Detail Berita
Pertamina Pastikan Stok BBM Jember Terkendali
Pewarta : Andre
16 Oktober 2026
21:41
Antrean terlihat di salah satu POM Bensin di Jember (foto : Andre)
JEMBER, enewsindo.co.id - Antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, mencapai lebih dari satu jam. Pertamina menyebut stok bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Jember masih terkendali, meski distribusi mengalami penyesuaian akibat dinamika geopolitik global.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menjelaskan, eskalasi geopolitik dunia memengaruhi jalur logistik energi, termasuk ketepatan jadwal kedatangan kapal tanker pengangkut BBM.
"Meski demikian, Pertamina memastikan tidak ada pengurangan kuota maupun volume penyaluran BBM ke wilayah Jember," katanya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, antrean sepeda motor, mobil pribadi, hingga truk pengangkut barang terlihat memadati sejumlah SPBU. Antrean didominasi kendaraan yang hendak membeli Pertalite.
Kepadatan terjadi di antaranya di kawasan Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Kaliwates, Mangli, dan Jalan Mastrip. Pengendara harus menunggu sekitar 30 menit hingga lebih dari satu jam untuk mendapatkan BBM.
Wawan, warga yang ikut antrean mengatakan antrean panjang membuat masyarakat membutuhkan waktu lebih lama untuk mengisi bahan bakar.
“Panjangnya barisan kendaraan membuat kami menyita waktu lebih lama untuk mendapat BBM, padahal pasokan ini sangat krusial guna menunjang rutinitas harian,” kata Wawan 16 Oktober 2026 malam.
Menurut dia, antrean di SPBU juga menghambat mobilitas masyarakat, terutama warga yang harus berangkat bekerja sejak pagi.
Keluhan serupa disampaikan Dwi Astuti warga Kecamatan Wuluhan. Dia berharap distribusi BBM segera kembali normal agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan bahan bakar tanpa harus mengantre terlalu lama.
“Kami sangat berharap situasi ini cepat membaik. Antrean semacam ini jelas mengganggu kegiatan sehari-hari. Harapan kami adalah dapat memperoleh BBM dengan mudah seperti sediakala,” ujarnya.
Panjangnya antrean diduga turut dipengaruhi peningkatan pembelian BBM oleh masyarakat. Kekhawatiran terhadap ketersediaan pasokan atau panic buying serta peralihan sebagian pengguna Pertamax ke Pertalite, disebut menambah tekanan permintaan pada BBM jenis tertentu.
Pemerintah Kabupaten Jember juga menginisiasi koordinasi untuk membentuk satuan tugas (satgas) guna mengantisipasi praktik spekulasi dan penimbunan BBM. Langkah tersebut disiapkan untuk mencegah pihak-pihak yang memanfaatkan situasi demi keuntungan pribadi.
Sementara itu, Pertamina berkoordinasi dengan pemerintah daerah, kepolisian, dan Dinas Perhubungan untuk mengurai antrean kendaraan serta menertibkan arus lalu lintas di sekitar SPBU.
Masyarakat diimbau tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan harian. Pertamina menyatakan stok BBM di Jember masih terkendali, sedangkan penyesuaian distribusi dilakukan untuk menghadapi kendala logistik yang terjadi. (*)
Komentar
Berita Terbaru
Hukum & Politik
Pertamina Pastikan Stok BBM Jember Terkendali
16 Oktober 2026
21:41
Hukum & Politik
Menunggu 30 Menit demi BBM, Lurah Sumbersari Berharap Kebijakan WFH Urai Antrean
16 Oktober 2026
21:26
Hukum & Politik
Santri Jember Asah Ilmu dan Kepercayaan Diri, 18 Ponpes Ikuti Lomba Cerdas Cermat
16 Oktober 2026
18:16
Hukum & Politik
Langkah Pemkab Jember Atasi Antrean SPBU, Terapkan WFH Selama Dua Hari
16 Oktober 2026
17:31
Ekonomi & Bisnis
PTPN I, Kopi Ijen, dan Ambisi Menghidupkan Kembali Republik Kopi
16 Oktober 2026
17:22