Detail Berita

Pendidikan & Teknologi

Santri Mengajar, Pemkab Banyuwangi Kenalkan Kehidupan Pesantren kepada Pelajar

Pewarta : Imam

20 Oktober 2026

13:12

Pemkab Banyuwangi hadirkan Program Santri mengajar (foto : Imam)

BANYUWANGI, enewsindo.co.id - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menghadirkan program Santri Mengajar untuk memperkenalkan kehidupan pesantren kepada pelajar sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah pertama (SMP). 

Program yang melibatkan sekitar 70 santri dari berbagai pondok pesantren tersebut menyasar 26 sekolah di Banyuwangi. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional. 

Melalui program tersebut, para santri berbagi pengetahuan tentang tradisi keislaman, ilmu diniyah, serta nilai-nilai kehidupan di lingkungan pesantren.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, program Santri Mengajar diharapkan dapat memperluas wawasan pelajar mengenai peran pesantren dalam membentuk karakter generasi muda.

“Program ini harapannya bisa membuka wawasan pelajar tentang dunia pesantren, yang tidak hanya menjadi tempat untuk memperdalam ilmu agama, tetapi juga ruang pembentukan akhlak, kedisiplinan, kemandirian, dan kepedulian sosial,” ujar Ipuk, Selasa 20 Oktober 2026.

Menurut dia, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan antara pendidikan formal dan pendidikan berbasis pesantren. Dengan berinteraksi langsung bersama para santri, pelajar diharapkan dapat mengenal lebih dekat nilai-nilai yang diterapkan dalam kehidupan pesantren.

“Program Santri Mengajar memberikan ruang bagi para santri untuk berbagi pengetahuan sekaligus memperkenalkan nilai-nilai yang diterapkan dalam kehidupan pesantren,” tambahnya.

Selain memberikan pengalaman belajar bagi para pelajar, kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi santri untuk mengasah kemampuan komunikasi dan kepercayaan diri ketika tampil di depan umum.

Salah satu pelaksanaan program tersebut terlihat di SMP Negeri 1 Banyuwangi. Para santri berinteraksi langsung dengan pelajar untuk berbagi ilmu dan pengalaman mengenai kehidupan di pondok pesantren.

Syifa, santri Pondok Pesantren Adz-Dzikra Banyuwangi, mengaku senang mendapat kesempatan mengikuti program tersebut. Menurut dia, kegiatan ini memberikan pengalaman baru sekaligus melatih keberanian untuk berbicara di hadapan banyak orang.

“Ini menambah pengalaman kita, agar semakin percaya diri dan berani tampil di depan audiens,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuwangi, Khoirul Anam, menjelaskan bahwa peringatan Hari Santri Nasional di Banyuwangi diisi berbagai kegiatan yang berlangsung sejak 15 Oktober.

Selain Santri Mengajar, rangkaian kegiatan tersebut meliputi Cek Kesehatan Gratis bagi ribuan santri pada 15 Oktober, Festival Anak Sholeh pada 18 Oktober, Rembug Santri pada 20 Oktober, Masjid Affiliate pada 21 Oktober, serta Santri Entrepreneur pada 22 Oktober.

Menurut Khoirul, beragam kegiatan tersebut dirancang untuk memperkuat peran santri dalam kehidupan bermasyarakat. Santri diharapkan tidak hanya berkontribusi dalam pendidikan dan dakwah, tetapi juga mengambil bagian dalam pembangunan daerah.

“Semua kegiatan tersebut memperkuat peran santri di tengah masyarakat. Melalui berbagai agenda yang digelar, santri diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga hadir sebagai penggerak pendidikan, dakwah, serta pembangunan daerah dan bangsa,” ujarnya.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Pemkab Banyuwangi mendorong santri untuk terus berkontribusi dalam pengembangan pendidikan, penguatan karakter generasi muda, dan pembangunan masyarakat. (*)

Tags : #PemkabBanyuwangi #ProgramSantriMengajar #BeritaBanyuwangi #InfoBanyuwangi #enewsindoBanyuwangi

Ikuti Kami :

Komentar