Detail Berita

Hukum & Politik

Selamat dari Kapal Terbakar, Lima Penari Gandrung Sewu Tetap Bertekad Tampil

Pewarta : Hakim

21 Oktober 2026

16:15

Bupati Banyuwangi Ipuk Video Call dengan Gandrung Sewu 2026 yang selamat dari KMP yang terbakar di Tanjung Perak (foto : Hakim)

BANYUWANGI, enewsindo.co.id - Musibah tak memadamkan semangat lima penari Gandrung Sewu asal Palembang dan Lampung. Meski menjadi penumpang KMP Batmandi yang terbakar di perairan sekitar Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, Selasa 20 Oktober 2026. mereka tetap bertekad tampil dalam perhelatan Gandrung Sewu 2026 di Banyuwangi.

Semangat para penari itu mendapat perhatian Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. Begitu mendengar kabar tersebut, Ipuk langsung menghubungi mereka melalui panggilan video, Rabu 21 Oktober 2026, untuk memastikan kondisi para penari dan pendamping yang selamat sekaligus memberikan dukungan moril.

“Bagaimana kabar anak-anak semua? Sehat-sehat ya? Saya sangat khawatir kondisi kalian,” ujar Ipuk saat mengawali percakapan melalui video call dengan pendamping penari, Suprianto.

Dalam kesempatan itu, Ipuk menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang mereka alami. Dia juga meminta para penari tetap tabah, menjaga kesehatan, dan memastikan perjalanan menuju Banyuwangi berjalan lancar.

Tak hanya memberikan semangat, Pemkab Banyuwangi juga menyiapkan bantuan untuk memfasilitasi kedatangan hingga kepulangan mereka.

“Nanti ada kendaraan dari pemda menjemput kalian di terminal bus terakhir. Pemkab akan memfasilitasi keperluan kalian selama di Banyuwangi. Termasuk juga hingga kalian kembali ke Lampung dan Palembang nantinya,” kata Ipuk.

Saat dihubungi, rombongan tersebut tengah melanjutkan perjalanan menuju Banyuwangi menggunakan bus setelah berhasil menyelamatkan diri dari kebakaran kapal. Di tengah pengalaman menegangkan itu, tekad mereka untuk tampil dalam Gandrung Sewu tetap bulat.

Ipuk mengapresiasi semangat para penari yang tetap ingin berpartisipasi dalam pertunjukan budaya tahunan kebanggaan Banyuwangi tersebut.

“Terima kasih atas semangatnya yang tetap mau berangkat ke Banyuwangi untuk Gandrung Sewu. Kami semua sangat terharu dengan perjuangan dan pengorbanan kalian semua,” ungkapnya.

Salah satu penari, Sefita Apriliani, menceritakan detik-detik menegangkan saat kebakaran terjadi. Mereka mengaku mengalami sesak di dalam kapal sebelum akhirnya dievakuasi menggunakan sekoci.

Selain trauma akibat insiden tersebut, para penari juga harus menerima kenyataan bahwa selendang dan kipas yang disiapkan untuk pertunjukan Gandrung Sewu ikut terbakar di dalam kendaraan yang mereka bawa.

“Kejadiannya sangat menegangkan, Bu. Kami semua merasa sesak di dalam kapal saat mulai terbakar sebelum akhirnya diangkut sekoci. Kami sangat sedih selendang dan kipas kami ikut terbakar karena di dalam mobil. Itu kan pemberian Bu Ipuk ke sanggar kami beberapa tahun lalu,” tutur Sefita.

Kehilangan perlengkapan tari tersebut tentu menjadi pukulan tersendiri. Terlebih, selendang dan kipas itu memiliki nilai emosional bagi mereka karena merupakan pemberian Bupati Ipuk kepada sanggar beberapa tahun silam.

Namun, musibah tersebut tak menyurutkan keinginan mereka untuk menari di hadapan masyarakat Banyuwangi.

“Kami bertekad tetap tampil di Gandrung Sewu, tekad kami sudah bulat, Bu,” timpal Valencia, penari lainnya asal Palembang.

Gandrung Sewu 2026 dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (24/10/2026) pukul 18.30. Tahun ini, sebanyak 1.300 penari akan terlibat, termasuk 200 penari dari luar Banyuwangi.

Para penari dari luar daerah tersebut berasal dari sejumlah wilayah, di antaranya Palembang, Lampung, Jakarta, Bali, Malang, dan Pasuruan.

Kabar musibah yang menimpa para penari itu juga mengundang simpati masyarakat. Doa dan dukungan mengalir agar mereka segera pulih, selamat tiba di Banyuwangi, dan dapat kembali beraktivitas.

“Semoga mereka diberikan kekuatan, dan bisa tampil dengan bagus di Gandrung Sewu. Kita semua salut dengan ketegaran mereka,” ujar Hujaini, warga Boyolangu.

Di tengah ujian yang mereka hadapi, tekad lima penari tersebut menjadi gambaran kuatnya kecintaan terhadap seni dan budaya. Bagi mereka, perjalanan menuju Gandrung Sewu bukan sekadar memenuhi agenda pertunjukan, melainkan juga menjaga komitmen untuk terus melestarikan budaya daerah. (*)

Tags : #GadrungSewu2026 #BupatiIpuk #PemkabBanyuwangi #BeritaGandrungSewu2026 #enewsindoBanyuwangi

Ikuti Kami :

Komentar