Detail Berita

Ekonomi & Bisnis

Warga Jawa Asri Jember Tunjukkan Kepedulian Lingkungan Jelang Penilaian Adipura 2026

Pewarta : Tamara

23 Oktober 2026

14:13

Lingkungan Jawa Asri Sumbersari Jember (foto : Tamara)

JEMBER, enewsindo.co.id - Menjaga lingkungan tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Di lingkungan RW 34, Perumahan Jawa Asri, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari, kepedulian itu tumbuh dari kebiasaan sederhana: memilah sampah, mengolah limbah, hingga memanfaatkan barang bekas menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Kebiasaan warga tersebut menjadi salah satu perhatian saat tim penilai Adipura 2026 dari Provinsi Jawa Timur bersama jajaran dinas terkait Kabupaten Jember mengunjungi Bank Sampah Unit (BSU) Jawa Asri, Jumat 23 Oktober 2026.

Di lokasi itu, pengelolaan sampah tidak hanya berbicara tentang kebersihan lingkungan, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat mengambil peran dalam menjaga tempat tinggalnya agar tetap nyaman dan lestari.

Lurah Sumbersari, Bhatara Pragusta, ST, turut mendampingi tim penilai yang terdiri atas unsur Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur serta Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup Kabupaten Jember.

Menurut Bhatara, kunjungan tersebut menjadi bagian dari penilaian terhadap pengelolaan sampah dan kondisi lingkungan permukiman, sekaligus melihat keterlibatan masyarakat dalam menjalankan praktik ramah lingkungan.

“Kelurahan Sumbersari mendampingi tim dari Provinsi Jawa Timur bersama tim dinas Kabupaten Jember dalam rangka penilaian Adipura 2026 yang berlokasi di Bank Sampah Unit Jawa Asri,” ujarnya.

Salah satu aspek yang diperiksa ialah tertib administrasi dan pembukuan kegiatan bank sampah. Namun, upaya menjaga lingkungan di Jawa Asri juga terlihat dari kebiasaan memilah sampah berdasarkan jenisnya, mulai dari sampah organik, anorganik, hingga bahan berbahaya dan beracun (B3).

Pemilahan tersebut menjadi langkah awal untuk mengurangi sampah yang berakhir di tempat pembuangan sekaligus membuka peluang pemanfaatan kembali limbah yang masih memiliki nilai ekonomis.

Kepedulian warga juga tercermin melalui berbagai inovasi sederhana di lingkungan perumahan. Lubang biopori dimanfaatkan untuk membantu peresapan air ke dalam tanah. Sementara itu, galon plastik bekas digunakan sebagai wadah tanaman hias maupun tanaman obat keluarga.

Penampungan air hujan dan proses fermentasi sampah turut menjadi bagian dari praktik pengelolaan lingkungan yang mendapat perhatian tim penilai.

Berbagai upaya tersebut menunjukkan bahwa menjaga kebersihan lingkungan dapat dilakukan melalui kebiasaan sehari-hari yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Barang yang sebelumnya dianggap tidak berguna pun dapat dimanfaatkan kembali, sedangkan sampah organik berpeluang diolah agar lebih bermanfaat.

Bagi Kelurahan Sumbersari, penilaian Adipura 2026 bukan semata-mata tentang memenuhi indikator penilaian. Lebih dari itu, momentum ini menjadi kesempatan untuk memperkuat kesadaran bahwa lingkungan bersih membutuhkan keterlibatan bersama, bukan hanya mengandalkan pemerintah.

Peran pengelola bank sampah dan partisipasi warga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan program tersebut. Sebab, lingkungan yang bersih tidak cukup dibangun melalui kegiatan sesaat, tetapi harus dirawat melalui kebiasaan yang terus berlangsung.

Melalui pendampingan dan penguatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat, Kelurahan Sumbersari berharap praktik baik yang tumbuh di lingkungan Jawa Asri dapat mendukung upaya Kabupaten Jember meningkatkan kualitas kebersihan dan pengelolaan lingkungan dalam penilaian Adipura 2026. (*)

Tags : #Sampah #KabupatenJember #BeritaSampahJember #enewsindoJember

Ikuti Kami :

Komentar