Detail Berita

Hukum & Politik

Jelang Hari Santri 2026, Kemenag Banyuwangi dan Pesantren Perkuat Sinergi Jaga Akhlak Generasi Muda

Pewarta : Hakim

20 Oktober 2026

20:19

Pengasuh Pondok Pesantren Darul Falah, Pondok Nongko, Kecamatan Kabat Kyai Abdul Kholiq dan Kepala Kemenag Banyuwangi Chaironi Hidayat di Aula Kemenag (foto : Hakim)

BANYUWANGI, enewsindo.co.id - Menjelang peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026, penguatan peran pesantren dalam membentuk karakter generasi muda menjadi salah satu isu yang mengemuka di Kabupaten Banyuwangi.

Hal itu mengemuka dalam silaturahmi Pengasuh Pondok Pesantren (PP) Darul Falah, Pondok Nongko, Kecamatan Kabat, Kyai Abdul Kholiq, dengan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Banyuwangi, Dr. H. Chaironi Hidayat, S.Ag., M.M.

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kantor Kemenag Banyuwangi tersebut menjadi ruang bertukar pandangan mengenai peran strategis pesantren dalam menjaga tradisi keagamaan sekaligus merawat kearifan lokal di tengah perkembangan zaman.

Kepala Kantor Kemenag Banyuwangi Chaironi Hidayat menyambut baik silaturahmi tersebut. Menurut dia, peringatan Hari Santri tidak semestinya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk merefleksikan kontribusi santri dalam perjalanan bangsa.

“ Hari Santri adalah momen refleksi bersama. Santri hari ini tidak hanya dituntut menguasai kitab kuning, tetapi juga harus adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas keislaman dan keindonesiaannya,” ujar Chaironi, Selasa 20 Oktober 2026.

Dia menekankan, kemampuan beradaptasi dengan perubahan perlu berjalan beriringan dengan penguatan nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan. Dengan demikian, santri diharapkan mampu mengambil peran di tengah masyarakat tanpa meninggalkan tradisi luhur pesantren.

Sementara itu, Kyai Abdul Kholiq menyoroti pentingnya kolaborasi antara ulama, pemerintah, dan lembaga pendidikan pesantren dalam membimbing generasi muda. Terlebih, perkembangan teknologi digital membawa tantangan tersendiri bagi pembentukan karakter dan akhlak.

“Silaturahmi ini adalah ikhtiar kita untuk menyambung sanad kebaikan. Santri itu jiwa dan raga yang senantiasa menanamkan kedamaian. Lewat momentum Hari Santri ini, kita ingin ingatkan kembali bahwa akhlak dan budi pekerti tetap menjadi fondasi utama,” tuturnya.

Dia menambahkan, penguatan karakter menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi muda agar mampu mengikuti perkembangan zaman dengan tetap berpegang pada nilai-nilai moral dan keagamaan.

Silaturahmi tersebut ditutup dengan sesi foto bersama dan doa untuk keberkahan serta kemajuan pendidikan pesantren di Bumi Blambangan.  (*)


Tags : #HSN2026 #PondokDarulFalah #Banyuwangi #BeritaHSN #InfoBanyuwangi #enewsindoBanyuwangi

Ikuti Kami :

Komentar