Detail Berita

Ekonomi & Bisnis

Produksi Getah Pinus Perhutani Bondowoso Tembus Target 100 Persen

Pewarta : Eko

21 Oktober 2026

19:28

Perhutani Bondowoso tasyakuran capaian Getah Pinus 100 Persen (foto : Eko)

BONDOWOSO, enewsindo.co.id - Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bondowoso mencatat capaian produksi getah pinus hingga 100 persen dari target yang ditetapkan.

Keberhasilan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan petugas lapangan dan kelompok tani penyadap agar produktivitas tetap terjaga tanpa mengabaikan kelestarian hutan.

Apresiasi atas capaian itu diwujudkan melalui kegiatan pembinaan produksi getah pinus sekaligus tasyakuran di Teras Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kluncing, Sukorejo, Rabu 21 Oktober 2026.

Kegiatan tersebut melibatkan jajaran Divisi Regional (Divre) Perum Perhutani Jawa Timur, petugas lapangan, serta kelompok tani penyadap yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Sukorejo Makmur.

Capaian produksi 100 persen tersebut meliputi wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Tapen, BKPH Wonosari, dan RPH Wringin, BKPH Besuki.

Wakil Kepala Divre Perum Perhutani Jawa Timur, Dewanto, mengapresiasi kerja keras seluruh petugas lapangan dan kelompok tani penyadap yang telah berkontribusi terhadap pencapaian target produksi.

Menurut dia, keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi, kedisiplinan, dan konsistensi seluruh pihak dalam menjalankan kegiatan penyadapan sesuai ketentuan teknis.

Dewanto berharap capaian tersebut dapat dipertahankan dan ditingkatkan melalui penerapan teknik penyadapan yang tepat. Di sisi lain, kelestarian tegakan pinus dan keberlanjutan sumber daya hutan harus tetap menjadi perhatian utama.

Sementara itu, Administratur Perhutani KPH Bondowoso, Misbakhul Munir, menegaskan bahwa keberhasilan produksi tidak terlepas dari peran penyadap, mandor, Kepala Resort Pemangkuan Hutan (KRPH), serta dukungan LMDH sebagai mitra Perhutani.

Karena itu, seluruh jajaran diminta terus meningkatkan produktivitas, menjaga kualitas getah, serta memperkuat koordinasi dan pengawasan di lapangan.

“Keberhasilan pencapaian target produksi ini merupakan hasil kerja bersama. Kami berharap semangat dan kinerja seluruh petugas terus meningkat sehingga produktivitas tetap optimal dan pengelolaan hutan berjalan secara berkelanjutan,” ujar Misbakhul.

Tak hanya tasyakuran, kegiatan juga diisi pembinaan teknis penyadapan, pemberian bantuan sembako kepada para penyadap, serta penyerahan penghargaan kepada KRPH dan mandor terbaik.

Apresiasi tersebut diberikan sebagai bentuk perhatian sekaligus motivasi bagi petugas untuk meningkatkan kinerja dan tanggung jawab.

Ketua LMDH Sukorejo Makmur, Ibrahim, menyampaikan terima kasih kepada Perhutani atas pembinaan dan pendampingan yang diberikan kepada para penyadap.

Dia menyebut capaian target produksi 100 persen merupakan buah ketekunan, kedisiplinan, dan semangat gotong royong seluruh pihak yang terlibat.

Ibrahim berharap kemitraan antara Perhutani dan LMDH terus diperkuat sehingga mampu mendorong kesejahteraan masyarakat sekitar hutan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Melalui kegiatan tersebut, Perhutani KPH Bondowoso menegaskan komitmennya untuk memperkuat kemitraan dengan masyarakat desa hutan, meningkatkan kualitas produksi getah pinus, serta memberikan penghargaan kepada pekerja berprestasi.

Momentum Hari Santri Nasional juga menjadi pengingat pentingnya nilai pengabdian, kedisiplinan, dan kebersamaan dalam mendukung produktivitas kehutanan yang berkelanjutan. (*)

Tags : #PerhutaniBondowoso #BeritaPerhutaniBondowoso #enewsindoBondowoso

Ikuti Kami :

Komentar