Detail Berita
Pasar Ikan Koi Lesu, Peternak Sukowono Berharap Kontes Kembali Digelar
Pewarta : Andre
24 Oktober 2026
15:52
Camat Sukowono melakukan Kunjungan ke pengusaha budidaya Ikan Koi di Desa Dawuhan Mangli (foto : Andre)
JEMBER, enewsindo.co.id - Penurunan minat pembeli dalam dua tahun terakhir menjadi tantangan bagi Haji Thobibuddin, peternak ikan koi di Desa Dawuhan Mangli, Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember.
Thobibuddin mengatakan, lesunya permintaan ikan koi turut dirasakan di Kabupaten Jember. Salah satu kondisi yang ia soroti adalah tidak lagi digelarnya kontes ikan koi di daerah tersebut selama sekitar dua tahun terakhir.
“Saya budidaya koi sejak tahun 2010. Penjualan sampai Jawa dan Bali. Namun, sejak dua tahun ini peminatnya berkurang drastis. Untuk Kabupaten Jember sendiri sudah hampir tidak pernah ada kontes koi lagi sejak dua tahun terakhir,” ungkap Thobibuddin, Sabtu 24 Oktober 2026.
Menurutnya, kontes ikan koi berpotensi menjadi salah satu sarana untuk mempertemukan peternak dengan penghobi, sekaligus memperkenalkan kualitas ikan hasil budidaya kepada calon pembeli.
Kegiatan tersebut juga dapat membuka peluang transaksi dan memperluas jaringan pemasaran. Karena itu, keberadaan kontes dinilai penting untuk menjaga aktivitas komunitas penghobi sekaligus mendukung keberlangsungan usaha peternak lokal.
Meski demikian, belum ada data terukur mengenai besaran penurunan penjualan ikan koi di Jember maupun hubungan langsung antara berkurangnya kontes dan melemahnya permintaan pasar.
Di tengah tantangan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Camat Sukowono, Abdul Khamil, mengunjungi kolam budidaya ikan koi milik Thobibuddin. Kunjungan itu menjadi bagian dari upaya pemerintah kecamatan untuk mengenali potensi usaha masyarakat secara langsung.
Abdul Khamil mengatakan, dirinya baru sekitar dua minggu menjabat sebagai Plt Camat Sukowono. Ia ingin mengetahui berbagai potensi ekonomi yang berkembang di wilayahnya, termasuk usaha budidaya ikan koi yang telah ditekuni Thobibuddin selama lebih dari satu dekade.
“Pertama, kami datang untuk bersilaturahmi. Saya juga baru sekitar dua minggu menjabat sebagai Plt Camat Sukowono. Kami ingin memastikan secara langsung bahwa di Sukowono memang ada peternak ikan koi, sekaligus mengenal potensi usaha yang dimiliki masyarakat,” ujarnya.
Menurut Abdul Khamil, pemetaan potensi lokal diperlukan agar pemerintah memahami kondisi usaha masyarakat, termasuk peluang pengembangan dan berbagai kendala yang dihadapi pelaku usaha.
Pengalaman Thobibuddin memasarkan ikan koi hingga ke luar daerah menunjukkan adanya potensi pasar yang dapat terus dikembangkan. Namun, upaya pengembangan tersebut perlu disertai pemahaman terhadap perubahan permintaan dan kebutuhan para pelaku usaha.
Abdul Khamil berharap kunjungan tersebut menjadi langkah awal untuk membangun komunikasi antara pemerintah kecamatan dan pelaku usaha lokal.
"Dengan mengenali potensi sekaligus persoalan yang dihadapi peternak, kami dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai peluang pengembangan ekonomi masyarakat di Kecamatan Sukowono," Tandasnya. (*)
Komentar
Berita Terbaru
Pendidikan & Teknologi
KORMI Jember Matangkan Persiapan Forprov III Jatim, Venue hingga Akomodasi Atlet Jadi Perhatian
24 Oktober 2026
17:43
Ekonomi & Bisnis
Pasar Ikan Koi Lesu, Peternak Sukowono Berharap Kontes Kembali Digelar
24 Oktober 2026
15:52
Hukum & Politik
Sidak Dapur SPPG Jubung, Sejumlah Instansi Evaluasi Mutu Layanan Pemenuhan Gizi
24 Oktober 2026
15:14
Hukum & Politik
Kekeringan di Jember Meluas, 3.340 KK Terdampak di 12 Kecamatan
24 Oktober 2026
14:42
Pendidikan & Teknologi
Pelajar SMAN 3 Jember Galang Donasi untuk Korban Kekeringan dan Karhutla
24 Oktober 2026
14:35