiasi Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT), panitia pelaksana, serta para peserta yang telah menyukseskan kegiatan tersebut.

Menurutnya, predikat Situbondo sebagai Kota Santri harus terus dijaga melalui kegiatan nyata yang memberikan ruang bagi santri untuk mengembangkan kemampuan dan prestasi.

Selain pawai, peringatan Hari Santri tahun ini juga diramaikan sejumlah kegiatan keagamaan dan perlombaan, seperti musabaqah, hadrah, dan pidato. (*)

Tags : #PawaiSantriSitubondo #PemkabSitubondo #BeritaPawaiSatri #enewsindoSitubondo

Ikuti Kami :

Komentar