Detail Berita

Hukum & Politik

Kekeringan di Jember, 77 KK di Sumberjeruk Masih Butuh Pasokan Air Bersih

Pewarta : Andre

23 Oktober 2026

14:12

BPBD Jember salurkan Air bersih ke desa Sumberjeruk (foto : Andre)


JEMBER, enewsindo.co.id - Sebanyak 77 kepala keluarga (KK) di Desa Sumberjeruk, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember, masih membutuhkan bantuan air bersih akibat dampak musim kemarau. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember kembali menyalurkan 5.000 liter air bersih.

Bantuan menyasar warga di Dusun Kidul dan Dusun Karangpring. Penyaluran ini menjadi distribusi ke-39 yang dilakukan dalam rangka penanganan dampak kekeringan di Kabupaten Jember.

Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember, Didi Teguh, mengatakan, berdasarkan hasil asesmen di lapangan, puluhan keluarga di kedua dusun tersebut mengalami kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Di Dusun Kidul, warga yang membutuhkan bantuan tersebar di RT 1 RW 8 sebanyak 20 KK dari total 145 KK. Sementara di RT 1 RW 6, terdapat sekitar 15 KK terdampak dari total 25 KK.

Adapun di Dusun Karangpring, bantuan diperlukan oleh sekitar 22 KK di RT 2 RW 1 dari total 220 KK. Kemudian, sekitar 20 KK di RT 3 RW 1 dari total 80 KK juga membutuhkan pasokan air bersih.

“Dari hasil asesmen, warga yang membutuhkan air bersih tersebar di beberapa RT di Dusun Kidul dan Dusun Karangpring. Totalnya sekitar 77 KK,” kata Didi, pada Jumat 23 Oktober 2026.

Dia menjelaskan, distribusi dilakukan setelah BPBD menerima permohonan dari Pemerintah Desa Sumberjeruk. Petugas kemudian melakukan asesmen untuk mengetahui kondisi dan kebutuhan warga terdampak sebelum bantuan disalurkan.

Dalam pelaksanaannya, TRC BPBD Jember mendampingi distribusi air bersih bersama Bakorwil Jember. Air disalurkan ke sejumlah tandon yang tersedia maupun langsung kepada warga. Perangkat desa, ketua RT/RW, serta masyarakat setempat turut membantu proses penyaluran.

“TRC BPBD melakukan pendampingan di lokasi, mulai dari proses distribusi hingga memastikan bantuan air bersih dapat diterima warga yang membutuhkan,” ujarnya.

Penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari penanganan darurat berdasarkan Surat Keputusan Bupati Jember Nomor 100.3.3.2/206/1.12/2026 tentang Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Jember Tahun 2026.

BPBD Jember merekomendasikan agar distribusi air bersih di lokasi terdampak dilanjutkan setiap empat hari sekali, dengan kapasitas sekitar 5.000 liter. Langkah ini diperlukan selama masyarakat masih kesulitan mendapatkan sumber air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Rekomendasinya distribusi dilakukan setiap empat hari sekali dengan kapasitas 5.000 liter, menyesuaikan kondisi kebutuhan warga di lapangan,” tutur Didi.

Dengan tambahan distribusi di Desa Sumberjeruk, total bantuan air bersih yang telah disalurkan hingga 22 Oktober 2026 tercatat mencapai 195.000 liter. Kegiatan penyaluran berlangsung aman dan lancar tanpa kendala berarti.

Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, tim kembali ke Markas Komando BPBD Jember pada pukul 14.00 WIB. Penanganan kekeringan ini melibatkan BPBD Kabupaten Jember, Bakorwil Jember, perangkat Desa Sumberjeruk, RT/RW, serta masyarakat setempat. (*)

Tags : #Kekeringan #BeritaKekeringan #PemkabJember #BPBDJember #enewsindoJember

Ikuti Kami :

Komentar