Detail Berita

Ekonomi & Bisnis

Pacuan Kuda Bupati Cup 2026 Jadi Ajang Promosi Kuliner dan Ekonomi Lokal Situbondo

Pewarta : Hamzah

17 Oktober 2026

17:14

Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo (berdiri) memberikan sambutan di pembukaan Turnamen Pacuan Kuda Bupati Cup 2026 di Kampung Kerbau (foto : Hamzah)

SITUBONDO, enewsindo.co.id - Turnamen Pacuan Kuda Bupati Cup 2026 di Kampung Kerbau, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, tak hanya menjadi arena adu kecepatan kuda, tetapi juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan kuliner khas dan potensi ekonomi lokal kepada peserta dari berbagai daerah.

Sebanyak 130 peserta mengikuti turnamen yang dibuka Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo bersama jajaran Forkopimda, Sabtu 17 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung hingga Minggu 18 Oktober 2026 itu menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi daerah kepada para tamu yang datang ke Situbondo.

Bupati Situbondo yang akrab disapa Mas Rio mengajak peserta dari luar daerah untuk menyempatkan diri mengunjungi kegiatan Car Free Day (CFD) di kawasan Alun-Alun Situbondo pada hari Minggu.

Menurutnya, CFD dapat menjadi kesempatan bagi para peserta dan pengunjung untuk menikmati beragam kuliner khas Situbondo yang dijajakan pelaku usaha lokal.

"Silakan teman-teman yang dari luar kota besok mampir ke sana. Ada macam-macam kudapan yang bisa dinikmati. Ada tajin palappa dan berbagai jenis kuliner lainnya," kata Mas Rio.

Ajakan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Situbondo memperkenalkan kekayaan kuliner daerah kepada masyarakat dari luar kabupaten. Kehadiran peserta dan pengunjung diharapkan dapat membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk mengenalkan produk mereka kepada pasar yang lebih luas.

Selain promosi kuliner, penyelenggaraan Bupati Cup 2026 juga membawa potensi pengembangan olahraga berkuda di Situbondo. Pemerintah daerah berupaya memfasilitasi komunitas berkuda yang selama ini berkembang di tengah masyarakat.

Mas Rio mengatakan, turnamen tersebut berawal dari besarnya minat masyarakat terhadap olahraga berkuda. Pemerintah Kabupaten Situbondo kemudian memfasilitasi pembentukan kepengurusan organisasi olahraga berkuda di tingkat kabupaten.

"Sebetulnya sudah banyak sekali komunitas masyarakat berkuda di Situbondo. Aspirasinya banyak, sehingga kita fasilitasi pembentukan kepengurusan," ujarnya.

Mas Rio menilai Kampung Kerbau layak dikembangkan sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan berkuda berskala nasional. Penilaian itu didasarkan pada beberapa kali pelaksanaan kegiatan berkuda di kawasan tersebut.

"Beberapa kali kita coba berkuda di Kampung Kerbau, ternyata tempatnya sangat layak untuk dijadikan kegiatan agenda nasional. Akhirnya, kita bikin acara ini," katanya.

Turnamen Bupati Cup 2026 berlangsung selama dua hari dengan mempertandingkan 19 nomor perlombaan. Kategori yang dilombakan meliputi kelas Mini, Extra Lokal, Extra Perdana, hingga kelas A sampai K, termasuk babak heat dan final.

Jarak pacuan terdiri atas 600 meter, 800 meter, dan 1.000 meter. Panitia menyediakan hadiah Rp2,5 juta hingga Rp8 juta untuk setiap race, disertai trofi dan sertifikat pada sejumlah kelas perlombaan.

Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang (Pencab) Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Situbondo, Muhammad Ali Makki, mengatakan turnamen tersebut diikuti 130 peserta dari Situbondo dan sejumlah daerah lain.

Peserta berasal dari Lumajang, Pasuruan, Probolinggo, Jember, Banyuwangi, Kediri, Malang, dan Sidoarjo. Keikutsertaan peserta juga meluas hingga lintas provinsi, termasuk Jawa Tengah dan Jawa Barat.

"Pesertanya ada 130, dari Situbondo, luar daerah seperti Banyuwangi, Jember, Lumajang maupun lintas provinsi," kata Ali Makki.

Ia menyambut baik partisipasi peserta dari berbagai daerah. Menurutnya, turnamen tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga kesempatan mempererat silaturahmi antarkomunitas berkuda.

Ali Makki berharap Bupati Cup dapat terus diselenggarakan pada tahun-tahun berikutnya dengan jumlah peserta yang semakin banyak.

"Kami menyambut baik kehadiran seluruh peserta yang datang dari berbagai daerah. Semoga event ini tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi antarkomunitas berkuda, dan bisa kembali digelar dengan peserta yang lebih banyak pada tahun mendatang," ujarnya.

Mas Rio juga berharap turnamen tersebut menjadi langkah awal pembinaan atlet berkuda lokal. Pemerintah daerah akan melihat potensi peserta untuk mengidentifikasi calon atlet yang berpeluang mendapatkan pembinaan lebih lanjut.

"Kita lihat dulu nanti. Ini baru masyarakat yang menyukai hobi berkuda. Dari situ nanti akan muncul bibit-bibit. Kita screening, kita bikin talent scouting, mana yang bisa kita bina," jelasnya.

Melalui Bupati Cup 2026, Situbondo berupaya memadukan pengembangan olahraga berkuda dengan promosi potensi daerah. Selain memperluas jejaring komunitas olahraga, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kuliner khas Situbondo dan membuka peluang promosi bagi pelaku usaha lokal. (*)

Tags : #PacuanKudaSitibondo #BupatiSitubondoRio #BeritaPacuanKuda #InfoSitubondo #enewsindoSitubondo

Ikuti Kami :

Komentar