Detail Berita

Ekonomi & Bisnis

Lahan Sempit, Manfaat Besar: Ikhtiar Lurah Jumerto Wujudkan Ketahanan Pangan

Pewarta : Tamara

23 Oktober 2026

11:49

Bercocok tanam di halaman Kelurahan Jumerto (foto : Tamara)

JEMBER, enewsindo.co.id - Tak perlu menunggu memiliki lahan luas untuk mulai menanam bahan pangan. Sudut halaman kantor Kelurahan Jumerto, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, menjadi bukti bahwa ruang sempit pun bisa diubah menjadi sumber pangan yang bermanfaat.

Di lahan yang sebelumnya kurang terawat itu, kini tumbuh bibit kangkung, bawang prei, cabai, hingga kunyit. Tanaman tersebut ditata untuk memenuhi kebutuhan dapur sehari-hari sekaligus menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan dari lingkungan pemerintahan paling dekat dengan masyarakat.

Lurah Jumerto, Nurie Hadiyatie, S.E., memimpin langsung kegiatan penanaman bersama seluruh staf kelurahan. Mereka bahu-membahu mengolah tanah, mencampur pupuk, menanam bibit, hingga menyiram tanaman di bawah terik matahari pagi.

Dengan seragam dinas yang masih dikenakan, para pegawai bergantian mengerjakan setiap bagian. Aktivitas yang biasanya berlangsung di balik meja pelayanan itu sejenak berganti menjadi kegiatan bercocok tanam yang menghadirkan suasana kebersamaan.

Bagi Nurie, pemanfaatan lahan kecil tersebut bukan sekadar memperindah halaman kantor. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi contoh sederhana bahwa ketahanan pangan dapat dimulai dari lingkungan sendiri.

“Pemanfaatan lahan pekarangan kantor ini merupakan langkah nyata kami dalam mendukung program ketahanan pangan nasional maupun daerah. Kami memilih kombinasi kangkung, bawang prei, cabai, dan kunyit karena jenis tanaman ini sangat dekat dengan kebutuhan dapur harian masyarakat,” ujar Nurie.

Pilihan tanaman itu bukan tanpa alasan. Kangkung dan bawang prei dapat menjadi bahan pelengkap masakan, sementara cabai termasuk kebutuhan dapur yang kerap dicari. Adapun kunyit bisa dimanfaatkan sebagai bumbu sekaligus tanaman obat keluarga.

Melalui penanaman tersebut, Kelurahan Jumerto ingin menunjukkan bahwa pekarangan tidak harus luas atau ditata dengan cara yang rumit agar bisa produktif. Ruang yang tersedia dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan, selama dirawat dan dikelola dengan baik.

Semangat kebersamaan semakin terasa setelah seluruh bibit selesai ditanam. Para pegawai kemudian menikmati makan bersama secara sederhana di area kantor kelurahan. Di bawah rindangnya pepohonan, momen tersebut menjadi ruang untuk melepas lelah sekaligus mempererat keakraban antarsesama staf.

Bagi Nurie, kebiasaan memanfaatkan lahan seperti itu diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk melakukan hal serupa di rumah masing-masing.

“Jika lahan sempit di kantor saja bisa kita manfaatkan, warga tentu bisa melakukannya di rumah. Selain menghemat pengeluaran dapur, keberadaan cabai dan kunyit di pekarangan sangat ampuh menopang kebutuhan bumbu dan kesehatan keluarga secara mandiri,” tambahnya.

Upaya ini sejalan dengan dukungan terhadap program ketahanan pangan yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia dan Bupati Jember. Kelurahan Jumerto berupaya menerjemahkan program tersebut melalui langkah sederhana yang bisa dilihat dan dilakukan secara langsung.

Hasil panen nantinya direncanakan untuk dimanfaatkan bersama dan dibagikan kepada warga sekitar. Dengan demikian, tanaman yang tumbuh di halaman kantor diharapkan tidak hanya memberi manfaat bagi pegawai, tetapi juga menghadirkan nilai kebersamaan dengan masyarakat.

Dari lahan kecil di sudut kantor, Kelurahan Jumerto ingin menyampaikan pesan bahwa ketahanan pangan tidak selalu dimulai dari program besar atau kepemilikan tanah yang luas. Terkadang, langkah awalnya cukup dengan memanfaatkan ruang yang ada, menanam kebutuhan sehari-hari, dan merawatnya bersama-sama.

Sebab, ketika kebiasaan menanam tumbuh dari lingkungan terdekat, upaya menjaga ketahanan pangan pun memiliki peluang lebih besar untuk menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat. (*)

Tags : #KelurahanJumerto #PemkabJember #MenjagaKetahananPangan #BeritaKetahananPangan #enewsindoJember

Ikuti Kami :

Komentar