Detail Berita
Tak Hanya Jago Nyanyi, Lurah Patrang Hariyono Juga Bisa Jadi Bilal Salat Jumat
Pewarta : Andre
16 Oktober 2026
14:37
Lurah Patrang Hariyono saat menjadi Bilal Salat Jum'at di Masjid Al-Hilal (foto : Andre)
JEMBER, enewsindo.co.id - Ada yang berbeda dari sosok Lurah Patrang, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Hariyono. Tak hanya dikenal ramah dan pandai bernyanyi, dia juga bersedia menjadi bilal salat Jumat di Masjid Al-Hilal, yang berada tepat di depan Kantor Kelurahan Patrang, Jumat 16 Oktober 2026.
Keterlibatan Hariyono dalam kegiatan keagamaan tersebut mendapat apresiasi dari Ustaz Kholid, imam salat Jumat di Masjid Al-Hilal. Menurutnya, seorang lurah tidak hanya bertugas memberikan pelayanan administrasi, tetapi juga dapat terlibat langsung dalam kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.
“Ini merupakan sosok lurah yang langka di Kabupaten Jember dan patut mendapatkan apresiasi, baik dari pemerintah maupun masyarakat. Sebab, pengabdian seorang lurah tidak hanya sebatas memberikan pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga ikut terlibat langsung dalam kehidupan sosial dan keagamaan warga,” ujar Ustaz Kholid.
Hariyono mengatakan, kesediaannya menjadi bilal bukan untuk mencari perhatian atau pujian. Dia menyebut kegiatan tersebut sebagai bagian dari ibadah sekaligus bentuk kebersamaan dengan warga.
“Menjadi bilal bukan karena ingin dilihat atau dipuji. Ini bagian dari ibadah dan bentuk kebersamaan dengan masyarakat,” kata Hariyono seusai salat Jumat di Masjid Al-Hilal.
Menurut Hariyono, kedekatan dengan masyarakat tidak cukup dibangun melalui pelayanan di kantor kelurahan. Interaksi dalam kegiatan sosial dan keagamaan juga menjadi bagian penting dalam menjaga hubungan dengan warga.
“Sebagai lurah, saya ingin selalu dekat dengan warga. Tidak hanya saat ada urusan pemerintahan, tetapi juga dalam kegiatan sosial dan keagamaan,” ungkapnya.
Sementara itu, Ustaz Kholid berharap Hariyono bisa menyempatkan diri beribadah bersama masyarakat di masjid-masjid lain di wilayah Kelurahan Patrang, dengan tetap mempertimbangkan waktu dan tugas kedinasan.
“Harapan kami, Pak Lurah tidak hanya menjadi bilal di satu masjid saja. Jika memungkinkan, waktunya bisa dibagi agar setiap hari Jumat beliau berkesempatan hadir di masjid-masjid yang ada di wilayahnya untuk beribadah bersama warga,” tuturnya.
Dia menilai, kegiatan keagamaan bersama warga juga dapat menjadi ruang komunikasi antara pemerintah kelurahan dan masyarakat. Melalui interaksi langsung, lurah bisa mengetahui aspirasi serta persoalan lingkungan yang membutuhkan perhatian.
“Dengan begitu, selain menjalankan ibadah bersama warga, beliau juga dapat semakin dekat dengan masyarakat dan mengetahui secara langsung perkembangan serta persoalan yang ada di lingkungannya,” tambahnya. (*)
Komentar
Berita Terbaru
Hukum & Politik
Langkah Pemkab Jember Atasi Antrean SPBU, Terapkan WFH Selama Dua Hari
16 Oktober 2026
17:31
Ekonomi & Bisnis
PTPN I, Kopi Ijen, dan Ambisi Menghidupkan Kembali Republik Kopi
16 Oktober 2026
17:22
Hukum & Politik
Antrean SPBU Bangsalsari Landai, di Balik Stok BBM yang Menunggu Pasokan
16 Oktober 2026
16:54
Hukum & Politik
Dari Jepang ke Jember, Kaori Omura Turun Langsung Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
16 Oktober 2026
16:11
Hukum & Politik
Sapa Pengendara di Telukdalam, Satlantas dan Bapenda Tebar Ajakan Taat Pajak Lewat Gebyar Pajak Sumut
16 Oktober 2026
15:11