Detail Berita

Hukum & Politik

ASN Banyuwangi Bersarung, Semarakkan Hari Santri

Pewarta : Imam

21 Oktober 2026

12:27

ASN Banyuwangi bersarung semarakkan HSN 2026 (foto : Imam)

BANYUWANGI, enewsindo.co.id - Nuansa Hari Santri terasa kental di lingkungan Pemkab Banyuwangi. Selama enam hari, mulai Senin hingga Sabtu (19 - 24 Oktober 2026), para ASN diajak mengenakan pakaian ala santri sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan dan kontribusi kaum santri bagi bangsa.

ASN muslim laki-laki diwajibkan mengenakan sarung dan kemeja muslim. Sementara ASN muslim perempuan mengenakan gamis muslimah. Adapun ASN yang beragama lain menyesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, kebijakan tersebut menjadi salah satu cara untuk memeriahkan peringatan Hari Santri sekaligus mengingatkan kembali peran penting santri dalam perjalanan bangsa dan pembangunan daerah.

“Hari Santri di Banyuwangi selalu diperingati dengan meriah. Kami juga mengajak karyawan pemkab untuk mengenakan pakaian ala santri,” kata Ipuk, Rabu 21 Oktober 2026.

Menurut dia, berbagai kegiatan yang digelar bukan sekadar memeriahkan peringatan tahunan. Lebih dari itu, momentum Hari Santri menjadi kesempatan untuk mengenang sejarah panjang perjuangan kaum santri dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Ipuk menegaskan, nilai-nilai yang diwariskan para ulama dan santri harus terus hidup dalam kehidupan sehari-hari. Mulai semangat pengabdian, kejujuran, kerja keras hingga kecintaan terhadap Tanah Air.

Nilai-nilai tersebut, lanjut dia, juga relevan diterapkan oleh ASN dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pelayan masyarakat.

“Nilai-nilai ini harus terus kita aktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai tersebut sangat relevan untuk terus diterapkan oleh ASN dalam menjalankan tugas pelayanan publik,” ujarnya.

Semarak Hari Santri di Banyuwangi juga diisi dengan beragam kegiatan yang menyasar bidang kesehatan, pendidikan, keagamaan hingga pemberdayaan ekonomi.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Cek Kesehatan Gratis pada 15 - 24 Oktober. Selanjutnya, Festival Anak Sholeh digelar pada 18 Oktober, disusul program Santri Mengajar pada 19 Oktober.

Agenda berlanjut dengan Rembuk Santri pada 20 Oktober, Pelatihan Masjid Affiliate pada 21 Oktober, serta Santri Entrepreneur pada 22 Oktober.

Puncak peringatan Hari Santri ditandai dengan upacara pada 22 Oktober. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Pemkab Banyuwangi berharap semangat pengabdian dan nilai-nilai perjuangan santri semakin mengakar, tidak hanya di kalangan santri, tetapi juga dalam kehidupan masyarakat dan birokrasi pemerintahan. (*)

Tags : #ASNBanyuwangiBersarung #PemkabBanyuwangi #BeritaPemkabBanyuwangi #InfoBanyuwangi #enewsindoBanyuwangi

Ikuti Kami :

Komentar